Hari Senin Tanggal 16 Juni 2008
Hari Ini Aku DiBangunkan Oleh IbuKu Jam 8.30 Pagi, Katanya Ada Telepon, Huh..Pagi-pagi Sudah Ada Yang Ganggu, Paling-paling TemanKu, Eh Ternyata Saat Aku Angkat Teleponnya, Ternyata Itu Telepon Untuk Minta Aku Datang Psikotest Untuk Pekerjaan, Wah..Aku Yang Baru Bangun Pun Langsung Terkejut, Bagaimana Bisa Coba, Selama 2 Bulan Lebih Ini Kan Aku tidak Melamar Kerja Di Mana-mana Lagi, Apalagi Yang Tempatnya Agak Jauh Begitu, Yah Tempatnya Di Permata Hijau Dan Kalau Tidak Salah Pekerjaannya Itu Sebagai Programmer, Nah Itu Kan Lebih Mustahil Lagi, Aku Kan Selalu Bilang Tidak Ingin Menjadi Programer, Karena Aku Tidak Ada Bakat, Pokoknya Aku Itu Tidak Mau Kerja Yang Berhubungan Dengan IT, Wah Aku Sungguh Bingung Dah, Tapi Yah Besok Aku Akan Coba Datang saja, Sebab Aku Kan Belum Pernah Merasakan Psikotest Untuk Orang Kerja Itu Seperti Apa Sih, Yah Untuk Tambah PengalamanLah, Toh Lagian Kan Aku Sudah Bilang Untuk Saat Ini Aku Sedang Tidak Ingin Cari Kerja Dulu, KuIngin Menyelesaikan SkripsiKu Dulu Dan Jika WaktuKu Tiba, Aku Pasti Kerja Kok, Jadi Hasil Test Besok, ApaPun Hasilnya, Tidak Akan Berpengaruh PadaKu, Ini Nih Yang Aku Tidak Begitu Suka, Saat Ingin Kerja Dan Sudah Cari, Eh Malah Tidak Dapat 1 Pun, Sekarang Saat Sedang Tidak Ingin Cari, Malah Ada Tawaran, Sesungguhnya Ini Bukan Tawaran Pertama, Sebelumnya Juga Sudah Ada Dari TemanKu Yang Menyuruh Aku Berpura-pura Menjadi Pamannya Hanya Untuk Ambil Kartu Kredit, Tetapi Saat Itu Aku Bilang, Aku Sedang Ingin Menyelesaikan SkripsiKu Dulu, Yah Tahulah Lihat Besok Saja, Huh..Sudah Tesnya Jam 8 Pagi Lagi, Artinya Aku Harus Bangun Pagi-pagi Dah, Setidaknya Jam 6 Pagi Sudah Harus Bangun Huh..Huh.., Yah Sudahlah, Yah Sesudah Menerima Telepon, Aku Pun Lanjut Tidur Lagi, Yah Awalnya Susah Tidur Sih, Gara-gara Kepikiran Telepon Tadi, Sebab SeingatKu Aku Tidak Pernah Mengirim Lamaran Kerja Yang Tempatnya Agak Jauh Itu, Aku Juga Harus Berhati-hati, Jangan-jangan Penipuan Lagi Seperti Dulu, Yah Sudah Tidak Usah Pikirkan Sekarang, Yang Penting Saat Tidur Lagi, Yah setelah Beberapa Lama, Akhirnya Aku Pun Tidur Dah, Setelah Tidur Beberapa Jam, Aku Pun Bangun, Saat Bangun Aku Hanya Baca Koran Sambil Melihat AnjingKu yang Terus Saja Berisik Karena Ketakutan, Aku Sih Hanya Melihat Saja, Sebab Tidak Boleh DiBiasakan, Bisa Makin Manja Nanti, Yah Tapi Suara Berisiknya Agak Menganggu Juga Sih, Yah Tapi Biarlah, Yah Lalu Aku Pun Mandi, Setelah Itu Makan, Setelah Makan Aku Beristirahat Sebentar, Sebab Agak Kekenyangan, Yah Setelah Perut Agak Enakan, Aku Pun Pergi Dah Ke Rumah TemanKu, Saat sampai Di Rumah TemanKu, Aku Minta TemanKu Untuk Mencari Informasi Mengenai Tempat Besok Aku Akan Tes, Setelah DiCari-cari Lewat Internet, Kalau Tidak Salah Tempatnya Itu Adalah Perusahaan Farmasi, Aku Pun Terkejut, Lebih Parah Lagi, Lebih Tidak Mungkin Aku Pernah Melamar Perusahaan Farmasi, Ah..Tahulah, Lihat Besok Agar Semua Jelas, Yah Lalu Kami Pun Mulai Mengerjakn Skripsi Kami Saja Dah, Gila Dosen Kami, Revisinya Jadi Lebih Banyak Lagi, Huh..Kadang-kadang DosenKu Itu Agak Merepotkan Juga, Apa Yang DiKatakan Sebelumnya, Pasti Berbeda Kemudian, Jadi Aku Dan Teman-temanKu Jadi Sering Bingung Akan Maunya Dosen Kami Itu, Payah Dah, Entah Begitu Banyaknya Yang Perlu DiRevisi, Bisa Sampai Kapan Coba, Sudah Waktunya Tinggal 1 Minggu Lagi, Huh..Aku Jadi Makin Takut Saja Kalau Akan Gagal Lagi Nanti, Tapi Semoga Saja Tidak Dah, Aku Dan Teman-temanKu Sudah Sampai Sejauh Ini Masa Masih Gagal Juga, Kan Tinggal 1 Langkah Lagi, Hanya Tinggal Kumpul Dan Sidang Saja, Semoga Tuhan Menunjukkan Jalannya Untuk Kami, Amin..Dah, Yah Lalu Setelah Memperbaiki Sedikit, Kami Pun Mengobrol Sebentar Dan Tiba-tiba Mati Listrik, Yah Ampun Dah, Malah Mati Listrik Lagi, Bisa Lama Dah Baru Hidup Lagi Listriknya, Wah Payah, Padahal Kami Kan Harus Mengebut Untuk Skripsi Kami, Yah Lalu Sambil Menunggu Listrik Kembali Menyala, TemanKu Pun Mengajak Main Kartu, Yah Makin Lama Main, Keadaan Makin Gelap, Sampai-sampai Kartunya Tidak Terlihat, Sampai Harus Pakai Lilin Dah, Gila Mainnya Bisa Merusak Mata Itu, Setelah Main Beberapa Lama, Teman Kami Pun Menelepon Untuk Minta DiJemput, Yah TemanKu Yang Pergi Jemput Dah, Sedangkan Aku Menunggu Di Rumah TemanKu Yang Gelap, Yah Yang KuLakukan Hanya Mendengar Musik Dari MP3 PlayerKu Saja, Setelah Mendengar Beberapa Lagu, Akhirnya Listrik Kembali Menyala, Yah Aku Langsung Main Game Di Komputer TemanKu, Daripada Hanya Duduk-duduk Dengar Musik, Yah Setelah Beberapa Lama, Kedua TemanKu Pun Kembali Dan Mereka Bawa Makanan, Yah Maka Kami Pun Makan, setelah Itu Menonton TV, Lalu Kembali Ke Masalah Skripsi Kami, Yah Kami Tidak Mungkin Kerja Lagi, Sebab Sudah Malam, Yah Aku Pun Pinjam Printer TemanKu Untuk Print CVKu Saja Dah, Yah Seperti Biasa Printer TemanKu Bermasalah, Tapi Akhirnya Bisa Print Juga Setelah 1 Jam, Yah Lalu TemanKu Pun Mengajak Pulang Dah, Yah Maka Aku Mengantar TemanKu, Lalu Pulang, Setelah Sampai Di Rumah Aku Pun Mandi, Setelah Itu Mencari Amplop Coklat, Tapi Tidak Ketemu Sama Sekali, Huh..Sudahlah Besok Saja Aku Tanya IbuKu, Yah Lalu Aku Pun Berada Di Depan KomputerKu dan Menyelesaikan Hal Yang Ingin KuLakukan, Lalu setelah Ini Aku Harus Tidur, Karena Besok Harus Bangun Pagi-pagi, Sudah Belum Tahu Tempatnya Tepatnya Di Mana Lagi, Jadi Pasti Harus Cari-cari Besok, Huh..Malas Sih.., Tapi Buat Pengalamanlah, Yup..Yup..Tidur Sekarang..
Winds of destiny blow and blow
Take me where I'm not supposed to go
Take me far away from here
Make me forget what's close and dear
Make me forget my life, my hopes, my dreams
Make me forget how real this seems
Winds of destiny why have you forsaken me so
Why must you fill me with misery wherever I go
All I ask now is you to take me far far away
All I ask is to leave today
Because I'm tired of the tears
Everyday of the year
I cry
Sometimes not even knowing why
All because of you, destiny of mine
Thanks to you I'll never be fine
I understand it was destiny for me to suffer like this
To be ripped from what I surely miss
To suffer all alone
And to keep secrets, don't worry, they'll never be known
One the one condition that you take me home
PLEASE, winds of destiny blow and blow
Take me where I'm not supposed to go
Take me home
Hari Ini Aku DiBangunkan Oleh IbuKu Jam 8.30 Pagi, Katanya Ada Telepon, Huh..Pagi-pagi Sudah Ada Yang Ganggu, Paling-paling TemanKu, Eh Ternyata Saat Aku Angkat Teleponnya, Ternyata Itu Telepon Untuk Minta Aku Datang Psikotest Untuk Pekerjaan, Wah..Aku Yang Baru Bangun Pun Langsung Terkejut, Bagaimana Bisa Coba, Selama 2 Bulan Lebih Ini Kan Aku tidak Melamar Kerja Di Mana-mana Lagi, Apalagi Yang Tempatnya Agak Jauh Begitu, Yah Tempatnya Di Permata Hijau Dan Kalau Tidak Salah Pekerjaannya Itu Sebagai Programmer, Nah Itu Kan Lebih Mustahil Lagi, Aku Kan Selalu Bilang Tidak Ingin Menjadi Programer, Karena Aku Tidak Ada Bakat, Pokoknya Aku Itu Tidak Mau Kerja Yang Berhubungan Dengan IT, Wah Aku Sungguh Bingung Dah, Tapi Yah Besok Aku Akan Coba Datang saja, Sebab Aku Kan Belum Pernah Merasakan Psikotest Untuk Orang Kerja Itu Seperti Apa Sih, Yah Untuk Tambah PengalamanLah, Toh Lagian Kan Aku Sudah Bilang Untuk Saat Ini Aku Sedang Tidak Ingin Cari Kerja Dulu, KuIngin Menyelesaikan SkripsiKu Dulu Dan Jika WaktuKu Tiba, Aku Pasti Kerja Kok, Jadi Hasil Test Besok, ApaPun Hasilnya, Tidak Akan Berpengaruh PadaKu, Ini Nih Yang Aku Tidak Begitu Suka, Saat Ingin Kerja Dan Sudah Cari, Eh Malah Tidak Dapat 1 Pun, Sekarang Saat Sedang Tidak Ingin Cari, Malah Ada Tawaran, Sesungguhnya Ini Bukan Tawaran Pertama, Sebelumnya Juga Sudah Ada Dari TemanKu Yang Menyuruh Aku Berpura-pura Menjadi Pamannya Hanya Untuk Ambil Kartu Kredit, Tetapi Saat Itu Aku Bilang, Aku Sedang Ingin Menyelesaikan SkripsiKu Dulu, Yah Tahulah Lihat Besok Saja, Huh..Sudah Tesnya Jam 8 Pagi Lagi, Artinya Aku Harus Bangun Pagi-pagi Dah, Setidaknya Jam 6 Pagi Sudah Harus Bangun Huh..Huh.., Yah Sudahlah, Yah Sesudah Menerima Telepon, Aku Pun Lanjut Tidur Lagi, Yah Awalnya Susah Tidur Sih, Gara-gara Kepikiran Telepon Tadi, Sebab SeingatKu Aku Tidak Pernah Mengirim Lamaran Kerja Yang Tempatnya Agak Jauh Itu, Aku Juga Harus Berhati-hati, Jangan-jangan Penipuan Lagi Seperti Dulu, Yah Sudah Tidak Usah Pikirkan Sekarang, Yang Penting Saat Tidur Lagi, Yah setelah Beberapa Lama, Akhirnya Aku Pun Tidur Dah, Setelah Tidur Beberapa Jam, Aku Pun Bangun, Saat Bangun Aku Hanya Baca Koran Sambil Melihat AnjingKu yang Terus Saja Berisik Karena Ketakutan, Aku Sih Hanya Melihat Saja, Sebab Tidak Boleh DiBiasakan, Bisa Makin Manja Nanti, Yah Tapi Suara Berisiknya Agak Menganggu Juga Sih, Yah Tapi Biarlah, Yah Lalu Aku Pun Mandi, Setelah Itu Makan, Setelah Makan Aku Beristirahat Sebentar, Sebab Agak Kekenyangan, Yah Setelah Perut Agak Enakan, Aku Pun Pergi Dah Ke Rumah TemanKu, Saat sampai Di Rumah TemanKu, Aku Minta TemanKu Untuk Mencari Informasi Mengenai Tempat Besok Aku Akan Tes, Setelah DiCari-cari Lewat Internet, Kalau Tidak Salah Tempatnya Itu Adalah Perusahaan Farmasi, Aku Pun Terkejut, Lebih Parah Lagi, Lebih Tidak Mungkin Aku Pernah Melamar Perusahaan Farmasi, Ah..Tahulah, Lihat Besok Agar Semua Jelas, Yah Lalu Kami Pun Mulai Mengerjakn Skripsi Kami Saja Dah, Gila Dosen Kami, Revisinya Jadi Lebih Banyak Lagi, Huh..Kadang-kadang DosenKu Itu Agak Merepotkan Juga, Apa Yang DiKatakan Sebelumnya, Pasti Berbeda Kemudian, Jadi Aku Dan Teman-temanKu Jadi Sering Bingung Akan Maunya Dosen Kami Itu, Payah Dah, Entah Begitu Banyaknya Yang Perlu DiRevisi, Bisa Sampai Kapan Coba, Sudah Waktunya Tinggal 1 Minggu Lagi, Huh..Aku Jadi Makin Takut Saja Kalau Akan Gagal Lagi Nanti, Tapi Semoga Saja Tidak Dah, Aku Dan Teman-temanKu Sudah Sampai Sejauh Ini Masa Masih Gagal Juga, Kan Tinggal 1 Langkah Lagi, Hanya Tinggal Kumpul Dan Sidang Saja, Semoga Tuhan Menunjukkan Jalannya Untuk Kami, Amin..Dah, Yah Lalu Setelah Memperbaiki Sedikit, Kami Pun Mengobrol Sebentar Dan Tiba-tiba Mati Listrik, Yah Ampun Dah, Malah Mati Listrik Lagi, Bisa Lama Dah Baru Hidup Lagi Listriknya, Wah Payah, Padahal Kami Kan Harus Mengebut Untuk Skripsi Kami, Yah Lalu Sambil Menunggu Listrik Kembali Menyala, TemanKu Pun Mengajak Main Kartu, Yah Makin Lama Main, Keadaan Makin Gelap, Sampai-sampai Kartunya Tidak Terlihat, Sampai Harus Pakai Lilin Dah, Gila Mainnya Bisa Merusak Mata Itu, Setelah Main Beberapa Lama, Teman Kami Pun Menelepon Untuk Minta DiJemput, Yah TemanKu Yang Pergi Jemput Dah, Sedangkan Aku Menunggu Di Rumah TemanKu Yang Gelap, Yah Yang KuLakukan Hanya Mendengar Musik Dari MP3 PlayerKu Saja, Setelah Mendengar Beberapa Lagu, Akhirnya Listrik Kembali Menyala, Yah Aku Langsung Main Game Di Komputer TemanKu, Daripada Hanya Duduk-duduk Dengar Musik, Yah Setelah Beberapa Lama, Kedua TemanKu Pun Kembali Dan Mereka Bawa Makanan, Yah Maka Kami Pun Makan, setelah Itu Menonton TV, Lalu Kembali Ke Masalah Skripsi Kami, Yah Kami Tidak Mungkin Kerja Lagi, Sebab Sudah Malam, Yah Aku Pun Pinjam Printer TemanKu Untuk Print CVKu Saja Dah, Yah Seperti Biasa Printer TemanKu Bermasalah, Tapi Akhirnya Bisa Print Juga Setelah 1 Jam, Yah Lalu TemanKu Pun Mengajak Pulang Dah, Yah Maka Aku Mengantar TemanKu, Lalu Pulang, Setelah Sampai Di Rumah Aku Pun Mandi, Setelah Itu Mencari Amplop Coklat, Tapi Tidak Ketemu Sama Sekali, Huh..Sudahlah Besok Saja Aku Tanya IbuKu, Yah Lalu Aku Pun Berada Di Depan KomputerKu dan Menyelesaikan Hal Yang Ingin KuLakukan, Lalu setelah Ini Aku Harus Tidur, Karena Besok Harus Bangun Pagi-pagi, Sudah Belum Tahu Tempatnya Tepatnya Di Mana Lagi, Jadi Pasti Harus Cari-cari Besok, Huh..Malas Sih.., Tapi Buat Pengalamanlah, Yup..Yup..Tidur Sekarang..
Winds of destiny blow and blow
Take me where I'm not supposed to go
Take me far away from here
Make me forget what's close and dear
Make me forget my life, my hopes, my dreams
Make me forget how real this seems
Winds of destiny why have you forsaken me so
Why must you fill me with misery wherever I go
All I ask now is you to take me far far away
All I ask is to leave today
Because I'm tired of the tears
Everyday of the year
I cry
Sometimes not even knowing why
All because of you, destiny of mine
Thanks to you I'll never be fine
I understand it was destiny for me to suffer like this
To be ripped from what I surely miss
To suffer all alone
And to keep secrets, don't worry, they'll never be known
One the one condition that you take me home
PLEASE, winds of destiny blow and blow
Take me where I'm not supposed to go
Take me home
No comments:
Post a Comment