Ternyata Aku Sungguh Telah Membuang Semuanya, Kemarin Malam, Setelah Aku Menceritakan seluruh BebanKu Pada IbuKu, Aku Pun Akhirnya Lelah Karena Air Mata Yang Terus Saja Mengalir, Teman-teman SMAKu Pun Akhirnya Pulang Setelah Tanpa Sengaja Mereka Mendengar Aku Yang Sudah Tidak Tahan Lagi, Tidak Ku Sangka Aku Tidak Dapat Menahannya Lagi, Lalu Setelah Aku DiTinggal Sendirian, Aku Pun Akhirnya Memutuskan Untuk Menusuk Dan Membunuh Hati Dan PerasaanKu, Aku Pun Membekukan Seluruh PerasaanKu Pada Malam Itu, Sangat Sakit Sekali Rasanya, Tapi Aku Tidak Memiliki Pilihan Lain, Hanya Ini Yang Bisa KuLakukan, DadaKu Pun Terasa Sangat Sesak, Sambil Memegang RosarioKu, Aku Pun Terus Bertanya Pada Tuhan, "SungguhKah Di Dunia Ini Harapan Itu Tidak Ada?? Apakah Artinya Semua HarapanKu PadaMu Juga Sesungguhnya Itu Tidak Nyata Tuhan?? Kenapa Tuhan, Engkau Selalu MengajarkanKu Untuk Memiliki Harapan, Padahal Harapan Itu Tidak Nyata Dan Tidak Pernah Ada?? Kenapa??", Akhirnya Karena Kelelahan, Aku Pun Tertidur.
Pada Pagi Hari Saat Aku Bangun, Aku Merasa Kehampaan Yang Sangat Besar Sekali, Sepertinya Aku Sudah Tidak Memiliki Hati MauPun Jiwa, KepalaKu Pun Sakit Sekali, Tidak Tahu Kenapa, Aku Pun Masih Bertanya-tanya, Apakah Kemarin Aku Itu Bermimpi?? Ternyata Tidak, Semua Itu Nyata Dan semua Kata-katanya, MAsih Ada Dalam KepalaKu, Tapi Ada Satu Hal Yang KuSadari Pagi Itu, PerasaanKu Sungguh Telah Hilang, Aku Betul-betul Tidak Mengenal Lagi Sedih, Tertawa, Lucu, Kesepian, Bosan, Cinta, Kesal, Marah Dan Semua Emosi Yang Ada, Ku Telah Kehilangan Semua Itu, Dan Untuk Pertama Kalinya Sejak 6 Tahun Yang Lalu, Aku Pun Berbicara Pada KakakKu, Padahal Selama Ini Jika KakakKu Bicara Aku Pasti Menganggap Semua Itu Tidak Ada, Ternyata HatiKu Sungguh Telah Beku, EmosiKu Pun Telah Hilang Total, Sepanjang Pagi Aku Hanya Melamun Saja, Hingga IbuKu MenyuruhKu Mandi Dan Bersiapa-siap Untuk Pergi, Aku Bagaikan Sebuah Robot Yang Hanya Jalan MEngikuti Apa Yang DiKatakan Oleh Orang, Sungguh Tidak Ada Keinginan Atau Pun Perasaan Malas, Aku Pun Mandi Dan Makan Sesuai Makanan Yang Ada, Ku Memaksa DiriKu Makan WalauPun Aku Tidak Merasa Lapar, Lalu Aku Tidak Mengira, AyahKu Masih MenyuruhKu Untuk Membawa Mobil, Padahal Dari Kondisi Ku Yang Saat Ini, Bisa Saja Aku Melamun Saat Membawa Mobil Dan Benar Saja Aku Melamun, Aku Pun Tidak Tahu Jalan Dan Akan Ke Mana, Aku Hanya Mengikuti Kata-kata Dari AyahKu Saja, Saat Harus Belok, Aku Belok, Saat Ke Kanan Aku Ke Kanan, Saat Berhenti Aku Pun Berhenti, Aku Sungguh Tidak Sadar, Lalu Saat Sudah Sampai Dan Jalan, Aku Pun Jalan DiGandeng Oleh IbuKu, Sebab Aku Sungguh Tidak Tahu Mau Ke Mana, Sekali-sekali IbuKu Memukul PundakKu Untuk MengingatkanKu Untuk Tidak Melamun, Yah Aku Sadar Dan Tahu, Tapi PikiranKu Sungguh Hampa Dan Perasaan Ini Sungguh Telah Tidak Ada, Saat Jalan, AyahKu Melihat Ada Penjual Kura-kura, Aku Dulu Pernah Bilang Mau Memelihara Kura-kura, Lalu AyahKu Bertanya, Mau Pelihara?? Aku Hanya Bisa Menjawab Tidak, Sebab semua KeinginanKu Sudah Hilang, KeinginanKu Untuk ApaPun Telah Hilang Semua, Lalu Aku Pun Terus Jalan Mengikuti KeluargaKu, Sepanjang Jalan, IbuKu Bilang Untuk Jangan Memasang Wajah Murung, Aku Pun Bingung Harus Wajah Seperti Apa Yang KuPasang, Ku Sungguh Tidak Memiliki Emosi Maupun Perasaan Lagi, Aku Telah Membuang Semua Itu, Lalu IbuKu Pun MenyuruhKu Untuk Memilih Baju Untuk Natal, Aku Sama Sekali Tidak Punya Keinginan Untuk Memilih Baju Atau Mencari Baju Baru, Maka Aku Pun Menjawab Tidak, Ayah Dan IbuKu Memilihkan Semua Baju Yang Kira-kira Aku Suka, Aku Tetap Menjawab Tidak, Karena Aku Sudah Tidak Tahu Lagi, Baju Yang KuSuka Itu seperti Apa, Sungguh Ku Tidak Tahu, Akhirnya Setelah IbuKu Mendapatkan Baju Yang DiCari, Kami Pun Pergi Mencari Makan Siang, Pada Saat Itu Kami Pergi Ke Tempat Makan Dan Makan Makanan Yang Paling Aku Suka, Tapi Aneh, Saat Aku Makan, Aku Tidak Menikamtinya Dan Aku Tidak Dapat Merasakan Rasanya, Makanan Itu Terasa Kosong Sama Sekali, Biasa Aku Bisa Makan Sampai 2 Kali, Tapi Kali Ini Aku Harus Memaksa Makanan Itu Untuk Masuk Ke MulutKu Sedikit Demi Sedikit, Seperti Aku Memakan Makanan Yang Sangat KuBenci Atau Pun Memakan Kotoran, Aku Memaksa Semuanya Dan Ku Telan semuanya, Sampai Aku Merasa Ingin Muntah Dan PerutKu Tidak Mau Menerimanya, Tapi Akhirnya Aku Berhasil Menghabiskannya, Mau Tidak Mau, Lalu Setelah Itu Kami Lanjut Pergi Ke Tempat Belanja, IbuKu Sengaja Mengajak Pergi Ke Mana Saja, Agar Aku Lelah Dan Tidak Memikirkan Apa-apa, Tapi semua Itu Tidaklah Berpengaruh BagiKu, "Maaf Ma...", Perasaan Ini Sungguh Telah Hilang Dan Aku Sungguh Tidak Memiliki Keinginan Apa-apa Lagi, Ku Tidak Mau Memikirkan Apa Yang akan Terjadi Pada HAri Esok, Sekarang MauPun Yang Telah Lalu, Aku Pun Tidak Bisa Menilai Apa-apa Lagi Menggunakan PerasaanKu, Sekarang Aku Hanya Bisa Mengunakan LogikaKu Dalam Berpikir, Ku Telah Menjadi Manusia Tanpa Perasaan Dan Emosi, Karena Semua Itu Telah KuBuang Sungguh-sungguh, Tidak Akan KuUlangi KesalahanKu Yang Dulu Lagi, Saat Belanja, Kakak Dan AdikKu Mengambil Semua Makanan Dan Barang Yang Mereka Mau, Saat IbuKu Juga MenyuruhKu Mengambil, Aku Kembali Menjawab, Tidak, Sebab Aku Tidak Ingin Apa-apa, Sama Sekali Tidak Mau Apa-apa, Aku Jalan Pun Hanya Mengikuti KeluargaKu, Lalu Tiba-tiba Kami Melihat Pohon Natal, IbuKu Lalu Menawarkan Apakah Aku Mau?? Sebab Di RumahKu, Tidak Pernah Ada Pohon Natal Hingga Saat Itu, Yah Itu DiMaklumkan Saja, KArena Yang Merayakan Natal Hanya Aku, Kakak, Dan AdikKu Saja, Iya Sejak Dulu Aku Memang Ingin Sekali Memiliki Pohon Natal, Dimana Aku Tiap Tahun Bisa Mencari Hiasannya Dan Menghiasnya Sendiri, Ku Paling Suka Melihat Pohon Natal Putih Dan Aku Ingin sekali, Tapi Sayang, Saat IbuKu Menawarkan, Aku Bilang Tidak, sebab Keinginan Itu Semua Telah Hilang, Ku Sungguh Telah DiSadarkan, Bahwa Aku Tidak Boleh Bermimpi Lagi, Harapan Itu Tidak Ada Dan Tidak Nyata, Maka Kami Pun Terus Jalan Hingga Akhirnya Memutuskan Untuk Pulang, Saat Mau Pulang, AyahKu Kembali Mengajak Makan, Maka Kami Pun Mampir Di Tempat Makan Yang Biasa Teman-temanKu sering Ajak, Sama Seperti Tadi Siang, Aku Sungguh Tidak Dapat Menikmati MakananKu Dan Akhirnya Aku Tidak Menghabiskan MakananKu, LAlu Kami Pun Pulang, Sampai Di Rumah, Aku Pun Lansung Mandi Dan Tidur, KepalaKu Sudah Terasa Sakit Sekali, Aku Tidak Tahu Kenapa, Lalu Beberapa Jam Kemudian, Aku Pun Bangun, BadanKu Rasanya Seperti Demam, Yah Mungkin Karena Masuk Angin Atau Apa, Aku Pun Sudah Tidak Perduli, Karena Aku Tidak Dapat Merasakan Apa-apa Juga, Lalu Dengan Tubuh Yang Agak Lemas, Aku Pun Menulis Blog, Saat Aku Menulis, IbuKu Tiba-tiba Naik Dan MenawariKu Roti, Aku Bilang Saja, Aku Sedang Tidak Mau Makan, Setelah Menulis Aku Ingin Tidur Lagi, Kembali IbuKu MengingatKanKu Untuk Tidak sedih Lagi Dan Jangan Memikirkan Hal Yang Telah Lewat, Aku Hanya Bisa Menjawab Iya, Karena Dalam Hati Dan PikiranKu, Aku Pun Sungguh Tidak Tahu Mau Memikirkan Apa Lagi, Aku Sungguh Tidak Tahu, Sedih Itu Bagaimana?? Aku Sungguh Tidak Tahu Apa-apa Lagi, Semua EmosiKu Hilang Begitu Saja, Tanpa Tersisa.
Sepanjang Hari Aku Melamun, Kata-kata Dia Yang Paling KuIngat Adalah "Dia Sangat Sayang sekali Pada Mantannya", Jika Aku Ingat Hal Itu, Aku Ingin Sekali Iri, Karena Sebenarnya Laki-laki Itu Sangat Beruntung Sekali Dapat DiSayang Oleh Dia, Tapi Kenapa Pada Akhirnya Mereka Harus Putus, Apakah Laki-laki Itu Tidak Sadar Akan Keberuntungannya?? Yah Aku Pun Tidak Bisa Iri, Karena Aku Sudah Lupa Rasanya Iri Itu Seperti Apa Dan Aku Pun Sudah Tidak Perduli, Aku Juga Sadar, Orang Yang Tidak Pernah DiCintai, Tidak Pantas Menyebut Cinta Pada Orang Lain, Karena Orang Itu Tidak Mengenal Cinta Sama sekali, Yah Mungkin Selama Ini Aku Sangat Tidak Pantas Menyebut Cinta Padanya Dan Ingin Hidup Bersamanya, Karena Aku Sama sekali Tidak Pernah Mengenal Cinta Itu Seperti Apa, Yah Aku Tidak Tahu Dan Tidak Akan Pernah Tahu, Karena Aku Telah Membekukan Seluruh HAtiKu, Seluruh EmosiKu Telah KuBuang Jauh-jauh, Selain Itu Aku Juga Bingung, Kenapa Orang Yang KuSuka, Selalu Bilang Untuk PadaKu Untuk Memperhatikan Orang-orang SekelilingKu, Padahal Selama Ini Aku Selalu Memperhatikan Mereka, Saat KeluargaKu Ada Apa-apa, Aku Pasti Cemas, Aku Pun Sadar Mereka MencintaiKu, Makanya Aku Sudah Cukup Senang, Aku Juga Tahu Teman-temanKu Sangat Perhatian PadaKu, Aku Pun Perhatian Pada Mereka, AKu Akan Selalu Ada Dan Membantu Mereka KapanPun Mereka MembutuhkanKu, WalauPun Banyak Orang Di SekelilingKu Yang MenyakitiKu, Tapi Aku Tetap Memeperhatikan Mereka Dan Tidak Menyimpan Perasaan Malas Atau Dendam Pada Mereka, Sungguh aku Tidak Paham, Apakah Orang-orang DiSekelilingKu Kurang Puas Dengan PerhatianKu Selama Ini, Ku Harus Seperti Apa Lagi Kepada Mereka Semua?? Ku Sungguh Tidak Tahu Dan Tidak Perduli Lagi, Karena Mulai Saat Ini Aku Pun Sudah Tidak Memiliki Perasaan Lagi Dan Juga Harapan, Karena Harapan Itu Tidak Pernah Ada Dan Nyata, Semua Perasaan Dan Keinginan Ku Pun Sebenarnya Tidak Nyata Dan Tidak Pernah Ada, Aku Hanya Menipu DiriKu Saja Selama Ini. Yah Lebih Baik Aku Tidur Saja sekarang, Karena Sudah Tidak Ada Yang akan KuLakukan Lagi, Ku Sudah Tidak Perduli Pada ApaPun Juga, BagiKu Waktu HanyaLah Bagian Dari HidupKu Yang Membuat Aku Tetap Hidup Sampai Saat Ini, Ku Hanya Akan Menjalaninya Sedetik Demi Sedetik, Tanpa HArus Tahu Akan Berbuat Apa.
Pada Pagi Hari Saat Aku Bangun, Aku Merasa Kehampaan Yang Sangat Besar Sekali, Sepertinya Aku Sudah Tidak Memiliki Hati MauPun Jiwa, KepalaKu Pun Sakit Sekali, Tidak Tahu Kenapa, Aku Pun Masih Bertanya-tanya, Apakah Kemarin Aku Itu Bermimpi?? Ternyata Tidak, Semua Itu Nyata Dan semua Kata-katanya, MAsih Ada Dalam KepalaKu, Tapi Ada Satu Hal Yang KuSadari Pagi Itu, PerasaanKu Sungguh Telah Hilang, Aku Betul-betul Tidak Mengenal Lagi Sedih, Tertawa, Lucu, Kesepian, Bosan, Cinta, Kesal, Marah Dan Semua Emosi Yang Ada, Ku Telah Kehilangan Semua Itu, Dan Untuk Pertama Kalinya Sejak 6 Tahun Yang Lalu, Aku Pun Berbicara Pada KakakKu, Padahal Selama Ini Jika KakakKu Bicara Aku Pasti Menganggap Semua Itu Tidak Ada, Ternyata HatiKu Sungguh Telah Beku, EmosiKu Pun Telah Hilang Total, Sepanjang Pagi Aku Hanya Melamun Saja, Hingga IbuKu MenyuruhKu Mandi Dan Bersiapa-siap Untuk Pergi, Aku Bagaikan Sebuah Robot Yang Hanya Jalan MEngikuti Apa Yang DiKatakan Oleh Orang, Sungguh Tidak Ada Keinginan Atau Pun Perasaan Malas, Aku Pun Mandi Dan Makan Sesuai Makanan Yang Ada, Ku Memaksa DiriKu Makan WalauPun Aku Tidak Merasa Lapar, Lalu Aku Tidak Mengira, AyahKu Masih MenyuruhKu Untuk Membawa Mobil, Padahal Dari Kondisi Ku Yang Saat Ini, Bisa Saja Aku Melamun Saat Membawa Mobil Dan Benar Saja Aku Melamun, Aku Pun Tidak Tahu Jalan Dan Akan Ke Mana, Aku Hanya Mengikuti Kata-kata Dari AyahKu Saja, Saat Harus Belok, Aku Belok, Saat Ke Kanan Aku Ke Kanan, Saat Berhenti Aku Pun Berhenti, Aku Sungguh Tidak Sadar, Lalu Saat Sudah Sampai Dan Jalan, Aku Pun Jalan DiGandeng Oleh IbuKu, Sebab Aku Sungguh Tidak Tahu Mau Ke Mana, Sekali-sekali IbuKu Memukul PundakKu Untuk MengingatkanKu Untuk Tidak Melamun, Yah Aku Sadar Dan Tahu, Tapi PikiranKu Sungguh Hampa Dan Perasaan Ini Sungguh Telah Tidak Ada, Saat Jalan, AyahKu Melihat Ada Penjual Kura-kura, Aku Dulu Pernah Bilang Mau Memelihara Kura-kura, Lalu AyahKu Bertanya, Mau Pelihara?? Aku Hanya Bisa Menjawab Tidak, Sebab semua KeinginanKu Sudah Hilang, KeinginanKu Untuk ApaPun Telah Hilang Semua, Lalu Aku Pun Terus Jalan Mengikuti KeluargaKu, Sepanjang Jalan, IbuKu Bilang Untuk Jangan Memasang Wajah Murung, Aku Pun Bingung Harus Wajah Seperti Apa Yang KuPasang, Ku Sungguh Tidak Memiliki Emosi Maupun Perasaan Lagi, Aku Telah Membuang Semua Itu, Lalu IbuKu Pun MenyuruhKu Untuk Memilih Baju Untuk Natal, Aku Sama Sekali Tidak Punya Keinginan Untuk Memilih Baju Atau Mencari Baju Baru, Maka Aku Pun Menjawab Tidak, Ayah Dan IbuKu Memilihkan Semua Baju Yang Kira-kira Aku Suka, Aku Tetap Menjawab Tidak, Karena Aku Sudah Tidak Tahu Lagi, Baju Yang KuSuka Itu seperti Apa, Sungguh Ku Tidak Tahu, Akhirnya Setelah IbuKu Mendapatkan Baju Yang DiCari, Kami Pun Pergi Mencari Makan Siang, Pada Saat Itu Kami Pergi Ke Tempat Makan Dan Makan Makanan Yang Paling Aku Suka, Tapi Aneh, Saat Aku Makan, Aku Tidak Menikamtinya Dan Aku Tidak Dapat Merasakan Rasanya, Makanan Itu Terasa Kosong Sama Sekali, Biasa Aku Bisa Makan Sampai 2 Kali, Tapi Kali Ini Aku Harus Memaksa Makanan Itu Untuk Masuk Ke MulutKu Sedikit Demi Sedikit, Seperti Aku Memakan Makanan Yang Sangat KuBenci Atau Pun Memakan Kotoran, Aku Memaksa Semuanya Dan Ku Telan semuanya, Sampai Aku Merasa Ingin Muntah Dan PerutKu Tidak Mau Menerimanya, Tapi Akhirnya Aku Berhasil Menghabiskannya, Mau Tidak Mau, Lalu Setelah Itu Kami Lanjut Pergi Ke Tempat Belanja, IbuKu Sengaja Mengajak Pergi Ke Mana Saja, Agar Aku Lelah Dan Tidak Memikirkan Apa-apa, Tapi semua Itu Tidaklah Berpengaruh BagiKu, "Maaf Ma...", Perasaan Ini Sungguh Telah Hilang Dan Aku Sungguh Tidak Memiliki Keinginan Apa-apa Lagi, Ku Tidak Mau Memikirkan Apa Yang akan Terjadi Pada HAri Esok, Sekarang MauPun Yang Telah Lalu, Aku Pun Tidak Bisa Menilai Apa-apa Lagi Menggunakan PerasaanKu, Sekarang Aku Hanya Bisa Mengunakan LogikaKu Dalam Berpikir, Ku Telah Menjadi Manusia Tanpa Perasaan Dan Emosi, Karena Semua Itu Telah KuBuang Sungguh-sungguh, Tidak Akan KuUlangi KesalahanKu Yang Dulu Lagi, Saat Belanja, Kakak Dan AdikKu Mengambil Semua Makanan Dan Barang Yang Mereka Mau, Saat IbuKu Juga MenyuruhKu Mengambil, Aku Kembali Menjawab, Tidak, Sebab Aku Tidak Ingin Apa-apa, Sama Sekali Tidak Mau Apa-apa, Aku Jalan Pun Hanya Mengikuti KeluargaKu, Lalu Tiba-tiba Kami Melihat Pohon Natal, IbuKu Lalu Menawarkan Apakah Aku Mau?? Sebab Di RumahKu, Tidak Pernah Ada Pohon Natal Hingga Saat Itu, Yah Itu DiMaklumkan Saja, KArena Yang Merayakan Natal Hanya Aku, Kakak, Dan AdikKu Saja, Iya Sejak Dulu Aku Memang Ingin Sekali Memiliki Pohon Natal, Dimana Aku Tiap Tahun Bisa Mencari Hiasannya Dan Menghiasnya Sendiri, Ku Paling Suka Melihat Pohon Natal Putih Dan Aku Ingin sekali, Tapi Sayang, Saat IbuKu Menawarkan, Aku Bilang Tidak, sebab Keinginan Itu Semua Telah Hilang, Ku Sungguh Telah DiSadarkan, Bahwa Aku Tidak Boleh Bermimpi Lagi, Harapan Itu Tidak Ada Dan Tidak Nyata, Maka Kami Pun Terus Jalan Hingga Akhirnya Memutuskan Untuk Pulang, Saat Mau Pulang, AyahKu Kembali Mengajak Makan, Maka Kami Pun Mampir Di Tempat Makan Yang Biasa Teman-temanKu sering Ajak, Sama Seperti Tadi Siang, Aku Sungguh Tidak Dapat Menikmati MakananKu Dan Akhirnya Aku Tidak Menghabiskan MakananKu, LAlu Kami Pun Pulang, Sampai Di Rumah, Aku Pun Lansung Mandi Dan Tidur, KepalaKu Sudah Terasa Sakit Sekali, Aku Tidak Tahu Kenapa, Lalu Beberapa Jam Kemudian, Aku Pun Bangun, BadanKu Rasanya Seperti Demam, Yah Mungkin Karena Masuk Angin Atau Apa, Aku Pun Sudah Tidak Perduli, Karena Aku Tidak Dapat Merasakan Apa-apa Juga, Lalu Dengan Tubuh Yang Agak Lemas, Aku Pun Menulis Blog, Saat Aku Menulis, IbuKu Tiba-tiba Naik Dan MenawariKu Roti, Aku Bilang Saja, Aku Sedang Tidak Mau Makan, Setelah Menulis Aku Ingin Tidur Lagi, Kembali IbuKu MengingatKanKu Untuk Tidak sedih Lagi Dan Jangan Memikirkan Hal Yang Telah Lewat, Aku Hanya Bisa Menjawab Iya, Karena Dalam Hati Dan PikiranKu, Aku Pun Sungguh Tidak Tahu Mau Memikirkan Apa Lagi, Aku Sungguh Tidak Tahu, Sedih Itu Bagaimana?? Aku Sungguh Tidak Tahu Apa-apa Lagi, Semua EmosiKu Hilang Begitu Saja, Tanpa Tersisa.
Sepanjang Hari Aku Melamun, Kata-kata Dia Yang Paling KuIngat Adalah "Dia Sangat Sayang sekali Pada Mantannya", Jika Aku Ingat Hal Itu, Aku Ingin Sekali Iri, Karena Sebenarnya Laki-laki Itu Sangat Beruntung Sekali Dapat DiSayang Oleh Dia, Tapi Kenapa Pada Akhirnya Mereka Harus Putus, Apakah Laki-laki Itu Tidak Sadar Akan Keberuntungannya?? Yah Aku Pun Tidak Bisa Iri, Karena Aku Sudah Lupa Rasanya Iri Itu Seperti Apa Dan Aku Pun Sudah Tidak Perduli, Aku Juga Sadar, Orang Yang Tidak Pernah DiCintai, Tidak Pantas Menyebut Cinta Pada Orang Lain, Karena Orang Itu Tidak Mengenal Cinta Sama sekali, Yah Mungkin Selama Ini Aku Sangat Tidak Pantas Menyebut Cinta Padanya Dan Ingin Hidup Bersamanya, Karena Aku Sama sekali Tidak Pernah Mengenal Cinta Itu Seperti Apa, Yah Aku Tidak Tahu Dan Tidak Akan Pernah Tahu, Karena Aku Telah Membekukan Seluruh HAtiKu, Seluruh EmosiKu Telah KuBuang Jauh-jauh, Selain Itu Aku Juga Bingung, Kenapa Orang Yang KuSuka, Selalu Bilang Untuk PadaKu Untuk Memperhatikan Orang-orang SekelilingKu, Padahal Selama Ini Aku Selalu Memperhatikan Mereka, Saat KeluargaKu Ada Apa-apa, Aku Pasti Cemas, Aku Pun Sadar Mereka MencintaiKu, Makanya Aku Sudah Cukup Senang, Aku Juga Tahu Teman-temanKu Sangat Perhatian PadaKu, Aku Pun Perhatian Pada Mereka, AKu Akan Selalu Ada Dan Membantu Mereka KapanPun Mereka MembutuhkanKu, WalauPun Banyak Orang Di SekelilingKu Yang MenyakitiKu, Tapi Aku Tetap Memeperhatikan Mereka Dan Tidak Menyimpan Perasaan Malas Atau Dendam Pada Mereka, Sungguh aku Tidak Paham, Apakah Orang-orang DiSekelilingKu Kurang Puas Dengan PerhatianKu Selama Ini, Ku Harus Seperti Apa Lagi Kepada Mereka Semua?? Ku Sungguh Tidak Tahu Dan Tidak Perduli Lagi, Karena Mulai Saat Ini Aku Pun Sudah Tidak Memiliki Perasaan Lagi Dan Juga Harapan, Karena Harapan Itu Tidak Pernah Ada Dan Nyata, Semua Perasaan Dan Keinginan Ku Pun Sebenarnya Tidak Nyata Dan Tidak Pernah Ada, Aku Hanya Menipu DiriKu Saja Selama Ini. Yah Lebih Baik Aku Tidur Saja sekarang, Karena Sudah Tidak Ada Yang akan KuLakukan Lagi, Ku Sudah Tidak Perduli Pada ApaPun Juga, BagiKu Waktu HanyaLah Bagian Dari HidupKu Yang Membuat Aku Tetap Hidup Sampai Saat Ini, Ku Hanya Akan Menjalaninya Sedetik Demi Sedetik, Tanpa HArus Tahu Akan Berbuat Apa.
No comments:
Post a Comment