Tahun 2015 pun akhirnya berlalu dan tahun 2016 pun telah berjalan. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku pada tahun ini, apakah akan lebih baik daripada tahun lalu? apakah di tahun ini akan ada hal besar terjadi padaku? yah jika ditanya hal besar apa yang aku inginkan terjadi di tahun 2016 ini adalah aku ingin menemukan seseorang yang sangat spesial dan dapat mengakhiri masa lajangku selama ini. Jika dipikir, hal itu adalah keinginan yang selalu aku harapkan setiap tahunnya, namun sayang sekali setiap tahun selalu berakhir dengan kekecewaan, aku pun tidak pernah menemukan seseorang, walaupun ada orang yang kusuka, tapi akhirnya malah berakhir sebelah tangan lagi dan aku pun sudah sangat lelah sekali mengalami hal seperti itu. Pada tahun ini juga aku telah berkata pada diriku sendiri, aku sudah akan berhenti mengejar dan lebih memfokuskan diriku pada hal lainnya, walau jauh didalam hatiku yang paling dalam, masih ada sedikit keinginan untuk mengejar, namun aku terus mengingatkan bagaimana lelahnya dan pengejaranku akan berakhir dengan sia-sia. Aku sungguh harus belajar untuk mengendalikan perasaan dan hatiku, sebab selama ini jika aku suka pada seseorang, maka kebiasaan jelekku adalah aku akan memberikan seluruh perhatianku pada orang itu, aku akan sangat mencemaskan keadaan dan kondisi orang itu, kalau kata orang lain, pacar bukan, kenapa malah harus aku yang cemas, khawatir, dan perhatian. Itu semua karenaa saat aku sudah menyukai seseorang, maka aku sayang sekali pada orang itu dan akan selalu memikirkan orang itu, berharap orang itu selalu sehat dan bahagia. Aku selalu berharap bisa menjadi orang yang bisa diandalkan dan dipercaya oleh orang yang kusuka, aku ingin orang itu berbagi kesulitan dan kesedihannya denganku, jika sedang bahagia atau gembira, aku tidak masalah, malah aku pun ikut senang.
Belum lama ini orang yang kusuka sedang sakit, saat mengetahuinya, aku pun khawatir padanya, apakah dia sudah ke dokter, tapi aku yakin dia pasti tahu yang terbaik untuk dirinya, kan dia sudah dewasa dan salah satu yang membuatku tertarik padanya adalah, aku selalu merasa dia mandiri, tapi tetap saja karena kebiasaan jelekku, aku tetap memikirkan dia. Akhirnya seperti biasa pada hari sabtu kami pun bertemu dan seperti biasa juga walau bersebelahan, tapi kami satu sama lain hanya diam saja, dia pun seperti biasa sibuk memainkan HPnya, sampai akhirnya ada kesempatan buatku menanyakan apakah dia sudah ke dokter dan sudah kuduga pasti sudahlah, dia bahkan menunjukkan mahalnya biaya obat dia, yah aku pun tahu karena dulu pun saat hanya sakit ringan dn berobat, biaya obatnya sungguh mahal sekali, aku sendiri pun bisa shock lihat tagihannya, tapi untungnya ada asuransi dan ditanggung oleh perusahaan. Saat dia menceritakan mahalnya dan begitu sayangnya keluar biaya sebesar itu, walau ditanggung perusahaan, entah kenapa aku merasa semakin menyukainya, tapi aku juga ingin mengatakan padanya, yang penting setelah minum obat dia sembuh saja, tidak peduli berapa pun mahalnya obat itu, kesehatan itu memang mahal makanya juga harus dapat dijaga baik-baik. Yah pada saat itu akhirnya kami hanya mengobrol sebentar saja, kadang kala aku berharap kami bisa mengobrol lebih lama dan aku juga ingin mengetahui tentang dirinya lebih banyak lagi, aku pun berharap dia mau lebih terbuka dan lebih menceritakan mengenai dirinya. Pada hari itu juga aku merasa sangat senang sekali, sekaligus takut, senang karena untuk pertama kalinya setelah beberapa kali penolakan, aku dapat mengantarkan dia pergi, yah walau bukan pulang ke rumahnya, tapi aku senang sekali dia mengijinkan aku mengantar dia, awalnya aku agak tidak enak, sebab dia sedang sakit dan aku naik motor, aku takut kalau kena angin nanti sakit dia makin parah, selama mengantar dia aku pun tidak berani terlalu cepat dan berusaha agar dia tidak terkena angin. Namun dari hal itu akhirnya aku menyadari bahwa aku sungguh sudah jatuh cinta padanya, sebab entah kenapa mengantar orang saja rasanya bisa sangat senang sekali dan jika dia bersedia, aku sendiri ingin bukan hanya mengantar dia, namun juga menjemputnya, dimana dan kapan pun dia berada dan butuhkan, itu karena perasaanku yang tidak mau melihat dia susah. Lalu hal yang membuatku sedih adalah, setelah aku mengantarkan dia, aku pun masih mengirimkan pesan kepada dia untuk mengingatkan agar tidak terlalu lelah dan tidak lupa menghabiskan obatnya hingga beberapa lama saat kulihat langit mulai mendung dan aku pun khawatir pada dia, maka aku pun menanyakan apakah dia sudah pulang dan apakah disana mulai hujan? dia pun hanya menjawab dengan 1 kata yang dimana entah kenapa aku merasa sepertinya dia kesal dengan pertanyaanku itu, aku pun akhirnya tidak berani untuk membalas lagi, sebab aku tidak ingin dia tambah kesal padaku. Aku pun sadar harus mengendalikan perasaanku, secemas apapun aku padanya, dia pasti akan baik-baik saja. Pada malamnya aku pun hanya memasang status pada social mediaku yang berharap dia cepat sembuh saja dan setelah itu aku sama sekali tidak begitu berani lagi mengirimkan pesan padanya, walau dalam hatiku selalu ada perasaan ingin mengirimkan pesan padanya dan bertemu dengan dia. Aku juga kadang bertanya pada diriku sendiri, kenapa yang aku sangat suka padanya, padahal selama ini respon dia itu negatif, entah kenapa dalam hatiku, dialah orang yang saat ini ingin kuberikan kepercayaanku dan kuperhatikan, dengan dia aku ingin membangun masa depan bersama, walau aku tidak mengetahui begitu banyak hal mengenai dia, tapi entah kenapa semakin aku bertemu dengannya dan mengobrol, aku juga semakin menyukainya.
Tapi sebesar apapun rasa sukaku padanya, aku tahu seperti biasa aku harus memendam perasaanku ini dan mulai belajar untuk melupakan perasaan ini, sebab tidak ada gunanya mengejar orang yang sudah jelas tidak punya perasaan padaku, padahal jika sekali saja aku melihat adanyaa respon positif darinya, aku pun tentunya tidak akan lagi memiliki keraguan untuk maju. Yah tapi sudahlah, sesuai dengan targetku di awal tahun 2016 ini, hal pertama yang harus kufokuskan adalah menemukan pekerjaan baru, aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan membiarkan masa depanku hancur, walau jika nantinya aku hanya akan sendirian saja, aku akan menjalani kehidupanku ini dengan penuh arti. Setiap hari pun aku terus memotivasi diri sendiri dan terus mengirimkan lamaran kerja ke mana saja, sampai ke luar negeri juga kukirimkan, sebab aku sudah memikirkan, jika ternyata aku diterima di luar negeri, maka akan kuambil, sebab sekarang ini tidak ada hal yang membuatku tetap berada di negara ini, keluargaku akan baik-baik saja sebab masih memiliki kakak dan adikku, lalu aku sendiri belum memiliki pasangan, sehingga aku pun merasa jika ada tawaran yang bagus, maka lebih baik aku ambil, selain menambah pengalamanku, aku bisa memulai lagi segala sesuatu disana dan tidak memikirkan lagi hal yang macam-macam. Tapi aku serahkan semuanya pada jalan hidupku saja, kemana dan dimanakah nantinya aku akan berada dan berkarya.
No comments:
Post a Comment