Monday, September 8, 2008

My GrandMother Back To Hospital

Hari Senin Tanggal 8 September 2008
Hari Ini Aku Bangun Jam 8 Pagi, Huh..Malasnya Dan Sungguh Masih Mengantuk Sekali, Rasanya Baru Saja Tidur, Tapi Sudah Harus Bangun Lagi, Yah Entah Kemarin Malam Itu Aku Tidur Jam Berapa, Sepertinya Sih Malam, Yah Mengurusi Komputer AdikKu Sih, Tapi Akhirnya Selesai Juga, Lalu Setelah Bangun Aku Pun Baring Sebentar, Kemudian Aku Pun Mandi, Setelah Itu Makan Dan Akhirnya Aku Pun Pergi, Yah..Aku Sudah Siap Untuk Menghadapi Apa Saja Hari Ini, Lalu Saat Aku Sampai Di Perusahaan Yang MemanggilKu, Ternyata Aku Sendiri Toh, Yang Benar Saja Nih Kali Ini, Sebelumnya Tinggal Berdua, Saat Ini Sendiri, Huh..Sunggguh Nasib Dah, Yah Seperti Biasa Aku Pun DiSuruh Menunggu, Lalu Aku Pun DiSuruh Menemui Kepala HRDnya Dan Kembali Aku DiWawancara, Kemudian Setelah Itu Aku DiLempar Ke Kepala Wilayahnya Dan DiWawancara Lagi, Yah Kali Ini Dalam WawancaraKu, Aku Memilih Untuk Jujur Apa Adanya, Aku Tidak Peduli Apa Akibatnya, Aku Hanya Akan Jujur Saja, Hasilnya Apa Yah Sudah, Yah Saat Wawancara Aku Sempat DiTanya Apa Cita-citaKu Waktu Kecil, Hmm..Untuk Hal Itu, Aku Pun Bilang Aku Tidak Ada Cita-cita, Yang KuInginkan Hanyalah Hidup Santai Dan Berkecukupan, Yah Waktu Kecil Aku Itu Tidak Pernah Tahu Apa-apa, Sehingga Cita-cita Pun Tidak Ada, Yah Sampai Saat Ini Saja Aku Tidak Tahu Cita-citaKu Apa, Lalu Setelah Beberapa Lama Wawancara, Aku Pun Boleh Pulang, Hmm..Jika DiLihat Dari Hasil Wawancara Dan Dari Orang Itu Mendengarkan JawabanKu, Kali Ini KuRasa HarapanKu Untuk DiTerima Agak Kecil, Apalagi Setelah Tahu Aku Dari Jurusan Teknik Informatika Dengan Peminatan Artifitial Intellegence, Hmm..Biarlah Jika Akhirnya Tidak DiTerima, Toh Aku Pun Selama Beberapa Hari Ini Agak Ragu-ragu, Tapi Wawancara Hari Ini Bukan MaksudKu Untuk Sengaja Membuat Kesempatan DiriKu DiTerima Kecil Loh, Cuma Aku Mau Jujur Saja Apa Adanya, Aku Ingin Tahu, Apakah Memang JalanKu Adalah Ke Perusahaan Itu Atau Tidak, Yah Lalu Saat Pulang, Ternyata Cuaca Hujan, Akhirnya Aku Pulang Mandi Hujan Dah, Tapi Saat Sampai Di Dekat KampusKu, Hujan Malah Tiba-tiba Berhenti, Huh..Terlalu Juga Yah, Dari Basah Sampai Kering Lagi Dah, Lalu Saat Aku Sampai Di Rumah, Ternyata Ada Paman Dan SepupuKu Di Rumah, Yah Sepertinya Mau Membawa NenekKu Ke Rumah Sakit, Tapi NenekKu Belum Bisa DiBawa Karena PamanKu Sedang Menunggu PamanKu Yang Kedua, Tapi Ternyata PamanKu Yang Kedua Memilih Lepas Tangan Dan Akhirnya Semuanya DiLemparkan Ke AyahKu, Sehingga Harus Menunggu AyahKu Pulang Dulu Baru Bisa Pergi, Yah Saat Di Rumah Aku Pun Hanya Mendengarkan Paman Dan IbuKu Bicara Yang Membicarakan Rencana Menjual Perhiasan NenekKu Untuk Biaya Pengobatan, Tidak KuSangka Sampai Begitunya, Lalu Tidak Lama Kemudian Aku Pun Hanya Menemani AnjingKu, Lalu SepupuKu Yang Lain Datang Lagi Dan Kali Ini SepupuKu Dan IbuKu Hanya Berbicara Saja Di Ruang Tamu Mengenai Sikap PamanKu Yang Kedua, Yah Sepupu Dan IbuKu Pun Terus Saja Mencela PamanKu Yang Kedua Itu, Aku Yang Dengar Pun Agak Benci Yah, Yah Bukan Karena Aku Ingin Membela PamanKu Yang Kedua, Tapi Aku Tidak Ingin Ada Yang Memulai Peperangan, Sampai Tidak Tahannya Mendengar Semua Itu, Aku Pun Hanya Bilang, Sudahlah..Jika PamanKu Yang Kedua Mau Lepas Tangan Yah Sudah, Setiap Orang Pasti Punya Alasan Kok, Lalu Mulai Dah Mereka Membicarakan Agama PamanKu, Katanya Percuma Saja Pindah Agama Ke Kristen, Jika Pada Akhirnya Memperlakukan Ibu Sendiri Seperti Ini, Punya Uang Lebih Dan Rumah Besar Di Kelapa Gading, Tapi Demi Pengobatan Ibu Sendiri Saja Tidak Mau Keluar Uang Sedikit Pun Dan Malah Bilang Tidak Ada Uang, Lalu SepupuKu Pun Bilang Jika PamanKu Yang Kedua Itu Minta Bantuan Apa-apa, SepupuKu Tidak Akan Mau Bantu Lagi, Huh..Aku Pun Hanya Bisa Bilang Pada SepupuKu Untuk Tidak Boleh Begitu, Tapi SepupuKu Orangnya Agak Susah Juga DiBilangin, Huh..Aku Pun Bingung Yah, Berkali-kali Aku Bilang Sudah, Tapi Tetap Saja, Yah Aku Paham Perasaan Semuanya, Tapi Saat Ini Daripada Memikirkan Sikap PamanKu Yang Kedua, Kan Lebih Penting Memikirkan Kondisi NenekKu, Yah KuHarap Semuanya Tidak Begitu Membenci PamanKu Yang Kedua Itu, Aku Sendiri WalauPun Sadar Sikap PamanKu Yang Kedua Itu Tidak Baik, Tetapi Aku Tidak Ingin Membenci PamanKu Yang Kedua Itu Sama Sekali, WalauPun Pada Akhirnya AyahKu Yang DiSusahkan, Tapi Aku Tidak Akan Benci, Aku Hanya Akan Bersikap Biasa Saja Dan Setelah Beberapa Lama Mengobrol Dan Mendengarkn IbuKu Yang Terus Saja Mengeluh Soal Biaya Rumah Sakit, Karena AyahKu Sendiri Sedang Sepi Kerjaan Dan AdikKu Juga Baru Mulai Kuliah, Selain Itu Saldo Di Tabungan Pun Tinggal Sedikit, Yah Aku Pun Sempat Menawarkan IbuKu Untuk Menjual HPKu Saja Jika Mau, Karena Aku Sendiri Tidak Begitu Memakai HPKu, Jika HPKu Bisa Untuk Menambah Biaya, Yah Sudah, Aku Rela Kok, Lalu SepupuKu Sendiri Bilang Juga Akan Menjual Motornya Untuk Membantu, Yah DiSaat Seperti Ini KeluargaKu Sungguh Sedang Krisis Yah, Tetapi KuYakin Kami Masih Dapat Mengatasinya, Karena Dulu Saja Kami Pernah Mengalmi Yang Lebih Parah Dari Ini, Tapi Kami Bisa Atasi Kok, Yah Tapi Mungkin Ayah Dan IbuKu Yang Akan Menjadi Sangat Pusing Sekali, Tapi Tentu Saja Aku Dan KakakKu Pasti Akan Selalu Membantu Sebisa Kami, Yah Setelah Mengobrol Beberapa Lama, Aku Pun Mengajak Jalan-jalan AnjingKu Sebentar, Lalu SepupuKu Mengajak Main Kartu Dengan Orang Yang Menjaga NenekKu, Yah Sudahlah, Aku Pun Menemani Mereka, Daripada SepupuKu Yang Terus-terusan Membicarakan Mengenai PamanKu Yang Kedua Dengan IbuKu, Lebih Baik DiAjak Main Saja, Lalu Setelah Bermain Cukup Lama, AyahKu Pun Pulang, Lalu AyahKu Mulai Menelepon Mencari Rumah Sakit Yang Agak Murah, Tapi Masih Pantas, Lalu Setelah Itu Aku Pun Membantu Menurunkan Barang-barang AyahKu Yang Ada DiMobil, Lalu Memasukkan Barang-barang NenekKu Yang Mau DiBawa, Kemudian AyahKu Pergi Dengan Paman, Sepupu, Dan Penjaga NenekKu, Yah Aku Tidak Ikut Karena Lebih Baik Jangan Terlalu Banyak Oranglah, Yah Malam Mungkin Baru Aku Akan Ke Rumah Sakit, Lalu Setelah Semuanya Pergi, IbuKu Pun Mengobrol DenganKu Dan Perlahan Mulai Membahas Lagi Hal Mengenai PamanKu Yang Kedua, Yah Ampun Mau Sampai Kapan Sih?? Yah Sudahlah..Toh Yang Terjadi Sudah Terjadi, Kebiasaan IbuKu Tuh, Jika Sudah Kesal Sama Seseorang Pasti Bisa Seharian Lebih Membicarakan Orang Itu, Aku Pun Berusaha Meminta IbuKu Untuk Tidak Membahasnya Lagi, Lalu IbuKu Pun Membahas Mengenai Biaya Rumah Sakit NenekKu, Yah Sesungguhnya Untuk Biaya Rumah Sakit, IbuKu Masih Bisa Minta Bantuan Pada Adik IbuKu, Cuma IbuKu Tidak Suka PamanKu Yang Kedua Itu Main Lempar Tanggung Jawab Saja Pada AyahKu, Padahl PamanKu Yang Kedua Itu Kan Tahu AyahKu Itu Ekonominya Hanya Pas-pasan Saja, Saat Ini Saja Masih Pusing Mengenai Biaya Kuliah AdikKu, Hmm..Aku Pun Merasa Agak Tidak Berguna Yah, Karena Tidak Bisa Apa-apa, Yah Setelah Mengobrol Dengan IbuKu, Aku Pun Hanya Makan Lalu Aku Pun Tidur, Setelah Tidur Beberapa Lama, Aku Pun Bangun Dan Ternyata Hari Sudah Malam Sekali Dan Ternyata AyahKu Itu Belum Pulang Sama Sekali Dari Rumah Sakit, Sungguh Lama Sekali, Lalu Aku Yang Baru Bangun Pun Hanya Duduk-duduk Sebentar Saja, Kemudian Aku Pun Mandi, Setelah Mandi Aku Berniat Menyusul AyahKu Ke Rumah Sakit, Tapi IbuKu Bilang Jangan, Karena Sebentar Lagi Juga Pulang, Yah Lalu Aku Pun Tidak Tahu Mau Melakukan Apa, Akhirnya Aku Hanya Menyalakan Komputer Dan Berencana Menyelesaikan WebKu, Karena Kalau Tidak Hari Ini Buat, Kapan Lagi, Besok Pasti Aku DiMinta Berjualan Di Gereja Sampai Malam, Lalu Rabu Aku Harus Sudah Jadi Semuanya, Yah Lalu Sambil Membuat, Aku Pun Sengaja Membuka FriendsterKu Dan Melihat Bulletin Dia, Yah Kemarin Kan Aku Tiba-tiba Memikirkan Dia Dan Agak Cemas Akan Keadaan Dia, Tapi Melihat Bulletin Dia, Dia Sepertinya Tidak Apa-apa, KuSangat Bersyukur Sekali Dan Mengetahui Dia Baik-baik Saja, Membuat HatiKu Pun Lega Dan Senang, O Yah Jika Aku Tidak Salah Tidak Lama Lagi Ayah Dan Adik Dia Akan Ulang Tahun, Dia Pasti Akan Senang Sekali, Yah Kuharap Dia Selalu Bahagia Dan Tersenyumlah, Lalu Setelah Mengetahui Dia Baik-baik Saja, Aku Pun Melanjutkan WebKu, Hmm..Tidak DiSangka Yah, DiSaat Aku Sedang Pusing Dengan KeluargaKu, Aku Malah Sempat-sempatnya Masih Memikirkan Dia, Yah Mau Bagaimana Lagi, Yah Lalu Tidak Lama Kemudian AyahKu Pun Kembali Dan Baru Kembali, AyahKu Harus Mendengar Keluhan IbuKu Mengenai PamanKu Yang Kedua, Yah AyahKu Juga Sih Yang Bilang PamanKu Yang Kedua Itu Ada Di Rumah Sakit Tadi, Huh..Kasihannya AyahKu, Aku Pun Tidak Mau Ikut-ikutan Dan Tidak Mau Dengar Lagi, Maka Aku Pun Kembali Ke Depan Komputer Saja Melanjutan PekerjaanKu, Lalu Setelah Itu Tidur Dah, Besok Pasti Akan Lelah Lagi, Hmm..Selama Ini Aku Memang Tidak Salah Yah, AyahKu Memang Orang Yang Hebat Dan Sabar Yah, AyahKu Tahu Semuanya DiLemparkan Padanya Begitu Saja, Tetapi AyahKu Sama Sekali Tidak Mengeluh MauPun Kesal Pada Siapa Pun Juga, Yah Sudah Sikap AyahKu Sejak Dulu Sih Menerima Apa Adanya Suka MauPun Tidak Suka, Oleh Sebab Itu Sering Kali Aku Itu Ingin Seperti AyahKu, Boleh DiBilang AyahKu Itu Salah Satu Ayah Terhebat Di Dunia Loh, Selain Itu Juga Contoh Anak Yang Tidak Pernah Melupakan Orang Tuanya Sendiri, Yah Pokoknya The Best Dah..

I am a rectangular piece of concrete that is my family's porch
I'm really not much more than a stoop,
But I've seen it all over the years...
the dirt, the gossip and the poop.
I was so happy when my family moved in,
a mom, a dad and two children.
The feel of young children's feet on me stomping and running gave me great pleasure,
and the mother yelling Get in or out!...that memory is still one I treasure.
On weekends, the boy and his friends would play on me with their dirty Army men,
While on school days I was quite a fuss...when a whole neighborhood of kids piled on me waiting for the bus.
I can recall getting my picture taken with smiling guys and gals all in their prom best,
And the mother pacing on me until the children came home and she could finally rest.
On cool Spring nights the Dad would sit on me in a lawn chair to relax,
While the neighbors would stop by to give him the neighborhood gossip and the facts.
I remember the stolen goodnight kisses as I looked on,
And the time the young missus fell off of me when she was in a hurry to get gone.
The addition of a new Scottie puppy brought happiness to my troop,
But I was not so happy when she did the unthinkable on me...she pooped!
And though the years have not been kind to me for I am pitted and scarred,
I know that within each member of my family a piece of my memories live in their hearts.

No comments: