Yah Kembali Hari Yang Biasa BagiKu, Semalam Sebelum Aku Tidur, Aku Tiba-tiba Saja Mendapat Sebuah SMS Yang Mengucapkan Maaf Dan Selamat Tinggal PadaKu, Ku Pun Tidak Tahu Siapa Yang SMS, Saat Ku Tanya, Ternyata Itu Adalah Teman SMAKu Sendiri, Setelah Aku Tahu Siapa Orang Yang SMS Aku, Aku Pun Tidak Perduli Dan Tidak Mau Membalas Lagi SMS Itu, Karena Tidak Ada Gunanya Dan Menganggu Orang Yang Mau Tidur Saja, Karena Ku Tahu, SMS Itu Hanyalah SMS Yang Tidak Jelas, Maka Lebih Baik AkuPun Tidur.
Saat Aku Bangun Pada Pagi Hari, Aku Sadar, Saat Aku Tidur Semalam, Ternyata Aku Memimpikan Dia, Aku Bermimpi Kalau Sesuatu Telah Terjadi Di Kosnya, Aku Yang Seharusnya Sudah Tidak Perduli, Tiba-tiba Malah Merasa Sangat Cemas Sekali Dan Khawatir Padanya, Tidak KuSangka, Aku Yang Telah Membuang Segalanya, Ternyata Masih Bisa Merasakan Cemas Dan Khawatir Dalam MimpiKu, Sungguh Aneh Dan Aku Pun Sadar, Itu Kan Hanya Mimpi, Tapi Jujur, Dalam HatiKu, Aku Ingin SMS Dia Untuk Tahu Kabarnya, Tapi Aku Mengingatkan DiriKu Bahwa Aku Sudah Membuang Segalanya Dan Membekukan Hatinya, Lagi Pula Mimpiku Itu Kan Bukan Apa-apa, Hanya Mimpi Toh, Yah Lalu Aku Pun Bangun Dan Membaca Koran, Lalu Beberapa Saat Kemudian, Aku Pun Mandi Dan Siap-siap Untuk Pergi Ke Rumah TemanKu, Saat Aku Mau Mandi, Aku Melihat AyahKu Sendirian Sedang Diam Dan Melamun Di Depan Rumah, Hmm...Kadang-kadang Aku Merasa, Dalam Beberapa Hal, Aku Ini Ternyata Mirip Dengan AyahKu Yah, Tetapi Sayangnya Sekarang Sudah Berbeda, Karena Aku Adalah Orang Yang Tanpa Perasaan Sekarang, Yah TahuLah, KuBiarkan Saja AyahKu Melamun Sendirian, Lebih Baik Aku Mandi Lalu Pergi Ke Rumah TemanKu, Lalu Selesai Mandi Aku Pun Makan Dulu, Sebenarnya Aku Masih Merasa Tidak Ingin Makan, Tapi Ku Terpaksa Mau Tidak Mau, Lalu Saat Aku Ingin Pergi, Kali Ini Pesan IbuKu Tidak Seperti Sebelumnya, Yaitu Untuk Jangan Lupa Makan, Nanti Malah Sakit Lagi, Aku Pun Bilang, Sudah Berapa Kali Aku Katakan, Yah Aku Sama Sekali Tidak Perduli.
Yah Lalu Aku Pun Pergi Dan Saat Di Jalan, Aku Merasa Sangat Berat Sekali, Sungguh Rasanya Aku Ingin Mengakhiri HidupKu Saja Di Jalan, Karena Aku Merasa Tidak Sanggup Lagi, Tapi Sayangnya Kenapa DiriKu Tidak Memiliki Keberanian SedikitPun, Ku Pun Terus Bertanya Dalam DiriKu, Kenapa Tidak Ada Keberanian Dalam DiriKu Untuk Melakukannya?? KapanKah Keberanian Itu Akan Muncul?? Tanpa Sadar Aku Pun Melamun Dan Hampir Saja Menabrak Mobil, Habis Mobil Itu Muncul Mendadak Juga, Jujur Jika Mau KuKatakan, Sebenarnya Aku Mulai Tidak Sanggup Lagi Untuk Bersikap Seperti Ini Dan Terus Membohongi DiriKu Dengan Mengatakan, Aku Ini Tidak Memiliki Perasaan Dan Telah Menghilangkan Semuanya, Sebenarnya Ku Masih Memiliki HatiKu Dan Masih Saja Terus Memikirkan Dia, Tapi Aku Terus Memaksakan HatiKu Untuk Bersikap Seolah-olah Aku Ini Sudah Membekukan Seluruh HatiKu Dan Membuang seluruh PerasaanKu, Ku Berusaha Menjadi Orang Yang Kejam Dan Tidak Perduli Pada ApaPun Juga, Selama Beberapa Hari Ini, Ku Terus Saja Memaksakan SikapKu Saat Ini, Ku Berusaha Menahan Semua EmosiKu, Ku Sungguh Mulai Tidak Sanggup Lagi Jika Aku Harus Terus Seperti Ini, Tapi Ku Tidak Bisa Apa-apa Dan Harus Terus Memaksakan DiriKu Hingga DiriKu Betul-betul Membekukan Hati Ini Dan Membuang Segalanya, Hingga Akhirnya Aku Pun Terbiasa Dengan Perasaan Ini, Jujur Aku Pun Sedih, Jika Dapat Berteriak, HatiKu Ingin Berkata, "AKU INGIN MENJADI DIRI SENDIRI!!!", Ku Sungguh Tidak Mau Berubah Menjadi Orang Yang Dingin, Melupakan Orang-orang SekitarKu Dan Melupakan Dia, Tetapi Aku Harus, Karena Dia MemintaKu Untuk Melupakan Dia, Ku Pun Hanya Bisa Menyalahkan DiriKu, Kenapa Aku DiLahirkan Untuk Memiliki Hati Yang Setia Pada Seseorang, Kenapa Aku Tidak Bisa Seperti Orang Lain Yang Bisa Berkhianat Pada Orang Lain Dan Tidak Perduli Apa Itu Kesetiaan, Kenapa Aku Yang Harus Mengenal Kata Setia, Padahal Kesetiaan Itu Hanya Akan Menyakiti DiriKu Sendiri Saja Dan Di Jaman Sekarang Ini, Kesetiaan Itu Sudah Tidak Diperlukan Karena Tidak Berguna, Kenapa Harus Aku?? Dan Aku Seperti Ini?? Kenapa??
Ku Terus Bertanya Hingga PerasaanKu Merasa Kosong Dan Akhirnya Aku Sampai Di Rumah TemanKu, Aku Pun Berusaha Untuk Menjaga Agar Ku Tidak Terlihat Seperti Perasaan, Ku Berusaha Menyembunyikan Semua Hal Itu, Lalu Aku Pun Pergi Ke Kamar TemanKu Dan Melihat E-mailKu, Ternyata Saat Ku Buka, Ada Pesan Bahwa Ada Yang Meninggalkan Komentar Pada BlogKu, Saat KuLihat, Ternyata Itu Dari Teman-temanKu, Saat Ku Baca, Dalam DiriKu Merasa Sedih sekali, Kenapa Mereka Harus Berkomentar Seperti Itu, Maaf Ku Bukannya Tidak Mau Tersenyum, Tapi Aku Sudah Tidak Tahu Bagaimana Aku HArus Tersenyum Lagi, Yah Terserahlah Jika Profile Di BlogKu Dan DiriKu Sekarang Ini Berbeda, BagaimanaPun Juga Aku Yang sekarang Adalah Aku Yang Telah Membuang Segalanya, Ku Tidak Perduli Lagi ApaPun Komentar Orang PadaKu Dan Aku Bukannya Tidak Mau Berubah, sekarang Aku Pun Mencoba Untuk Merubah DiriKu, Teman-temanKu, Lebih Baik Kalian Lupakan Sajalah Aku Ini, Anggap Saja Aku Ini Tidak Pernah Ada, Aku Ini Bukanlah Teman Yang Baik Untuk Kalian, Aku Pun Tidak Pernah Pantas Menjadi Teman Kalian, Mungkin Seharusnya Hal Ini Sudah KuLakukan sejak Dulu Dan Tidak Seharusnya Kalian Berteman DenganKu, KuMohon LupakanLah Aku, Sebelum Kalian Merasa Sakit Hati Akan SikapKu Saat Ini, Mungkin sekarang Ini Tidak, Tapi Aku Takut, Jika Suatu Hari Nanti Aku Tanpa Sengaja Akan Menyakiti Kalian Semua Dan Aku Pun Tidak Sadar, Percayalah PadaKu, Sejak Awal Aku Ini Tidak Pernah Ada Untuk Kalian, Aku Ini Hanyalah Orang Aneh Dengan Perasaan Dan Sikap Yang suka Berubah-ubah Yang Kalian Kenal, Jujur Saja, Selama Ini Aku Selalu Saja Mengikuti Dan Memahami Orang Lain, Karena Aku Ingin DiTerima Dan Dianggap Ada, Ku Selalu Membohongi DiriKu Dengan Mengikuti Kemauan Orang Lain, Sehingga Aku Pun Tidak Pernah Menjadi DiriKu Sendiri Dan Tidak Pernah Menemukan Jati DiriKu, Tapi Ku Sungguh Sangat Berterima Kasih Pada Kalian Semua, Di Saat Aku Masih Merasa HatiKu Ada Saat Ini, Ku Sungguh Hanya Bisa Meminta Maaf Pada Kalian Semua, Semoga Kalian Tidak Akan Mendapatkan Teman Seperti Aku Ini Lagi, Maaf...
Setelah Membaca Komentar UntukKu, AKu Pun Terus Merasa Bersalah Dan Akhirnya Malah Aku Ngobrol Dengan TemanKu Tentang Berbagai Hal, Yah Sesekali Pun Kami Membahas Metode Untuk Skripsi Kami Yang DiRasa Sepertinya Selama Ini Kami Sudah Salah Mengerti, Lalu Tidak Lama Kemudian, TemanKu Pun Tidur Dan Aku Pun Hanya Diam Saja Tidak Melakukan ApaPun Juga, Yah Ku Hanya Melamun Saja Tanpa Ada Niat MauPun Semangat Mengerjakan SkripsiKu, Sampai Akhirnya TemanKu Bangun Dan Menjemput TemanKu Yang Lain, Yah Sambil Menunggu Mereka Datang, Aku Pun Tidak Melakukan ApaPun, Hanya Berbaring Saja, Saat Mereka Datang, Kami Pun Sempat Membahas Dan Mencari Bahan sebentar Tentang Skripsi Kami, Lalu Kami Malah Mengobrol, Yah Sudahlah, Ku Pun Terus Mencoba Menjaga DiriKu Agar Tidak Terlalu Terlihat Berperasaan, Saat Ada Hal Lucu, WalauPun Aku Ingin Tertawa, Aku Pun Mencoba Menahan DiriKu Dan Menganggap Hal Itu Aneh, Lalu Tidak Terasa Jam Pun Sudah Menunjukkan Jam 11 Malam, TemanKu Malah Masak Mie Karena Lapar Dan Aku Pun Bilang, Setelah Makan Mie, Kita Pulang, Lalu TemanKu Bertanya, Kenapa Tidak Menginap Saja, Apalagi Sudah Malam, Aku Tidak Mau, Mungkin Tidak Untuk Hari Ini, Yah Mungkin Besok KataKu, Lalu Sambil Menunggu TemanKu Menghabiskan Makanannya, Teman SMAKu Ternyata MeneleponKu Untuk Minta Bantuan, Yah Aku Sungguh Tidak Tahu Harus Bicara Apa, Jika Aku Sungguh Telah Membuang Segalanya, Aku Akan Lansung Bilang Tidak Dan Untuk Apa Perduli, Toh Itu Adalah Masalah Dia, Tapi Aku Sadar Kalau Aku Ini Masih Memiliki Sedikit Hati, Ku Hanya Bisa Bilang, Yah Nanti Saja Jika Aku Sudah Di Rumah, Ku Tidak Tahu Apakah Aku Akan Membantunya Apa Tidak, Lalu Aku Pun Pulang Dengan TemanKu, Saat Di Jalan, Kembali TemanKu Berbicara Hal Yang Tidak DiPerlukan, TemanKu MemintaKu Untuk Coba Membuka HatiKu Lagi, Lalu KuBilang, Ku Sungguh Tidak Bisa, Sudah Berkali-kali Saat Aku Menutup HatiKu, Aku Mencoba Membukanya Lagi, Tapi Semakin Lama Semakin Menyakitkan, Lagi Pula Kepada Siapa Lagi Ku Harus Membuka HatiKu Ini?? Setiap Ku Mencoba Membuka HatiKu, Ku Selalu Ingin Coba Untuk Percaya Dan Berharap, Tapi Sayangnya Harapan Itu Tidak Nyata Dan Tidak Pernah Ada, Seandainya TemanKu Itu Tahu Apa Saja Yang KuAlami Dan KuRasakan Selama Ini, Ku Tidak Seperti TemanKu Yang selalu DiSukai Orang, Kalau Aku Harus Selalu Membuat Orang MenyukaiKu, Karena Jika Aku Menjadi Diri Sendiri, Tidak Ada Yang Menyukai Dan MenerimaKu, Sungguh Berat Rasanya, Lalu Saat Menyukai Seseorang, Orang Itu Selalu MenolakKu Dan Selalu Berkata Mungkin Dia Bukan Yang Terbaik UntukKu, Setiap Orang selalu Saja Berkata Seperti Itu, Tiap Aku Menemukan Orang Lain, Kembali Aku Mendapat Kata-kata Seperti Itu, Mau Sampai Kapan?? Jika Tiap Orang Yang KuSukai Itu Selalu Merasa Bahwa Dirinya Bukan Yang Terbaik, Makanya Aku Tidak Pernah Mau Mencari Yang Terbaik, Karena Aku Sendiri BukanLah Orang Yang Terbaik, Tahukah Makna Kata "Terbaik" Itu??, Yang Terbaik Itu Tidak Akan Pernah Ada, Jika Kita Tidak Pernah Puas Dengan Yang Ada, Bahkan Sampai MenikahPun, Jika Kita Merasa Pasangan Kita Adalah Yang Terbaik, Tapi Tiba-tiba Terjadi sesuatu Hal Dan Akhirnya Berpisah, Maka Yang Bisa DiKatakan, Pasti Mungkin Dia Bukan Yang Terbaik, Jika Mencari Yang Terbaik, Maka Tiada Akhirnya, Apakah Ada Yang Akan MenerimaKu Apa Adanya Suatu Saat Nanti??, Ku Sungguh Tidak Tahu Lagi Apa Itu Yang Terbaik Dan Siapa Yang Terbaik, Ku Pun Sungguh Tidak Tahu Bagaimana Harus Membuka HAti Ini Lagi, Sungguh...T.T
Lalu Aku Pun Pulang Dan Terus Bertanya Dalam Hati, Apakah Aku Sungguh Harus Membuka HatiKu Lagi?? Tapi Bagaimana?? Tuhan Apakah Aku Harus Kembali Percaya Harapan Itu Ada, Padahal Sudah Nyata Bahwa Harapan Itu Tidak Pernah Ada SedikitPun, Ku Sungguh-sungguh Tidak Tahu Dan Menjadi Bingung, Mungkin Lama-lama Aku Malah Bisa Jadi Gila Sendiri Aaahh....Ku Sungguh Tidak Tahan, Lalu Saat Sampai Di rumah, Aku Hanya Bisa Mandi Dan Lalu Menulis Blog, Padahal IbuKu Terus Memarahi Aku Untuk Makan, Karena Aku Belum Makan, Aku Pun Sungguh Sudah Tidak Perduli Dan Ku Hanya Bisa Bilang, SudahLah...
Yah Mungkin Lebih Baik Aku Tidur Sekarang Ini, Apalagi Tidak Ada Lagi Hal Yang Ingin KuLakukan, Ku Hanya Bisa Tidur Dan Tidak Tahu Apa Yang Akan Terjadi Pada HatiKu Lagi Besok.
Saat Aku Bangun Pada Pagi Hari, Aku Sadar, Saat Aku Tidur Semalam, Ternyata Aku Memimpikan Dia, Aku Bermimpi Kalau Sesuatu Telah Terjadi Di Kosnya, Aku Yang Seharusnya Sudah Tidak Perduli, Tiba-tiba Malah Merasa Sangat Cemas Sekali Dan Khawatir Padanya, Tidak KuSangka, Aku Yang Telah Membuang Segalanya, Ternyata Masih Bisa Merasakan Cemas Dan Khawatir Dalam MimpiKu, Sungguh Aneh Dan Aku Pun Sadar, Itu Kan Hanya Mimpi, Tapi Jujur, Dalam HatiKu, Aku Ingin SMS Dia Untuk Tahu Kabarnya, Tapi Aku Mengingatkan DiriKu Bahwa Aku Sudah Membuang Segalanya Dan Membekukan Hatinya, Lagi Pula Mimpiku Itu Kan Bukan Apa-apa, Hanya Mimpi Toh, Yah Lalu Aku Pun Bangun Dan Membaca Koran, Lalu Beberapa Saat Kemudian, Aku Pun Mandi Dan Siap-siap Untuk Pergi Ke Rumah TemanKu, Saat Aku Mau Mandi, Aku Melihat AyahKu Sendirian Sedang Diam Dan Melamun Di Depan Rumah, Hmm...Kadang-kadang Aku Merasa, Dalam Beberapa Hal, Aku Ini Ternyata Mirip Dengan AyahKu Yah, Tetapi Sayangnya Sekarang Sudah Berbeda, Karena Aku Adalah Orang Yang Tanpa Perasaan Sekarang, Yah TahuLah, KuBiarkan Saja AyahKu Melamun Sendirian, Lebih Baik Aku Mandi Lalu Pergi Ke Rumah TemanKu, Lalu Selesai Mandi Aku Pun Makan Dulu, Sebenarnya Aku Masih Merasa Tidak Ingin Makan, Tapi Ku Terpaksa Mau Tidak Mau, Lalu Saat Aku Ingin Pergi, Kali Ini Pesan IbuKu Tidak Seperti Sebelumnya, Yaitu Untuk Jangan Lupa Makan, Nanti Malah Sakit Lagi, Aku Pun Bilang, Sudah Berapa Kali Aku Katakan, Yah Aku Sama Sekali Tidak Perduli.
Yah Lalu Aku Pun Pergi Dan Saat Di Jalan, Aku Merasa Sangat Berat Sekali, Sungguh Rasanya Aku Ingin Mengakhiri HidupKu Saja Di Jalan, Karena Aku Merasa Tidak Sanggup Lagi, Tapi Sayangnya Kenapa DiriKu Tidak Memiliki Keberanian SedikitPun, Ku Pun Terus Bertanya Dalam DiriKu, Kenapa Tidak Ada Keberanian Dalam DiriKu Untuk Melakukannya?? KapanKah Keberanian Itu Akan Muncul?? Tanpa Sadar Aku Pun Melamun Dan Hampir Saja Menabrak Mobil, Habis Mobil Itu Muncul Mendadak Juga, Jujur Jika Mau KuKatakan, Sebenarnya Aku Mulai Tidak Sanggup Lagi Untuk Bersikap Seperti Ini Dan Terus Membohongi DiriKu Dengan Mengatakan, Aku Ini Tidak Memiliki Perasaan Dan Telah Menghilangkan Semuanya, Sebenarnya Ku Masih Memiliki HatiKu Dan Masih Saja Terus Memikirkan Dia, Tapi Aku Terus Memaksakan HatiKu Untuk Bersikap Seolah-olah Aku Ini Sudah Membekukan Seluruh HatiKu Dan Membuang seluruh PerasaanKu, Ku Berusaha Menjadi Orang Yang Kejam Dan Tidak Perduli Pada ApaPun Juga, Selama Beberapa Hari Ini, Ku Terus Saja Memaksakan SikapKu Saat Ini, Ku Berusaha Menahan Semua EmosiKu, Ku Sungguh Mulai Tidak Sanggup Lagi Jika Aku Harus Terus Seperti Ini, Tapi Ku Tidak Bisa Apa-apa Dan Harus Terus Memaksakan DiriKu Hingga DiriKu Betul-betul Membekukan Hati Ini Dan Membuang Segalanya, Hingga Akhirnya Aku Pun Terbiasa Dengan Perasaan Ini, Jujur Aku Pun Sedih, Jika Dapat Berteriak, HatiKu Ingin Berkata, "AKU INGIN MENJADI DIRI SENDIRI!!!", Ku Sungguh Tidak Mau Berubah Menjadi Orang Yang Dingin, Melupakan Orang-orang SekitarKu Dan Melupakan Dia, Tetapi Aku Harus, Karena Dia MemintaKu Untuk Melupakan Dia, Ku Pun Hanya Bisa Menyalahkan DiriKu, Kenapa Aku DiLahirkan Untuk Memiliki Hati Yang Setia Pada Seseorang, Kenapa Aku Tidak Bisa Seperti Orang Lain Yang Bisa Berkhianat Pada Orang Lain Dan Tidak Perduli Apa Itu Kesetiaan, Kenapa Aku Yang Harus Mengenal Kata Setia, Padahal Kesetiaan Itu Hanya Akan Menyakiti DiriKu Sendiri Saja Dan Di Jaman Sekarang Ini, Kesetiaan Itu Sudah Tidak Diperlukan Karena Tidak Berguna, Kenapa Harus Aku?? Dan Aku Seperti Ini?? Kenapa??
Ku Terus Bertanya Hingga PerasaanKu Merasa Kosong Dan Akhirnya Aku Sampai Di Rumah TemanKu, Aku Pun Berusaha Untuk Menjaga Agar Ku Tidak Terlihat Seperti Perasaan, Ku Berusaha Menyembunyikan Semua Hal Itu, Lalu Aku Pun Pergi Ke Kamar TemanKu Dan Melihat E-mailKu, Ternyata Saat Ku Buka, Ada Pesan Bahwa Ada Yang Meninggalkan Komentar Pada BlogKu, Saat KuLihat, Ternyata Itu Dari Teman-temanKu, Saat Ku Baca, Dalam DiriKu Merasa Sedih sekali, Kenapa Mereka Harus Berkomentar Seperti Itu, Maaf Ku Bukannya Tidak Mau Tersenyum, Tapi Aku Sudah Tidak Tahu Bagaimana Aku HArus Tersenyum Lagi, Yah Terserahlah Jika Profile Di BlogKu Dan DiriKu Sekarang Ini Berbeda, BagaimanaPun Juga Aku Yang sekarang Adalah Aku Yang Telah Membuang Segalanya, Ku Tidak Perduli Lagi ApaPun Komentar Orang PadaKu Dan Aku Bukannya Tidak Mau Berubah, sekarang Aku Pun Mencoba Untuk Merubah DiriKu, Teman-temanKu, Lebih Baik Kalian Lupakan Sajalah Aku Ini, Anggap Saja Aku Ini Tidak Pernah Ada, Aku Ini Bukanlah Teman Yang Baik Untuk Kalian, Aku Pun Tidak Pernah Pantas Menjadi Teman Kalian, Mungkin Seharusnya Hal Ini Sudah KuLakukan sejak Dulu Dan Tidak Seharusnya Kalian Berteman DenganKu, KuMohon LupakanLah Aku, Sebelum Kalian Merasa Sakit Hati Akan SikapKu Saat Ini, Mungkin sekarang Ini Tidak, Tapi Aku Takut, Jika Suatu Hari Nanti Aku Tanpa Sengaja Akan Menyakiti Kalian Semua Dan Aku Pun Tidak Sadar, Percayalah PadaKu, Sejak Awal Aku Ini Tidak Pernah Ada Untuk Kalian, Aku Ini Hanyalah Orang Aneh Dengan Perasaan Dan Sikap Yang suka Berubah-ubah Yang Kalian Kenal, Jujur Saja, Selama Ini Aku Selalu Saja Mengikuti Dan Memahami Orang Lain, Karena Aku Ingin DiTerima Dan Dianggap Ada, Ku Selalu Membohongi DiriKu Dengan Mengikuti Kemauan Orang Lain, Sehingga Aku Pun Tidak Pernah Menjadi DiriKu Sendiri Dan Tidak Pernah Menemukan Jati DiriKu, Tapi Ku Sungguh Sangat Berterima Kasih Pada Kalian Semua, Di Saat Aku Masih Merasa HatiKu Ada Saat Ini, Ku Sungguh Hanya Bisa Meminta Maaf Pada Kalian Semua, Semoga Kalian Tidak Akan Mendapatkan Teman Seperti Aku Ini Lagi, Maaf...
Setelah Membaca Komentar UntukKu, AKu Pun Terus Merasa Bersalah Dan Akhirnya Malah Aku Ngobrol Dengan TemanKu Tentang Berbagai Hal, Yah Sesekali Pun Kami Membahas Metode Untuk Skripsi Kami Yang DiRasa Sepertinya Selama Ini Kami Sudah Salah Mengerti, Lalu Tidak Lama Kemudian, TemanKu Pun Tidur Dan Aku Pun Hanya Diam Saja Tidak Melakukan ApaPun Juga, Yah Ku Hanya Melamun Saja Tanpa Ada Niat MauPun Semangat Mengerjakan SkripsiKu, Sampai Akhirnya TemanKu Bangun Dan Menjemput TemanKu Yang Lain, Yah Sambil Menunggu Mereka Datang, Aku Pun Tidak Melakukan ApaPun, Hanya Berbaring Saja, Saat Mereka Datang, Kami Pun Sempat Membahas Dan Mencari Bahan sebentar Tentang Skripsi Kami, Lalu Kami Malah Mengobrol, Yah Sudahlah, Ku Pun Terus Mencoba Menjaga DiriKu Agar Tidak Terlalu Terlihat Berperasaan, Saat Ada Hal Lucu, WalauPun Aku Ingin Tertawa, Aku Pun Mencoba Menahan DiriKu Dan Menganggap Hal Itu Aneh, Lalu Tidak Terasa Jam Pun Sudah Menunjukkan Jam 11 Malam, TemanKu Malah Masak Mie Karena Lapar Dan Aku Pun Bilang, Setelah Makan Mie, Kita Pulang, Lalu TemanKu Bertanya, Kenapa Tidak Menginap Saja, Apalagi Sudah Malam, Aku Tidak Mau, Mungkin Tidak Untuk Hari Ini, Yah Mungkin Besok KataKu, Lalu Sambil Menunggu TemanKu Menghabiskan Makanannya, Teman SMAKu Ternyata MeneleponKu Untuk Minta Bantuan, Yah Aku Sungguh Tidak Tahu Harus Bicara Apa, Jika Aku Sungguh Telah Membuang Segalanya, Aku Akan Lansung Bilang Tidak Dan Untuk Apa Perduli, Toh Itu Adalah Masalah Dia, Tapi Aku Sadar Kalau Aku Ini Masih Memiliki Sedikit Hati, Ku Hanya Bisa Bilang, Yah Nanti Saja Jika Aku Sudah Di Rumah, Ku Tidak Tahu Apakah Aku Akan Membantunya Apa Tidak, Lalu Aku Pun Pulang Dengan TemanKu, Saat Di Jalan, Kembali TemanKu Berbicara Hal Yang Tidak DiPerlukan, TemanKu MemintaKu Untuk Coba Membuka HatiKu Lagi, Lalu KuBilang, Ku Sungguh Tidak Bisa, Sudah Berkali-kali Saat Aku Menutup HatiKu, Aku Mencoba Membukanya Lagi, Tapi Semakin Lama Semakin Menyakitkan, Lagi Pula Kepada Siapa Lagi Ku Harus Membuka HatiKu Ini?? Setiap Ku Mencoba Membuka HatiKu, Ku Selalu Ingin Coba Untuk Percaya Dan Berharap, Tapi Sayangnya Harapan Itu Tidak Nyata Dan Tidak Pernah Ada, Seandainya TemanKu Itu Tahu Apa Saja Yang KuAlami Dan KuRasakan Selama Ini, Ku Tidak Seperti TemanKu Yang selalu DiSukai Orang, Kalau Aku Harus Selalu Membuat Orang MenyukaiKu, Karena Jika Aku Menjadi Diri Sendiri, Tidak Ada Yang Menyukai Dan MenerimaKu, Sungguh Berat Rasanya, Lalu Saat Menyukai Seseorang, Orang Itu Selalu MenolakKu Dan Selalu Berkata Mungkin Dia Bukan Yang Terbaik UntukKu, Setiap Orang selalu Saja Berkata Seperti Itu, Tiap Aku Menemukan Orang Lain, Kembali Aku Mendapat Kata-kata Seperti Itu, Mau Sampai Kapan?? Jika Tiap Orang Yang KuSukai Itu Selalu Merasa Bahwa Dirinya Bukan Yang Terbaik, Makanya Aku Tidak Pernah Mau Mencari Yang Terbaik, Karena Aku Sendiri BukanLah Orang Yang Terbaik, Tahukah Makna Kata "Terbaik" Itu??, Yang Terbaik Itu Tidak Akan Pernah Ada, Jika Kita Tidak Pernah Puas Dengan Yang Ada, Bahkan Sampai MenikahPun, Jika Kita Merasa Pasangan Kita Adalah Yang Terbaik, Tapi Tiba-tiba Terjadi sesuatu Hal Dan Akhirnya Berpisah, Maka Yang Bisa DiKatakan, Pasti Mungkin Dia Bukan Yang Terbaik, Jika Mencari Yang Terbaik, Maka Tiada Akhirnya, Apakah Ada Yang Akan MenerimaKu Apa Adanya Suatu Saat Nanti??, Ku Sungguh Tidak Tahu Lagi Apa Itu Yang Terbaik Dan Siapa Yang Terbaik, Ku Pun Sungguh Tidak Tahu Bagaimana Harus Membuka HAti Ini Lagi, Sungguh...T.T
Lalu Aku Pun Pulang Dan Terus Bertanya Dalam Hati, Apakah Aku Sungguh Harus Membuka HatiKu Lagi?? Tapi Bagaimana?? Tuhan Apakah Aku Harus Kembali Percaya Harapan Itu Ada, Padahal Sudah Nyata Bahwa Harapan Itu Tidak Pernah Ada SedikitPun, Ku Sungguh-sungguh Tidak Tahu Dan Menjadi Bingung, Mungkin Lama-lama Aku Malah Bisa Jadi Gila Sendiri Aaahh....Ku Sungguh Tidak Tahan, Lalu Saat Sampai Di rumah, Aku Hanya Bisa Mandi Dan Lalu Menulis Blog, Padahal IbuKu Terus Memarahi Aku Untuk Makan, Karena Aku Belum Makan, Aku Pun Sungguh Sudah Tidak Perduli Dan Ku Hanya Bisa Bilang, SudahLah...
Yah Mungkin Lebih Baik Aku Tidur Sekarang Ini, Apalagi Tidak Ada Lagi Hal Yang Ingin KuLakukan, Ku Hanya Bisa Tidur Dan Tidak Tahu Apa Yang Akan Terjadi Pada HatiKu Lagi Besok.
No comments:
Post a Comment