Saturday, August 23, 2008

Surprise Party

Hari Jumat Tanggal 22 Agustus 2008
Hari Ini Aku DiBangunkan Jam 9 Pagi, Aku DiBangunkan Karena Ada Telepon, KuKira Telepon Dari Mana, Ternyata Yang Telepon Itu Adalah Orang Yang MemintaKu Membuat Web, Katany Sih Masih Ada Yang Mau DiRubah Lagi Dan Bertanya Kapan Aku Bisa Ke Kantornya Lagi, Huh..Jujur Saja Aku Itu Agak Malas Pergi Ke Sana Lagi Dan Aku Pikir Aku Tidak Ada Urusan Lagi, Tapi Aku Pun Akhirnya Bilang Aku Bisanya Senin, Lalu Katanya Nanti Baru Aku Akan DiKabari Lagi, Yah..Lalu Setelah Menerima Telepon, Aku Pun Tidur Lagi Hingga Akhirnya Aku Bangun Jam 12.30 Siang, Sesungguhnya Sih Aku Tidak Mau Bangun, Tapi Sudah Siang Juga Dan Menurut Artikel Yang KuBaca, Tidur Lama-lama Juga Tidak Baik, Karena Ada Kemungkinan Bisa Terkena Penyakit Diabetes Atau Pun Jantung, Maka Aku Pun Bangun Dah, Lalu Setelah Bangun Aku Hanya Menonton TV, Lalu Makan Dan Kembali Menonton TV, Setelah Menonton Beberapa Lama, Aku Pun Menyalakan Komputer Dan Hanya Memeriksa E-mail Dan Mendengarkan Musik, Lalu Setelah Beberapa Lama Di Depan Komputer, Aku Pun Bermain dengan AnjingKu Sebentar, Lalu Menonton TV Sebentar Dan Langsung Mandi, Yah Aku Mau Pergi Ke Gereja, Hari Ini Itu Ada Pesta Kejutan Untuk Pastur Yang Baru DiAngkat, Awalnya Sih Aku Agak Malas Pergi Yah, Tapi Yah Sudahlah, Apalagi Yang MembuatKu Betul-betul Pergi Pun Karena Aku Sempat Bertengkar Dengan IbuKu Akan Suatu Hal, Yah..Berkali-kali Aku Meminta IbuKu Untuk Tidak MemperlakukanKu Seperti Anak Kecil, Sudah IbuKu Bilang Aku Belum Dewasa, Bagaimana Mau Dewasa Jika Perlakukan IbuKu Selalu Seperti Ini, Yah Aku Paham Semuanya Ini Karena IbuKu Sayang PadaKu, Tapi Aku Memohon Pada IbuKu Untuk Mengerti, Aku Saat Ini Sudah 20 Tahun Lebih, Aku Tahu Apa Yang Harus KuLakukan Dan Tidak Boleh KuLakukan, Aku Tahu DiMana Batas KemampuanKu, Aku Adalah Orang Yang Bisa Menilai Diri Sendiri, Aku Hanya Minta Kepercayaan Saja, Yah Makanya Aku Sering Bilang Kadang Aku Ini Seperti Burung Dalam Sangkar, Tidak Seperti AdikKu Yang KuLihat Bisa Lebih Bebas, Huh..Aku Sungguh Kesal Pokoknya, Aku Pun Sampai Bilang Makanya Aku Ingin Mencari Pekerjaan Yang Akan MenempatkanKu Di Luar Kota, Karena Aku Ingin Mandiri Dan Belajar Untuk Dewasa Sendiri Dan IbuKu Malah Bilang Lebih Baik Cari Pekerjaan Ke Luar Negeri Saja, Entah DiAnggap Apa OmonganKu Itu, Huh..Akhirnya Dengan Kesal Aku Pun Pergi Ke Gereja, Saat Sampai Di Gereja Aku Sadar Aku Itu Harus Tenang Dulu, Yah Aku Pun Menyempatkan Diri Berdoa Sebentar Di Dalam Gereja Dan Tanda Tangan Untuk Kado Pastur, Lalu Setelah Itu Sambil Menunggu Pastur Yang Sengaja DiBawa Pergi Dari Siang Itu Datang, Semua Orang Pun Sudah Mulai Siap Di Posisi Masing-masing Dan Bersembunyi, Lalu Saat Si Pastur Datang, Ternyata Pembukaannya Tidak Sesuai Rencana, Sebab Si Pastur Sudah Keburu Emosi Saat Di Mobil, Yah Si Pastur Itu Kan Rencananya DiBohongin Dengan DiBilang Ada Yang Ulang Tahun Dan Minta Datang Ke Acara Ulang Tahun, Tapi Malah DiAjak Ke Dufan, Yah Yang Membuat Si Pastur Marah Itu Karena Mestinya Siang Itu Pastur Memimpin Misa Di Siang Hari, Tapi Si Pastur Sengaja Membatalkan Demi Menghadiri Acara Ulang Tahun, Tapi Kenyataannya Malah Ke Dufan Senang-senang, Si Pastur Pun Merasa Melalaikan Tugasnya Hanya Untuk Senang-senang Sendiri, Yah..Lalu Setelah Beberapa Lama, Akhirnya Si Pastur Itu Keluar Juga Dari Ruangannya Dan Kami Semua Pun Berkumpul Mengelilingi Sambil Membawa Kue Dan Memberikan Ucapan Selamat Dan Kado, Yah Pada Saat Itu Terlihat Bagaimana Semua Orang Muda Begitu Menyukai Pastur Itu, Suasana Pun Jadi Mengharukan Dan Si Pastur Pun Minta Maaf Karena Tidak Tahu, Tapi Orang-orang Yang Bertugas Membawa Pergi Si Pastur Keterlaluan Juga Sih, Sengaja Menaikkan Emosi Si Pastur, WalauPun Pastur, Kan Tetap Manusia Biasa, Yah Setelah Acara Salam-salaman Dan Sedikit Pidato, Acara Pun DiLanjutkan Dengan Makan-makan, Yah Makanannya Cuma Ada Seadanya Saja, Lalu Setelah Itu Acara Pun DiLanjutkan Dengan Musik Dan Dansa, Yah Musiknya Itu Musik Kebanyakan Musik Daerah, Sebab Di GerejaKu Kan Banyak Orang Floresnya, Ayah BaptisKu Saja(Alias Teman Sendiri) Kan Juga Orang Flores, Yah Lalu Aku Yang Hanya Menonton, Malah DiPaksa Oleh Anak Kecil Yang Dulu Saat Acara Olah Raga MemaksaKu Makan Indomie, Yah Sudah DiBilang Tidak Mau, Malah DiPaksa, Yah Aku Hanya Maju Sebentar, Lalu Kembali Menonton, Melihat Semua Orang Menari Daerah, Lucu Juga, Tanpa KuSadari, Rasa KesalKu Pun Yang Tadi Jadi Hilang, Yah Lalu Sambil Menonton, Aku Pun Mengobrol Dengan TemanKu Dan Akhirnya Acara Pun Selesai Jam 10 Malam, Setelah Selesai Aku Itu Tidak Langsung Pulang, Tapi Bantu Beres-beres Dulu, Lalu Setelah Itu Ikut Mendengarkan Cerita Bagaimana Saat Penculikan Si Pastur Dan Bagaimana Sikap Si Pastur Saat Di Mobil, Lalu Akhirnya Kami Pun Interogasi Si Pastur Dan Ternyata Si Pastur Itu Tidak Marah, Saat Sampai Di Gereja Itu Si Pastur Tidak Tahu Kalau Acara Itu Untuknya, Jadi Langsung Masuk Ruangan Saja Dah, Selain Itu Akting Orang-orang Yang Membawa Si Pastur Pergi Juga Hebat, Sampai-sampai Membuat Si Pastur Itu Merasa Bersalah Sekali Dan Mau Menangis, Gila Dah Pokoknya, Mendengar Ceritanya, Lucu Juga, Tapi Agak Tega, Betul-betul Mesti Pengakuan Dosa Tuh Buat Yang Sudah Bohong, Tapi Yang Penting Pada Akhirnya Acaranya Kan Sungguh Jadi Pesta Kejutan, Yah Tapi Pestanya Itu Agak Sedikit Kacau Juga Sih Karena Ada Kejadian HP Seseorang Hilang Saat Acara, Entah Hilang Di Mana, Orang Yang Kehilangan Pun Akhirnya Menangis Saja, Lalu Selain Itu Saat Makan Juga Rasanya Kurang Enak, Sebab Kita-kita Makan DiLihat Oleh Anak-anak Dari Panti Asuhan Yang Hanya Bisa Melihat Dari Pagar Saja, Yah Pagarnya DiKunci Sih, Jadi Mau Bagaimana Lagi, LagiPula Makanannya Juga Terbatas, Aku Agak Kasihan Melihatnya, Yah Tapi Yang Penting Tujuan Dari Acaranya Sukseslah, Yah Saat Cerita-cerita, Kami Pun Memesan Makanan Dan Makan Sambil Mendengarkan Cerita Hingga Akhirnya Jam 12 Malam Baru Semuanya Pulang, Yah Lalu Aku Yang Sampai Di Rumah Pun Langsung Menyalakan Komputer Dan Hanya Melakukan Yang KuSuka, Hmm..Saat Di Rumah, Perasaan Agak Kesal Yang Tadi Pun Jadi Muncul Lagi, Tapi Aku Terus Mengingatkan DiriKu Untuk Tenang, Aku Tidak Boleh Seperti Ini, Apalagi Terhadap Orang Tua Sendiri, Huh..Sabar Ded..Yah Lebih Baik Tidur Saja, Siapa Tahu Besok Jadi Agak Lebih Baik, Yah..Aku Harus Terus Coba Menahan DiriKu Dan Sabar Akan Semuanya, KuHarap Tuhan Mau Memaafkan Aku Atas SikapKu Dan Mau Terus Mengajarkan Aku Untuk Sabar, Huh..

There in the east burns the crimson
Glowing and arousing lives
Scattering the light, awakening souls,
that were lost in earth's darkening strives
it traverses the sky each day
none ever has come on its way

delivering life from melancholy
bestowing glory to nature and creation
dispelling the shades of night
setting the inert and active on motion
the ascetic or the wordly sensitive
in existence can ignore it away

the triumph of good over evil
or does it speak of god's prevalence
this ball of fire in the firmament
moves with precision and perseverance
neither the good nor the evil
none ever has caused it delay

glory be to thee , who speaks not
but enables vision and feel
to understand thy and thou power
and in respect to thy kneel
nor men nor beings need reminder
for thou rises for deliverance each day

No comments: