Thursday, November 6, 2008

Played By Fate

Hari Rabu Tanggal 5 November 2008
Hari Ini Aku Bangun Jam 6 Pagi, Huh..Malasnya Bangun, Tapi Aku Hari Ini Ada Tes Dan Aku Harus Pergi Bagaimana Pun Juga, Maka Aku Pun Mandi, Lalu Makan Dan Pergi Dah, Yah Seperti Yang Kemarin KuKatakan, Aku Itu Sudah Lelah Sekali Dengan Tes, Awalnya Sih Aku Menikmatinya Dan BagiKu Menyenangkan, Tapi Makin Lama Aku Pun Bosan Karena BagiKu Itu Hanya Melelahkan Saja, Aku Sudah Terlalu Banyak Ikut Tes, Jika Aku Hitung Sejak Awal, Termasuk Hari Ini Aku Tes, Mungkin Sudah 13 Kali, Yah Selama Itu Ada Yang DiTerima, DiTolak, Dan Lain-lain, Selain Itu Ada Juga Wawancara Yang Mungkin Sudah Berapa Kali Aku Menjawab Hal Yang Sama Saja, Yah Bosanlah, Selain Itu Aku Sungguh Lelah Saja, Yah Lalu Saat Aku Sampai Di Perusahaan Aku Mau Tes, Kesan Pertama Yang KuDapat Saja Sudah Malas, Pertama, Tempatnya Cukup Terpencil, WalauPun Di Jakarta Selatan, Lalu Gedungnya Yang Kotor, Bahkan Toiletnya Lebih Parah Lagi Kotornya, Yah Kemudian Yang Tes Pun Sedikit Sekali, Saat KuLihat Listnya, Mestinya 20 Orang, Tapi Yang Datang Hanya 11 Orang, Huh..Kenapa Waktu Job Expo Aku Melamar Di Perusahaan Ini Yah, Bodohnya Aku, Yah Lalu Setelah Aku Menunggu Beberapa Lama, Tes Pun DiMulai, Tapi Awalnya Untuk Ke Tempat Tesnya Itu, Aku DiSuruh Pergi Ke Gedung Sebelah, Yang Benar Saja, Yah Lalu Saat Tes Hendak DiMulai, Memegang Pensil Saja Aku Sudah Malas Sekali, Apalagi Harus Berpikir, Huh..Yah Maka Selama Mengisi Soal-soal Tes, Aku Kerjakan Dengan Malas Sekali Dan Tidak Ada Niat Cepat Selesai Sama Sekali, Yah Pokoknya Aku Merasa Hari Ini Itu Aku Tidak Mau Berpikir Sama Sekali, Lalu Setelah Tesnya Selesai, Katanya DiMinta Menunggu Sebentar Karena Ada Wawancara Langsung Hari Ini Jika Lolos Tesnya, Huh..Saat Menunggu Pun Aku Berkata Dalam HatiKu, Yah Tuhan Ijinkanlah Aku Untuk Pulang Saja Dan Biarlah Aku Tidak Lulus Di Perusahaan Ini, Aku Sungguh Tidak Niat Sama Sekali, Sungguh..Aku Mohon Ijinkanlah Aku Pulang Saja, Aku Pun Ingin Sekali Cepat-cepat Pulang, Sungguh Tidak Betah Sekali, Lalu Saat Hasilnya Keluar, Eh Ternyata Aku Malah Lolos Lagi Tesnya, Bagaimana Ini, Huh..Dengan Berat Hati Aku Pun Kembali Ke Ruangan Aku Tes Tadi Dah, Huh..Lalu Aku Pun DiMinta Mengisi Formulir Pendaftaran Kemudian Ada Tes Mengambar Lagi, Yah Kemudian Yang Mau Wawancara DiMinta Menunggu Dulu Selama 1 Jam Dan Akhirnya Aku Pun Hanya Menunggu Sambil Melamun Melihat Keluar Jendela, Huh..Kenapa Yah Aku Berada Di Sini Sekarang Dan Kenapa Selalu Saja Apa Yang KuHarapkan Itu Selalu Terjadi Sebaliknya, Selalu Begitu, Sepanjang HidupKu Aku Berharap Apa, Eh Nyatanya Selalu Terbalik, Aku Sungguh Telah DiPermainkan Oleh Nasib Kali Yah, Sungguh Makin Lama Aku Pun Jadi Malas Berharap Sesuatu, Karena Akhirnya Malah Kebalikannya, Tapi Kalau Berharap Hal Yang Jelek, Pasti Malah Kejadian, Huh..Entahlah, Lalu Setelah Hanya Melamun Saja Selama 1 Jam Memandang Keluar Jendela, Aku Pun Kembali Ke Ruangan Dan Menunggu Panggilan Wawancara, Yah Pada Saat Itu Aku Berharap Aku Yang Pertama Wawancara Agar Aku Bisa Cepat Pulang, Sesungguhnya Sih Saat Tadi Menunggu Itu Aku Sudah Niat Pulang, Cuma Kan Tidak Baik Tiba-tiba Kabur Begitu Saja, Yah Lalu Ternyata Bukannya Jadi Yang Pertama DiWawancara, Malah Jadi Yang Terakhir Coba, Huh..Sungguh