Saturday, December 8, 2007

EveryThing Is Over

Akhirnya BagiKu Semua Telah Berakhir, setelah Aku Pulang Dari Gereja Tadi, Aku Lansung Menyalakan YM Ku Dan Memasang StatusKu Demi Dia, Tapi Dia Tiba-tiba YM Aku Dan Ingin Mengatakan Sesuatu, Aku Sudah Tahu Pasti Yang Akan DiKatakan Oleh Dia Itu Adalah Hal Yang Akan MEmbuatKu Sedih, Awalnya Aku Tidak Mau Tahu, Tapi KuBiarkan Dia Mengatakan Apa Yang Ingin DiKatakan Olehnya, Maka Dia Pun Mengatakan Maaf Dan Dia Mengatakan Untuk Melupakan Kesempatan Kedua Yang Pernah Dia Bilang, Dia Juga Mengatakan Dia Tidak Memiliki Perasaan PadaKu Sama Sekali, Dia Pun MemintaKu Untuk Benar-benar MeLupakannya, Jujur...Aku Betul-betul Kecewa Sekali, Apalgi Dia Juga Berkata, Harapan Itu Tidak Pernah Ada Dan Dunia Itu Kejam, Ku Sungguh Sedih Dan Sangat Sakit...Sekali, Aku Pun Akhirnya Untuk Yang KeSekian Kalinya, Menangis Dengan Sangat Hebat Di KamarKu, Padahal Waktu Itu Teman SMAKu Datang, Tapi Aku Tidak Perduli Dan Hanya Masuk Kamar Dan Menangis, TemanKu Pun Tidak sengaja MelihatKu Menangis, Aku Pun Tidak Perduli Lagi, TemanKu Mau MengataiKu Apa Saja, Aku Pun Sungguh Tidak Perduli, Lalu Aku Pun Menelepon Dia Untuk Bertanya Dan Mendengar Lansung Dari Dia, Ternyata Dia Benar-benar Tidak Pernah MenyukaiKu SedikitPun Selama Ini, Aku Sungguh Bodoh Sekali Karena Terlalu Berharap Dan Bermimpi, Seharusnya Sejak Awal Aku Tahu Dia Jadian Dulu, Aku Sudah Sadar Dan Betul-betul Membekukan HAtiKu Untuk Selama-lamanya, Tetapi Aku Tidak Bisa, Karena Teman-temanKu Selalu Berkata Aku Harus Berpikir Positif, Sehingga Dulu Aku Pun Berusaha Bangkit Dari Rasa SedihKu Dan Tidak sepenuhnya Ku Menutup HAtiKu, Tapi Hari Ini Aku Sungguh Sadar, Dahulu Itu Aku Sangat Salah Sekali, Harusnya Aku Sungguh Membekukan HatiKu Dan Membuang Seluruh Emosi Dan PerasaanKu, Aku Sungguh Laki-laki Yang Bodoh, Aku Pun Sungguh Telah Kehilangan Segalanya, Sungguh Malam Minggu Yang Hebat sekali BagiKu Hari Ini, Aku Juga Sudah Tidak Perduli Akan Lulus Semester Ini Apa Tidak, BagiKu Semua Telah Berakhir Dan Aku Tidak Memiliki Tujuan Lagi, Ada Beberapa Hal Yang Ingin KuBeritahukan Padanya, WalauPun Aku Terus DiSakiti, Tapi PerasaanKu Tidak Akan Berubah, Ku Tidak Pernah Mau Memaksakan PerasaanKu Padanya, Ku Hanya Ingin Menjadi Orang Yang Memperhatikan Dia, Ku Bukannya Tidak Puas Dengan Perhatian Orang-orang SekelilingKu, Aku Pun Tidak Pernah Minta DiPerhatikan, Aku Puas Dengan Kehidupan Dan Apa Yang Ada PadaKu Saat Ini, Cuma Ku Hanya Kehilangan 1 Hal, Yaitu Orang Yang Ingin KuCintai, KuCinta Pada Keluarga Dan Teman-temanKu, Tapi Ada 1 Cinta Yang Berbeda Dan Ingin KuBerikan Pada Orang Yang Sangat Spesial BagiKu Yaitu Dia, Tetapi Kenapa Dia MemintaKu Melakukan Hal Yang Sama Sekali Tidak Ingin KuLakukan, Aku Hanya Ingin Menjadi DiriKu, Aku Hanya Ingin Mengikuti PerasaanKu, Aku Tidak Pernah Mau Membebani Siapa-siapa, Aku Hanya Meminta, Biarkan PerasaanKu Ini Mencintai Orang Yang DiSuka, PerasaanKu Ini Tidak Pernah Mengharapkan Balasan Atau Pun Memaksakan PerasaanKu, Ku Hanya Ingin Merasakan Memiliki Seseorang Untuk KuCintai Saja, Ku Tidak Masalah Jika PerasaanKu Ini Bertepuk Sebelah Tangan, Selesai Menangis, Aku Pun Mulai Agak Tenang Dan Teman SMAKu Yang Lain Pun Datang, Karena HatiKu Sedang Tidak Enak, Aku Pun Masuk Kamar Lagi Dan Hanya Berbaring, Tiba-tiba Saja IbuKu Masuk Ke KamarKu Dan Bertanya-tanya Ada Apa DenganKu, Aku Pun Sudah Tidak Tahan Dan Meceritakan BebanKu Selama 21 Tahun Sambil Menangis, Tanpa Sengaja Seluruh Rumah Pun Mendengar Semua Itu, Baik Ayah, Kakak, Adik, Maupun Teman-temanKu, Ku Sungguh Tidak Perduli Lagi, Aku Sungguh Tidak Tahan Lagi, Akhirnya IbuKu Tidak Menyangka Apa Yang KuRasakan Selama Ini, Aku Pun Hanya Bisa Cerita Sambil Terus Saja Menangis, Setelah Aku Lelah, Akhirnya Aku Pun Tenang, Aku Pun Bilang Pada IbuKu Untuk Membiarkan DiriKu sendirian, Pikiran Dan HatiKu Sungguh Sudah Kosong Sama Sekali, Aku Pun Merasa Tidak Ingin Hidup Lagi, Sekarang Aku Paham Artinya Mencintai Orang Hingga Ingin Mati, Aku Pun Lalu Memukul Tembok Dan Mengatakan Kenapa Aku Ini Sangat Bodoh sekali, Seharusnya sejak Awal Aku Sudah Sadar, Yang Namanya Kesempatan Kedua Itu Tidak Ada Sama sekali, Ku Pun Lalu Berkata Pada HAtiKu, Kali Ini Sungguh Aku Akan Membekukan PerasaanKu Dan KuTutup Pintu HatiKu Rapat-rapat, Sehingga Tidak Ada Yang Bisa Masuk Lagi, Ku Hanya Akan Menunggu Saja, Aku Juga Sadar, BagiKu Aku Tidak Akan Mengenal Lagi Yang Namanya Kejujuran Dan Ketulusan, Karena Semua Hal Itu Tidak Ada Gunanya, Sama Seperti Harapan, Semua Hal Itu Juga Sebenarnya Tidak Pernah Ada, Ku Juga Berjanji, Ku Tidak Akan Menangis Lagi Dan Akan KuBuang Semua Emosi Di HatiKu, Sama Dengan Yang Dulu Pernah Coba Ingin KuBuang, Sungguh Ternyata Selama Ini Engkau Tidak Pernah Sadar Akan PerasanKu Dan Seriusnya DiriKu Dan Arti CintaKu Padamu, Ku Pun Tidak Bisa Berkata Apa-apa Lagi, Segala Kejujuran Dan PerasaanKu Telah KuTunjukkan Dan Kukatakan Semua, Tapi 1 Hal, Ku Sungguh Sangat Berterima Kasih Sekali PadaMu Dan Maaf Atas SikapKu Selama Ini

(Walau Engkau Tidak Pernah Punya Perasaan PadaKu SedikitPun, Aku Hanya Bisa Mengatakan, Aku Akan Tetap MenungguMu, Ku Tidak Akan Melakukan Apa Pun Atau Pun Menganggumu, Ku Hanya Akan Menunggu Sampai Aku DiButuhkan, Aku Mau Kau Tahu, DiSaat Kau Merasa Kau Hanya Seorang Diri Dan Tidak Memiliki Siapa-siapa Lagi, Kau Masih Memiliki Aku Yang Akan Tetap Setia Menunggu, Karena BagiKu, Inilah Arti CintaKu, Ku Tahu Untuk DiCintai Seseorang Itu Memang Sulit, Tapi Ini Adalah Cinta Yang Ku Perjuangkan Dengan HidupKu, Ku Hanya Akan Menunggu Selamanya, IniLah JanjiKu Dan Aku Sungguh MencintaiMu Dengan HidupKu Dan Ku Tidak Pernah Mengharapkan Yang Terbaik, Karena Aku Pun Bukan Orang Yang Terbaik)

No comments: