1 bulan sudah aku menganggur dan belum menemukan pekerjaan baru, yah sesuai dengan dugaanku, sangat sulit sekali rasanya jika menganggur terlalu lama, tapi itu sudah keputusan yang kubuat. Selama 1 bulan ini pun banyak hal yang muncul dalam pikiranku, mulai dari perasaan menyesal sampai kembalinya kenangan-kenangan masa laluku mengenai keputusan yang kubuat, dimana aku merasa menyesal dan terus menyalahkan diriku sendiri. Namun setelah beberapa hari aku pun menyadari bahwa dengan situasiku saat ini, aku tidaklah boleh berkelahi dengan diriku sendiri. Selain munculnya bayangan masa lalu, hal yang paling berat untukku adalah perasaan kesepian, yah aku tidak menyangka selama aku menganggur perasaan kesepian itu semakin kuat.
Jika aku ditanya apakah saat ini aku memiliki seseorang yang kusuka, maka jawabanku adalah "ada", yah selama aku menganggur, ada 2 wanita yang sedang kudekati, awalnya aku tidak bermaksud seperti itu, karena dalam hidupku, aku tidak pernah sekalipun mendekati 2 orang sekaligus, namun teman-temanku berkata tidak apa-apa, sebab belum tentu juga mereka berdua akan menyukaiku dan pada kenyataannya memang betul, tidak ada 1 pun dari mereka yang memberikan respon positif padaku. Yah orang pertama yang kudekati adalah teman lesku, dimana aku baru mengetahui bahwa dia baru saja putus, dalam hatiku saat mendengar kabar itu langsung terbagi menjadi 2, disatu sisi aku sedih untuknya, sebab yang kutahu dia baru merayakan 1 tahun jadian dan aku sungguh sudah menyerah, sebab aku sudah sangat yakin dia pasti akan menikah dengan pacarnya dan aku sudah sangat mengharapkan kebahagiannya, aku benar-benar hanya ingin dia bahagia. Yah disisi lain aku pun sedikit gembira, sebab apakah hal ini berarti aku memiliki peluang? yah sejak mengetahui hal tersebut, aku pun mencoba memberikan perhatianku padanya dan sempat dia berkata akan main ke rumahku, pada saat itu aku pun terkejut, sebab tidak pernah ada seorang pun wanita yang berani bilang ingin main ke rumahku, dalam hatiku merasa senang dan juga kebingungan. Hal itu karena rumahku adalah rumah yang sederhana dan berantakan, sesungguhnya aku agak malu jika ada orang datang ke rumahku, tapi dalam hatiku juga masih ragu bahwa dia benar akan datang. Akhirnya setelah aku bertemu dengan dirinya dan benar dia membatalkan dengan alasan sudah ada janji dengan teman kantor, pada saat itu aku sudah menduga dan merasa kecewa, aku mengira dia sudah memberikan respon positif, ternyata tidak dan ternyata memang saat dia mengatakan akan main ke rumahku, hal itu hanyalah emosi dia sesaat saja. Entah kenapa aku benar-benar sangat menyukainya, namun karena tidak ada respon positif, aku pun harus belajar untuk menerima kenyataan.
Orang kedua yang kudekati adalah orang yang dikenalkan oleh temanku saat aku diminta menjadi pendamping temanku saat nikah. Awalnya aku sama sekali tidak tertarik dengan orang itu, namun saat kami berkesempatan mengobrol berdua sebanyak 3 kali, aku merasa dia orang yang menarik dan terbuka, aku pun merasa nyaman mengobrol dengannya. Sayang orang itu berasal dari luar daerah, yaitu dari Surabaya, awalnya aku mengira pertemuan kami hanya sebatas saat di pernikahan temanku saja, maka aku pun menganggap dia hanya teman sebatas kenal saja dan tidak berniat meminta no teleponnya, namun setelah aku pulang dari pernikahan temanku, aku pun tiba-tiba mengirim pesan pada temanku untuk meminta no telepon dia. Setelah mendapatkan no telepon dia, aku pun akhirnya langsung mengirim pesan kepada dia dan memberitahukan bahwa ini adalah no teleponku. Aku sangat berharap aku bisa lebih mengenal dia lagi. Beberapa kali aku mengirimkan pesan padanya, dia pun merespon namun responnya sungguh lama, bahkan kadang tidak merespon. Pada saat itu aku pun sadar, yah tampaknya yang ini juga tidak positif, padahal kalau untuk mengobrol aku suka sekali padanya dan ingin mengenal lebih jauh, namun apa boleh buat, aku sendiri tidak dapat memaksa dia untuk membalas pesanku dan menyukaiku.
Sungguh aku tidak menyangka, selama masa menganggurku, aku sungguh berpikir bahwa mungkin ini saatnya bagiku untuk menemukan seseorang, namun aku sungguh terlalu percaya diri dan optimis. Pada akhirnya aku seharusnya sadar bahwa waktuku belum tiba untuk menemukan seseorang yang spesial. Sejujurnya aku merasa sangat kecewa sekali pada Tuhan, mengapa sulit sekali bagiku untuk menemukan seseorang yang bisa kuperhatikan dan berbagi banyak hal denganku. Jujur aku butuh seseorang yang bisa menjadi motivasiku untuk menjalani hidup ini, aku sungguh sangat kesepian sekali dan hal ini tidak bisa kuungkapkaan lagi. Tapi aku juga sadar bahwa aku juga tidak bisa menyalahkan Tuhan sama sekali, sebab ini sudah merupakan jalan hidupku. Aku pun memotivasi diriku sendiri dengan berkata impianku untuk memiliki pasangan telah kutitipkan kepada teman-temanku yang telah menemukan pasangan mereka dan telah menikah. Yah...aku hanya bisa berharap teman-temanku bahagia. Aku sendiri aku tetap berusaha menjalani hidupku ini sendiri, selama 29 tahun ini aku sudah bisa menjalani kesendiriaan ini, maka aku yakin bisa menjalani seterusnya, memang kadang ada kalanya perasaan kesepian itu muncul, tapi aku pasti bisa melalui hal itu, karena semua ini sudah merupakan takdirku.
No comments:
Post a Comment