Sialnya Aku Ini, Lalu Saat Wawancara, Aku Pun Hanya Menjawab Dengan Biasa Saja, Yah Tentu Saja Aku Tidak Sengaja Menjawab Agar Aku Tidak DiTerima, Karena Aku Kan Sudah Janji Tidak Akan Melakukan Hal Yang Bodoh Seperti Itu Lagi, Yah Aku Jadi DiriKu Sendiri Saja, Lalu Setelah Selesai Wawancara Akhirnya Bisa Pulang Dah, Leganya Akhirnya Bisa Pulang, Aku Sungguh Ingin Cepat-cepat Sekali Pergi Dari Perusahaan Itu, Entah Kenapa, Yah Lalu Saat Sampai Di Rumah dan IbuKu Bertanya Hasilnya, Aku Bilang Saja Aku Lolos Tes Awal Lalu Wawancara, Tapi Apa Pun Hasilnya Aku Tidak Ada Niat Kerja Di Sana, Lalu Mulai Dah IbuKu Menyinggung Soal Telepon Yang Aku Tidak Angkat Kemarin Senin, Huh..IbuKu Itu Sudah KuJelaskan Agar Terima Saja Kenyataannya Dan Memang Bukan NasibKu, Tapi Tetap Saja Menyalahkan Aku, Yah Memang SalahKu, Aku Mengakuinya Dan Menerima Semuanya, Tapi Kenapa Harus DiBahas Lagi Sih, Selalu Saja IbuKu Begitu, Jika Aku Melakukan Suatu Kesalahan, Pasti Selalu Saja DiSinggung Terus, WalauPun Hal Itu Sudah Lama Berlalu, Huh..Yah Lalu Aku Pun Setelah DiCeramahi Oleh IbuKu, Aku Pun Makan, Lalu Menonton TV Dan Tidur, Setelah Tidur Beberapa Lama, Aku Pun Bangun Dan Langsung Mandi, Yah Masih Harus Ke Gereja Untuk Rapat, Lalu Saat Selesai Mandi, Ternyata Ada Teman SMAKu Yang Datang, Yah TemanKu Itu Datang Niatnya Untuk Mencari KakakKu Untuk Bertanya Skripsi KakakKu, TemanKu Kan Mencontoh Dari Skripsi KakakKu, Yah Sambil Menunggu KakakKu Pulang, TemanKu Pun Bilang Kalau Hari Ini Salah Satu TemanKu Baru Saja Sidang Dan Baru Lulus, Yah Selamat Saja Yah Buat Hendroyanto, SE, Akhirnya Lulus Juga, Aku Ikut Senang Dah, Yah Satu Persatu TemanKu Yang Belum Lulus, Sudah Mulai Lulus Dah, Baguslah, Dengan Begitu Mereka Bisa Melanjutkan Perjalanan Hidup Mereka Dan Mencapai Impian Dan Cita-cita Mereka, Sukses Selalu Dah Untuk Semua Teman-temanKu, Yah Lalu Setelah KakakKu Pulang, Aku Pun Langsung Pergi Dah Ke Gereja Dan TemanKu Juga Ternyata Hanya Bertanya Sedikit Pada KakakKu Lalu Pulang, Hmm..Melihat TemanKu Itu Yang Ingin Cepat-cepat Menyelesaikan Skripsinya, Pasti TemanKu Itu Termotivasi Dari TemanKu Yang Baru Lulus Hari Ini, Bagaimana tidak Coba, Mereka Itu Berteman Sudah Sejak Kecil Sampai Saat Ini Dan Sudah Terkenal Sering Berdua, Tetapi Sayang Dari Nasib Mereka Berdua Beda Sekali, yah Pertama Yang Satu Kuliah Di Universitas Ternama, Yang Satu Di Universitas Yang Cukup Punya Nama, Tapi Yang Kuliah Di Universitas Terkenal Malah Belum Lulus, Lalu TemanKu Selama Kuliah Belum Kerja, Tapi Temannya Selam Kuliah Saja Sudah Kerja, Dalam Soal Pasangan Juga Kalah TemanKu Itu, Yah Makanya TemanKu Pun Pernah Cerita Soal Rasa Cemburunya Pada Temannya Itu, Bagaimana Tidak Cemburu Katanya, Sudah Lulus, Kerja, Punya Pacar Lagi, Padahal Dari Sisi Ekonomi Dan Fisik, TemanKu Jauh Lebih Baik, yah Aku Pun Tidak Bisa Berkata Apa-apa Saat Itu, Aku Hanya Bisa Bilang Nasib Tiap Orang Itu Tidak Ada Yang Sama Dan Jalan Dari Tuhan Pun Tidka Ada Yang Tahu Sama Sekali, Yah Sudahlah, Setidaknya Sisi Baiknya Adalah TemanKu Dapat Termotivasi Untuk Mengejar Temannya Itu, Yah Lalu Saat Sampai Di Gereja, Ternyata Sudah Ada Yang Datang Toh, Tidak Biasanya, Biasa Telat Dan Aku Yang Paling Awal, Yah Lalu Sambil Menunggu Yang Lain, Aku Dan Beberapa AnggotaKu Pun Hanya Mengobrol Sebentar Mengenai Masalah Yang Ada Hingga Menunggu Yang Lain Datang, Lalu Saat Yang Lain Sudah Datang, Rapat Pun DiMulai, Yah Kami Mulai Membahas Perkembangan Satu Persatu Dan Aku Pun Mulai Membagi Uang Yang DiButuhkan, Lalu Saat Rapat Ada Sedikit Perbedaan Pendapat Yang Mau Tidak Mau Aku Berusaha Mengambil Jalan Tengah Saja Dah, Huh..Susah Yah Kalau Sudah Main Wilayah, Karena Sifat Berkelompoknya Itu Kuat Sekali, Aku Sendiri Tentu Saja Seperti Biasa Bersikap Netral Saja SebisaKu, Lalu Setelah Rapat Beberapa Lama Dan Ternyata Ada Beberapa Hal Yang Harus KuTangani, Sebab Mulai Menjelang Acara, Banyak Sekali Yang Mulai Hilang Karena Kesibukkan Masing-masing, Aku Mulai Merasa Kehilangan Anggota-anggotaKu, Padahal Hal Ini Yang Tidak KuSuka, Tapi Berhubung Acara Sebentar Lagi, Aku Pun Tidak Mau Terlalu Sibuk Memikirkan Cara Mengembalikan AnggotaKu, Saat Ini Yang Penting Acara Bisa Berjalan Dan Mempertahankan Tiap Anggota Yang Ada, Toh Lagipula Aku Pun Tidak Bisa Memaksa Orang Lain, Tiap Orang Kan Punya Kehidupan Pribadi Sendiri, Yah Lalu Setelah Rapat Selesai, Aku Pun Pulang Lalu Makan Dan Menonton TV, Kemudian Menyalakan KomputerKu Dan Sempat Chat Sebentar Dengan Teman SkripsiKu, Yah Akhirnya TemanKu Itu Memutuskan Untuk Mengambil Pekerjaan Yang DiDapatnya Sekarang Dan Akan Pergi Ke Surabaya, Yah Akhirnya TemanKu Itu Telah Menemukan Jalannya Dan Menemukan Tempatnya Untuk Berkarya, Yah Baguslah Kalau Tahu Semua Teman-temanKu Telah Menemukan Jalan Hidupnya, Yah Aku Pun Berharap Semoga TemanKu Itu Semakin Berhasil Saja Dah Dan Tentu Saja Tidak Lupa Akan Pelayanannya Juga, Yup..Aku Pun Sepertinya Juga Harus Menyiapkan Kado Perpisahan Untuk TemanKu Itu, Yah Setidaknya Selain Dukungan Yang Bisa KuBerikan, Ada Sedikit Kenang-kenanganlah, Yah Aku Harus Cari Waktu Yang Tepat Dah Untuk Jalan-jalan Cari Kado, Yah Setelah Chat Sebentar, Aku Pun Hanya Mendengarkan Musik Dan Menulis Blog Ini, Hmm..Setelah Aku Rekoleksi DiriKu Sendiri Yah, Kenapa Yah Aku Begitu Putus Asa Akan Mencari Pekerjaan, Tidak Mestinya Aku Bersikap Seperti Kemarin Atau Hari Ini, Yah Sesungguhnya Alasan UtamaKu Mau Cari Kerja Itu Apa Sih Dan Kenapa Aku Harus Buru-buru Cari Kerja, Yah AlasanKu Buru-buru Mungkin Karena Tekanan Orang Tua Dan Bosannya Aku Mendengar Orang Yang Bertanya, Sudah Kerja? Kerja Di Mana? Yah Pertanyaan Itu Kadang MembuatKu Malu Untuk Menjawabnya, Tapi Jika Aku Pikir, Kenapa Aku Harus Malu Juga, Yah Memang Betul Saat Ini Aku Pengangguran Dan Masih Bergantung Pada Orang Tua, Dan Inilah Aku, Yah Pokoknya Aku Harus Bersabar Saja Dan Tidak Boleh Lelah Begitu Saja, Aku Kan Belum Menemukan Tujuan HidupKu Yang Sesungguhnya Kan, Yah PerjalananKu Masih Panjang Sekali, Oleh Sebab Itu Aku Pun Tidak Boleh Semudah Itu Menyerah Akan SituasiKu Saat Ini, Pokoknya Bersabar Saja, Hanya Sabar.., Yah..Aku Akan Menjalani Semuanya Apa Adanya, Ah..Yup..Sudah Ah..Tidur Ah..

At the end of each day the heart whispers,
Let tomorrow come.

And no matter how many are the days
there is still one more to view.

For the heart knows not of age,
and its fading stage.

And so at the end of each day it whispers,
Let tomorrow come.

But it does fear the night,
and lives for the mornings first light.

Till the end of the day when it whispers,
Let tomorrow come..

No comments: