Sunday, August 24, 2008

NoBody Will Understand

Hari Sabtu Tanggal 23 Agustus 2008
Huh..Akhirnya Hari Ini Aku Bangun Jam 11.30 Siang, Setelah Semalam Aku Berpikir Sesungguhnya SikapKu Pada IbuKu Kemarin Sungguh Salah Sekali, DiSaat Seperti Ini Mungkin Aku Sangat Tidak Suka Sekali, Tapi Jika Seandainya IbuKu Sudah Tidak Ada, Aku Pasti Akan Menyesali Seluruh PerbuatanKu Dan SikapKu Selama Ini, Yah Apalagi Dulu Aku Kan Pernah Bilang Aku Tidak Ingin Melukai Perasaan IbuKu Lagi, Yah..Mungkin Yang Bisa KuLakukan Hanyalah Mengalah Dan Mengikuti Segala Kehendak IbuKu, Toh Sejak Awal Aku Kan Memang Tidak Memiliki Kebebasan, Aku Tidak Bisa Berbuat Apa-apa Lagi, Bagaimana Pun Juga Aku Sayang Pada IbuKu, Yah Aku Sudah Pasrah, Aku Ini Kan Hanyalah Robot Saat Ini, Saat Bilang "A" Aku Harus Ikut "A" WalauPun Suka Tidak Suka, Aku Sudah Harus Mengubah SikapKu, Aku Tidak Bisa Terus Saja Seperti Dulu Mempertahankan KemauanKu, Aku Sungguh Menyerah Dah, Kadang Aku Sungguh Iri Pada AdikKu Sendiri, Tapi Mau Bagaimana Lagi, Yah Sudahlah, Lalu Setelah Bangun Aku Pun Hanya Berbaring Saja, Setelah Itu Aku Menonton TV, Lalu Makan Dan Kembali Hanya Berbaring Saja, Lalu Aku Pun Tidur, Setelah Tidur Sebentar, Aku Pun Bangun Dan Hanya Duduk-duduk Sendiri Dan Tiba-tiba Aku DiAjak Pergi Ke Undangan, Tapi Aku Tidak Mau Ikut Karena Sedang Malas, Lalu Aku Pun Mandi, Setelah Itu Hanya Duduk Dan Kadang Berbaring Saja, Lalu Aku Pun Mengajak AnjingKu Jalan-jalan Sebentar, Setelah Itu Aku Pun Kembali Hanya Duduk-duduk Melamun Saja, Sebenarnya Sih Mau Menyalakan Komputer, Tapi Komputer DiPakai Oleh Teman AdikKu, Yah Sudah Dari Siang, Komputer Dan PlayStation Semuanya DiPakai Oleh Teman-tean AdikKu, Aku Pun Tidak Tahu Mau Melakukan Apa, Lalu Akhirnya Aku Berbaring Di Kamar Sambil Menunggu Teman-teman AdikKu Pulang, Lalu Setelah Cukup Lama, Teman-teman AdikKu Pun Pulang Dan Aku Pun Keluar KamarKu Dan Menyalakan KomputerKu, Lalu Setelah Aku Memeriksa E-mail Sebentar, Aku Pun Makan Lalu Aku Kembali Ke KamarKu Dan Hanya Menonton TV Saja, Yah Setelah Menonton Beberapa Lama, Aku Pun Kembali Ke Depan Komputer, Huh..Yah Ternyata Aku Memang Tidak Salah, Selama Ini IbuKu Memang Tidak Mengenal Baik Anak-anaknya, Berkali-kali KuKatakan Itu Pada IbuKu, Tapi IbuKu Terus Saja Membantahnya, Padahal IbuKu Hanya Mengenal Anak-anaknya Dari Luar Saja, Hmm..KehidupanKu Sungguh Terbatas Yah Dan Mau Bagaimana Pun Juga Aku Tidak Mungkin Bisa Lepas Dari KeluargaKu, Huh..Terkadang Beban Yang KuRasakan Ini Semakin Membuat KeberanianKu Untuk Mengakhiri HidupKu Sendiri Semakin Besar, Tapi KuSadar KeberanianKu Itu Belum Sebesar Itu, Yah..Sudahlah..Jadi Bicara Sembarangan Saja, Toh Bagaimana Pun Juga Pasti Tidak Akan Ada Yang Pernah Paham PerasaanKu Selama Ini, Sudah..Sudahlah.., Yup..Sekarang Mau Melakukan Apa Lagi Yah?? Hmm..Paling Tidur Saja, Yah..Yah..Tidur Ded..Hanya Dalam Mimpilah Aku Itu Bisa Bebas Dan Melakukan Yang Ingin Kulakukan, Huah..Aku Sungguh Cinta Sekali Bantal Dan KasurKu, Mungkin Kasur Dan Bantal Adalah Yang Terbaik UntukKu, Selalu MenemaniKu Saat Aku Sedih Dan Kesepian, Selalu Bisa MembuatKu Tenang Dan Nyaman, Yee..Makin Malam Makin Kacau Saja Yah Aku Ini, Sudah Ah..Nanti Malah Tidak Tidur-tidur Lagi, Yah..Sekarang Tidur, Besok Ke Gereja Dah..Asyik..

You are the batter,
Shaking in your cleats,
Scared of what may come,
So scared you may flee.

The pitcher stands there noble,
Strong and steady,
His pitch is fast,
And you are not so ready.

The pitch is down the middle,
Right where you like,
But something comes over you,
Like the darkest of the nights.

SWING,
And you miss,
Satan got in you,
And gave you a kiss.

You walk back to the dugout,
And begin to weep,
You let your Father down,
But suddenly, you leap.

You hop right back up,
You're at bat again,
You get another shot,
This time Satan must not get in!

You pray to God,
Asking for Satan to be gone,
You dig in,
Humming in song.

With a smile on your face,
You watch the pitcher throw,
Right down the middle,
Yet this one you drove.

As far as you could,
The ball flew like out of a gun,
You watch with amazement,
As the pitcher says, That's my son!

No comments: