Yah...Kemarin Malam Setelah Ku Menulis Blog, DiriKu Berencana Untuk Belajar Untuk SkripsiKu, Tapi Tiba-tiba Saja Teman SMAKu Yang Alias Wali BaptisKu Pun Datang Lagi, Akhirnya Kami Pun Main Game Sambil Mengobrol Beberapa Hal, Yah Aku Juga Cerita Tentang Teman Kami Yang Baru Saja Kecelakaan Dan Hari Ini Baru Saja Operasi, TemanKu Lansung Saja Kaget Dan Menelepon TemanKu Yang Sakit Itu, Yah Ternyata TemanKu Yang Sakit Sudah Baik-baik Saja, Aku Pun Bersyukur Mendengarnya, Lalu Kami Pun Mengobrol Hal Yang Lain, Yah Aku Pun Bercerita Dan Meminta Maaf Atas SikapKu, TemanKu Sama Sekali Tidak Paham Apa Yang Terjadi PadaKu, Maka Aku Pun Cerita Kalau Pada Minggu Lalu, Aku Sungguh Tidak Menjadi DiriKu Lagi, Kali Ini Aku Sungguh Terjatuh Lebih Dalam Lagi Dan Tidak Tahu Lagi Bagaimana Mau Bangkit, Aku Pun Tidak Dapat Menenangkan DiriKu, Aku Pun Sungguh Sudah Tidak Tahu, Aku Pun Berusaha Membuang Segala Yang Ada Pada DiriKu, Aku Sungguh Tidak Tahu Harus Bicara Apa Lagi, Aku Hanya Mengatakan, Sebulan Yang Lalu, Aku Merasa Kalau Ini Adalah Jawaban Atas Air MataKu Selama 1 Tahun Ini, Ternyata Aku Salah Dan HAtiKu Kembali DiCobai Lagi Dan Kali Ini Benar-benar Membuat DiriKu Sangat Jatuh Sekali, Ternyata Aku Pun Belum Mendapatkan Jawaban Apa-apa Atas Kesedihan Dan Air MataKu Ini, Yang Ada Hanya Semakin Bertambah Kesedihan Dan Air MataKu, Yah Aku Pun Hanya Tersenyum Sambil Menceritakan semuanya Dan Aku Juga Bilang Kalau Harapan Itu Tidak Ada, TemanKu Pun Hanya Bisa Menjawab Harapan Itu Selalu Ada, Di Saat Manusia Tidak Memiliki Apa-apa Lagi, Manusia Hanya Memiliki Harapan, Jadi Harapan Itu Ada, Iya KataKu, Aku Pun Percaya Harapan Itu Ada, Karena BagiKu Cinta Adalah Harapan Dan CintaKu Itu Nyata, TemanKu Yang Mendengar CeritaKu Tidak Bisa Berkata Apa-apa, Hanya Diam Saja Dan Mendengarkan, TemanKu Pun Hanya Bilang Mungkin Ini Adalah Salah Satu Pelajaran BagiKu Agar Aku Menjadi Dewasa, Kuhanya Menjawab Ya..Mungkin, Aku Juga Bilang Kalau Aku Pun Telah Membuang Beberapa Hal Dalam HidupKu Dan Ku Pun Sudah tidak Tahu Lagi, Lalu Aku Bilang, Sudahlah...Semua Telah Berlalu Dan sekarang Aku Sudah Dapat Berpikiran Lebih Jernih Dan Tenang, Yah Lalu TemanKu Bercerita Soal TemanKu Yang Harus Lulus Semester 9 Karena Ada 1 Mata Kuliah Yang TemanKu Lupa Ambil, Yah Aku Bilang Sayang Sekali, Tetapi TemanKu Begitu Hebat sekali, TemanKu Sama Sekali Tidak Kecewa Dan Percaya Bahwa Mungkin Tuhan Memiliki Rencana Lain Untuknya, Iya KataKu, Lalu TemanKu MengajakKu Untuk Masuk Ke Kepanitian Untuk Acara Tahun Baru Di Gereja, Aku Pun Bilang Aku Bersedia, Karena Aku Pun Tidak Memiliki Kegiatan Apa Pun Juga Dan Aku Pun Sedang Mencari Suatu Kegiatan Sekarang Ini, Tapi Setelah Itu Aku Pun Menolak Setelah Aku Dengar Kalau KePanitiaannya Sudah Berjalan selama 1 Bulan, Aku Pun Merasa Tidak Enak Jika Tiba-tiba Aku Ikut Begitu Saja Tanpa Mengikutinya Dari Awal, Yah Tidak UsahLah KataKu, Lalu Kami Pun Terus Bermain Sampai Akhirnya TemanKu Pun Pulang, Sebelum Pulang TemanKu Mengatakan PadaKu Untuk Jangan Lupa Berdoa, Yah Cukup Doa Yang Sederhana Saja, Cukup Doa Bapa Kami Dan Salam Maria Sebelum Aku Tidur, Aku Pun Hanya Bisa Menjawab Iya Dan Terima Kasih, Lalu Setelah Itu Aku Pun Hanya Kembali Ke KamarKu Dan Tidak Melakukan ApaPun Lagi, Yah Jujur Aku Sempat Memikirkan Dia, Ku Pun Bertanya, Mungkin Benar, Aku Tidak Pernah Mau Melupakan Dia Dan Tidak Pernah Mau Mencari Yang Terbaik, Karena DiriKu Puas Dengan Yang Ada Saat Ini Dan HatiKu Tidak Pernah Bermasalah WalauPun Harus Selalu Sakit, Karena Mencintai Seseorang Pasti Akan Sakit Dan Berat, Ini Adalah Jalan Cinta Yang KuPilih Dan Inilah CaraKu Menjalaninya, Yah Tapi WalauPun Begitu, Aku Masih Harus Memenuhi Permintaannya Untuk DiLupakan, Karena Saat Ini Aku Tidak Bisa Melakukan Apa-apa Lagi Untuk Dia, Yah Ini Juga SalahKu, Karena Sejak Kejadian Itu Aku Pun Putus Komunikasi Dengannya Dan Malah Menjauh Darinya, Padahal Dulu Aku Sudah Berkata Aku Tidak Akan Menjauh, DiriKu Memang Payah, Tapi Seungguhnya Aku Pun Tidak Pernah Menjauhnya, Karena Di Saat Dia MembutuhkanKu Atau Kenapa-kenapa, Maka Aku Pun Akan Menjadi Orang Yang Aku Lansung Berlari Untuknya Dan Ada Untuk Dirinya, Tidak Perduli Harus Melewati Apa Saja Dan Kapan Saja, Saat Ini Yang Bisa KuLakukan Hanya Diam Dan Melihat Dia Yang Pergi Semakin Lama Semakin Jauh, Yah..yah..Aku Pun Tidak Tahu Apakah Dia Itu Akan Tahu Isi HAtiKu Ini, Tapi Yah Sudahlah, Maka Aku Pun Tidur, Karena Mulai Besok Aku Harus Menghadapi Hari-hari Yang Berat...
Yah..Akhirnya Aku Pun Bangun Pada Pagi HAri Ini, Cuaca Rasanya Begitu sejuk, Ternyata Langit Sedang Mendung, Yah Tapi Hari Ini Begitu Tenang, Aku Pun Membaca Koran Lalu Makan Dan Lalu Mandi, Karena Aku Harus Ke Rumah TemanKu Dan Aku Pun Tidak Terburu-buru, Karena DiriKu Merasa Masih Ingin Lebih Lama Di Rumah, sebab Setelah Ini 2 Hari Aku Tidak Akan Berada Di Rumah, Setelah Mandi Ternyata Cuaca Pun Hujan, Aku Pun Tidak Bisa Pergi Dan HArus Menunggu, Maka Aku Pun Menyalakan KomputerKu Dan Mendengarkan Musik, Sambil Mendengarkan Musik Aku Pun Melihat Keluar Jendela, Aku Melihat Hujan Yang Turun Satu Persatu, Yah Begitu Tenang sekali Rasanya, Tidak DiRasa Kalau Hari Ini Adalah Hari Pengakuan Dosa Di Gereja, Aku Pun Berpikir Dan Merasa Ku Rasa Tahun Ini DiriKu Belum Siap Untuk Pengakuan Dosa, Aku Sadar Kalau DosaKu Itu Begitu Banyak Sekali Pada Tuhan, Tapi Maaf Tuhan, Aku Sungguh Tidak Bisa Untuk Tahun Ini, KuMohon Agar Tuhan Mau Mengerti, Lalu Aku Pun Terus Saja Memandangi Hujan Yang Tidak Juga Berhenti, Hingga Akhirnya Aku Duduk Di Depan Komputer Dan Hanya Melamun Saja, Sampai IbuKu Datang Dan Memukul PundakKu Dari Belakang Dan Bertanya, Apakah Aku Melamun Lagi?? Ku Bilang Tidak, Kata IbuKu Hidup Harus Tetap semangat Dan Kuat, Aku Hanya Diam Saja Dan Tidak Tahu semangat Itu seperti Apa Lagi, Sungguh Tidak Ada Lagi Hal Di Dunia Ini Yang MembuatKu Semangat, Sungguh..., Lalu Setelah Itu IbuKu Pun MeninggalkanKu Sendirian, Aku Pun Yang Tidak Tahu Ingin Melakukan Apa, Tiba-tiba Ingin Menyalakan YMKu Dan Aku Melihat Ternyata Dia Tidak Online, Aku Pun Melihat Archive YM Ku Dan Membaca Kembali Apa Saja Yang Terjadi Pada Saat Itu, Setelah aku Membacanya, Ternyata Aku Sadar, Pada Saat Itu, Setiap Hal Yang Dikatakan Olehnya, Aku Menjawabnya Tidak Seuai, Yah Semua Itu Juga Karena DiriKu Yang Sedang Tidak Tenang Dan Lansung Saja JAtuh Setiap Membaca Kata-katanya, Tanpa KuSadari, Ternyata Ada Beberapa Hal Yang Aku Salah Tangkap MAksudnya Dan Di Akhir Pembicaraan Ternyata Dia Malah Jadi Marah PadaKu, Yah Ternyata Aku Telah Berbuat Salah, Ternyata DiriKu Yang Saat Itu Sungguh Merasa Sangat Terpukul Sekali Waktu Itu Dan Tidak Berpikiran Jernih, Yah Semua Telah Terjadi Dan Aku Pun Tidak Bisa Menjelaskan Apa-apa Lagi Padanya Dan Dia Pun Tidak Akan Pernah Tahu Bagaimana DiriKu Saat Ini, Dari Pembicaraan Kami Waktu Itu Mungkin Hanya Kalimat Yang MemintaKu Untuk Mencari semangat Baru Itu Yang Aku Sama sekali Tidak Bisa Lakukan, Karena Sudah Sejak Tahun Lalu, Aku Pun Telah Kehilangan SemangatKu Dan MotivasiKu, Tapi Sejak Bulan Lalu Aku Kembali Merasa Menemukan Semangat Itu, Tapi Sayang semua Itu Hilang Juga Dan Hanya Bertahan Sesaat, Tetapi Tidak Apa-apa Kok, Aku Juga Sudah Puas Walau Hanya Sesaat, Yah Bulan Lalu Walau Hanya Sebentar Saja, Tetapi Aku Dapat Merasakan Kebahagiaan Yang Paling Bahagia Dalam HidupKu, HAtiKu Pun Terus Merasa Berbunga-bunga, Yah Tapi Semua Itu Telah Berlalu, Saat Ini HatiKu Itu Bagaikan Angin Yang Tenang Saja, Yah..yah..Sudahlah Ded, Hujan Sudah Berhenti, Saatnya Pergi, Yah..yah...
(KuMau Kau Tahu, BagiKu WalauPun PerasaanKu Tetap Saja Sakit, Aku Tidak Apa-apa Karena Aku MencintaiMu, Saat Kau Bertanya Apakah Aku MembutuhkanMu, Maka Jujur Aku Menjawab Iya, Tapi Aku Tidak Ingin Kau Kasihan PadaKu Jika Aku Menjawab Aku Sangat MembutuhkanMu, Karena Engkau Sama Sekali Tidak Memiliki Perasaan ApaPun PadaKu, Aku Pun Paham Setiap Perasaan Orang-orang SekelilingKu Dan Selalu Mengerti, DiriKu Seumur Hidup Ini Selalu Belajar Memahami Perasaan Orang Lain, Oleh Sebab Itu Dalam Melakukan Tindakan, aku Lebih Menggunakan PErasaan Daripada LogikaKu, Aku Tidak Pernah sekaliPun Mentutp DiriKu, Yang KuTutupi Itu HanyaLah Beban Yang Memang HArus KuTanggung Sendiri, Benarkah Aku Ingin Menjaga Dan MemperhatikanMu Saja, Maka Aku Pun Menjawab Iya, Dan Jika Pada 1 Orang Saja Aku Tidak Bisa Belajar Jujur, Maka Sulit Bagiku Untuk Dapat Jujur Pada Banyak Orang, Karena Aku Mau Memulai Segala Sesuatunya Dari 1 Orang Yang Paling KuCintai Baru Kepada Orang-orang SekitarKu, Ku Telah Memberikan KepercayaanKu 100% PadaMu Dan Akan Tetap Begitu Sampai Seumur HidupKu, Karena Aku Sangat MencintaiMu, Jika Kau Berkata Belajarlah Mencintai Diri Sendiri, Teman-teman, Dan Keluarga, Maka Ku Baru Bisa Benar-benar Mencintai Seseorang, Maka Aku Hanya Bisa Bilang, Jika Aku Mencintai 1 Orang Saja Yang Paling Penting Dalam HidupKu, Yaitu Kau, Maka Aku Pun Tidak Tahu Lagi Harus Belajar Mencintai Itu Seperti Apa, Jika Kau Menganggap Bahwa Selama Ini CintaKu Salah Dan Tidak Benar, Maka MaafkanLah Aku, Karena Beginilah CaraKu Mencintai 1 Orang Paling Penting Dalam HidupKu, Berbeda Dengan CintaKu Pada Orang-orang SekelilingKu, BagiKu DiriMu Adalah segalanya Dan Dunia BagiKu, Tidak Ada Yang Lain, Tapi Sayang Sebesar Apa Pun Aku Mengungkapkan Semuanya, Ternyata Aku Tidak Dapat Menyentuh PerasaanMu Sama Sekali, Maaf...Dan Jujur Saja Dalam PikiranKu Mungkin Aku Akan MelupakanMu Sesuai KataMu, Seiring Dengan Waktu Semua Akan Terobati, Tapi Sayangnya Dalam HAtiKu Perasaan Ini Tidak Akan Pernah MelupakanMu Dan Tetap Sayang PadaMu, Bukannya Aku Tidak Ingin Mengabulkan PermintaanMu, Tapi Aku Hanya tidak Ingin Membohongi Hati Yang Paling Dalam, Yah Tetapi Tenang Saja, PikiranKu Tetap Akan MelupakanMu Sesuai KeinginanMu, Karena Ini Juga Salah Satu Wujud Rasa SayangKu PadaMu, Yah Aku Juga Tidak Tahu Bisa Berbicara Apa Lagi PadaMu, Tapi Jika Engkau Mau MencariKu, Aku Selalu Ada KapanPun, Ku Pun Tidak Akan Bosan Berkata seperti Ini Dan Aku Selalu Mendoakan KebahagiaanMu)
Yah..Akhirnya Aku Pun Bangun Pada Pagi HAri Ini, Cuaca Rasanya Begitu sejuk, Ternyata Langit Sedang Mendung, Yah Tapi Hari Ini Begitu Tenang, Aku Pun Membaca Koran Lalu Makan Dan Lalu Mandi, Karena Aku Harus Ke Rumah TemanKu Dan Aku Pun Tidak Terburu-buru, Karena DiriKu Merasa Masih Ingin Lebih Lama Di Rumah, sebab Setelah Ini 2 Hari Aku Tidak Akan Berada Di Rumah, Setelah Mandi Ternyata Cuaca Pun Hujan, Aku Pun Tidak Bisa Pergi Dan HArus Menunggu, Maka Aku Pun Menyalakan KomputerKu Dan Mendengarkan Musik, Sambil Mendengarkan Musik Aku Pun Melihat Keluar Jendela, Aku Melihat Hujan Yang Turun Satu Persatu, Yah Begitu Tenang sekali Rasanya, Tidak DiRasa Kalau Hari Ini Adalah Hari Pengakuan Dosa Di Gereja, Aku Pun Berpikir Dan Merasa Ku Rasa Tahun Ini DiriKu Belum Siap Untuk Pengakuan Dosa, Aku Sadar Kalau DosaKu Itu Begitu Banyak Sekali Pada Tuhan, Tapi Maaf Tuhan, Aku Sungguh Tidak Bisa Untuk Tahun Ini, KuMohon Agar Tuhan Mau Mengerti, Lalu Aku Pun Terus Saja Memandangi Hujan Yang Tidak Juga Berhenti, Hingga Akhirnya Aku Duduk Di Depan Komputer Dan Hanya Melamun Saja, Sampai IbuKu Datang Dan Memukul PundakKu Dari Belakang Dan Bertanya, Apakah Aku Melamun Lagi?? Ku Bilang Tidak, Kata IbuKu Hidup Harus Tetap semangat Dan Kuat, Aku Hanya Diam Saja Dan Tidak Tahu semangat Itu seperti Apa Lagi, Sungguh Tidak Ada Lagi Hal Di Dunia Ini Yang MembuatKu Semangat, Sungguh..., Lalu Setelah Itu IbuKu Pun MeninggalkanKu Sendirian, Aku Pun Yang Tidak Tahu Ingin Melakukan Apa, Tiba-tiba Ingin Menyalakan YMKu Dan Aku Melihat Ternyata Dia Tidak Online, Aku Pun Melihat Archive YM Ku Dan Membaca Kembali Apa Saja Yang Terjadi Pada Saat Itu, Setelah aku Membacanya, Ternyata Aku Sadar, Pada Saat Itu, Setiap Hal Yang Dikatakan Olehnya, Aku Menjawabnya Tidak Seuai, Yah Semua Itu Juga Karena DiriKu Yang Sedang Tidak Tenang Dan Lansung Saja JAtuh Setiap Membaca Kata-katanya, Tanpa KuSadari, Ternyata Ada Beberapa Hal Yang Aku Salah Tangkap MAksudnya Dan Di Akhir Pembicaraan Ternyata Dia Malah Jadi Marah PadaKu, Yah Ternyata Aku Telah Berbuat Salah, Ternyata DiriKu Yang Saat Itu Sungguh Merasa Sangat Terpukul Sekali Waktu Itu Dan Tidak Berpikiran Jernih, Yah Semua Telah Terjadi Dan Aku Pun Tidak Bisa Menjelaskan Apa-apa Lagi Padanya Dan Dia Pun Tidak Akan Pernah Tahu Bagaimana DiriKu Saat Ini, Dari Pembicaraan Kami Waktu Itu Mungkin Hanya Kalimat Yang MemintaKu Untuk Mencari semangat Baru Itu Yang Aku Sama sekali Tidak Bisa Lakukan, Karena Sudah Sejak Tahun Lalu, Aku Pun Telah Kehilangan SemangatKu Dan MotivasiKu, Tapi Sejak Bulan Lalu Aku Kembali Merasa Menemukan Semangat Itu, Tapi Sayang semua Itu Hilang Juga Dan Hanya Bertahan Sesaat, Tetapi Tidak Apa-apa Kok, Aku Juga Sudah Puas Walau Hanya Sesaat, Yah Bulan Lalu Walau Hanya Sebentar Saja, Tetapi Aku Dapat Merasakan Kebahagiaan Yang Paling Bahagia Dalam HidupKu, HAtiKu Pun Terus Merasa Berbunga-bunga, Yah Tapi Semua Itu Telah Berlalu, Saat Ini HatiKu Itu Bagaikan Angin Yang Tenang Saja, Yah..yah..Sudahlah Ded, Hujan Sudah Berhenti, Saatnya Pergi, Yah..yah...
(KuMau Kau Tahu, BagiKu WalauPun PerasaanKu Tetap Saja Sakit, Aku Tidak Apa-apa Karena Aku MencintaiMu, Saat Kau Bertanya Apakah Aku MembutuhkanMu, Maka Jujur Aku Menjawab Iya, Tapi Aku Tidak Ingin Kau Kasihan PadaKu Jika Aku Menjawab Aku Sangat MembutuhkanMu, Karena Engkau Sama Sekali Tidak Memiliki Perasaan ApaPun PadaKu, Aku Pun Paham Setiap Perasaan Orang-orang SekelilingKu Dan Selalu Mengerti, DiriKu Seumur Hidup Ini Selalu Belajar Memahami Perasaan Orang Lain, Oleh Sebab Itu Dalam Melakukan Tindakan, aku Lebih Menggunakan PErasaan Daripada LogikaKu, Aku Tidak Pernah sekaliPun Mentutp DiriKu, Yang KuTutupi Itu HanyaLah Beban Yang Memang HArus KuTanggung Sendiri, Benarkah Aku Ingin Menjaga Dan MemperhatikanMu Saja, Maka Aku Pun Menjawab Iya, Dan Jika Pada 1 Orang Saja Aku Tidak Bisa Belajar Jujur, Maka Sulit Bagiku Untuk Dapat Jujur Pada Banyak Orang, Karena Aku Mau Memulai Segala Sesuatunya Dari 1 Orang Yang Paling KuCintai Baru Kepada Orang-orang SekitarKu, Ku Telah Memberikan KepercayaanKu 100% PadaMu Dan Akan Tetap Begitu Sampai Seumur HidupKu, Karena Aku Sangat MencintaiMu, Jika Kau Berkata Belajarlah Mencintai Diri Sendiri, Teman-teman, Dan Keluarga, Maka Ku Baru Bisa Benar-benar Mencintai Seseorang, Maka Aku Hanya Bisa Bilang, Jika Aku Mencintai 1 Orang Saja Yang Paling Penting Dalam HidupKu, Yaitu Kau, Maka Aku Pun Tidak Tahu Lagi Harus Belajar Mencintai Itu Seperti Apa, Jika Kau Menganggap Bahwa Selama Ini CintaKu Salah Dan Tidak Benar, Maka MaafkanLah Aku, Karena Beginilah CaraKu Mencintai 1 Orang Paling Penting Dalam HidupKu, Berbeda Dengan CintaKu Pada Orang-orang SekelilingKu, BagiKu DiriMu Adalah segalanya Dan Dunia BagiKu, Tidak Ada Yang Lain, Tapi Sayang Sebesar Apa Pun Aku Mengungkapkan Semuanya, Ternyata Aku Tidak Dapat Menyentuh PerasaanMu Sama Sekali, Maaf...Dan Jujur Saja Dalam PikiranKu Mungkin Aku Akan MelupakanMu Sesuai KataMu, Seiring Dengan Waktu Semua Akan Terobati, Tapi Sayangnya Dalam HAtiKu Perasaan Ini Tidak Akan Pernah MelupakanMu Dan Tetap Sayang PadaMu, Bukannya Aku Tidak Ingin Mengabulkan PermintaanMu, Tapi Aku Hanya tidak Ingin Membohongi Hati Yang Paling Dalam, Yah Tetapi Tenang Saja, PikiranKu Tetap Akan MelupakanMu Sesuai KeinginanMu, Karena Ini Juga Salah Satu Wujud Rasa SayangKu PadaMu, Yah Aku Juga Tidak Tahu Bisa Berbicara Apa Lagi PadaMu, Tapi Jika Engkau Mau MencariKu, Aku Selalu Ada KapanPun, Ku Pun Tidak Akan Bosan Berkata seperti Ini Dan Aku Selalu Mendoakan KebahagiaanMu)
No comments:
Post a Comment