Hari Kamis Tanggal 15 Mei 2008
Hari Ini Aku Bangun Jam 12 Siang, Yah Hari Ini Yang Rencananya Mau Bertemu Dosen, Akhirnya Tidak Jadi, Aku DiSMS Oleh TemanKu Katanya DosenKu Hari Ini Ada Rapat Mendadak, Jadi DiGantikan Besok Ketemunya, Yah Sudahlah, Artinya Hari Ini Aku Kembali Hanya Di Rumah Dah.., Yah Setelah Bangun Yang KuLakukan Hanyalah Membaca Koran Lalu Menonton TV Dan Setelah Itu Aku Makan, Setelah Makan Seperti Biasa Aku Bermain Dengan AnjingKu Dan Setelah Bermain Dengan AnjingKu, Tiba-tiba IbuKu Bertanya PadaKu, Apakah Aku Punya Teman Yang Tahu Lowongan Di PRJ(Pekan Raya Jakarta), Yah AdikKu Itu Sudah Mulai Libur Dan Dengan Libur Yang Panjang Ini AdikKu Bileng Ingin Kerja Dan Kalau Bisa Kerja Di PRJ, Yah Aku Pun Bilang Saja Tidak Ada Kenalan, Yah LagiPula Cukup Susah Kalau Mau Cari Pekerjaan Di PRJ, Dari Dulu Aku Yang Berminat Saja Tidak Pernah Dapat, Sudah Dari SMA Carinya, Yah Tapi Siapa Tahu AdikKu Lebih Beruntung DariKu, Yah Setelah Berbicara Dengan IbuKu, Aku Pun Kembali Menonton TV Dan Kelamaan Akhirnya Aku Pun Tidur, Setelah Tidur Beberapa Lama, Aku Pun Terbangun, Yah Aku Terbangun Itu Karena Merasa Panas, Sepertinya ACnya Tidak Dingin, Huh..Sungguh Panasnya, Yah Sudah Bangun Aku Pun Kembali Menonton TV Dan Kembali Bermain Dengan AnjingKu, Setelah Itu Aku Pun Mandi, Setelah Mandi Aku Pun Menyalakan KomputerKu Dan Mencopy Film-filmKu Yang Baru KuDownload Ke DVD, Yah Agar Tidak Memenuhi Hard DiskKu, Setelah Itu Aku Pun Mengantar Ayah Dan IbuKu Pergi Sembahyang, Yah Sekalian Melatih MengemudiKu, Sudah Lama Sekali Tidak Bawa Mobil Juga, Yah Saat Sampai Di Vihara, Mata Sebelah KiriKu Malah Tiba-tiba Terasa Sakit, Entah Kena Asap Dupa Atau Apa, Payah Dah, Setelah Itu Seperti Biasa Kami Pun Pergi Beli Makanan Dan Setelah Itu Pulang, Yah Entah Ada Apa DenganKu Malam Ini, Cara MengemudiKu Sungguh Kacau Sekali, Sepertinya Baru Pertama Kali Saja Aku Membawa Mobil, Sudah Aku Juga DiMarahi Oleh IbuKu Karena KebiasaanKu Kalau Mengemudi Tidak Pernah Menggunakan Klakson, Entah Kenapa Aku Itu Tidak Suka Menggunakan Klakson, Baik Mengemudikan Mobil Atau Pun Motor, Rasanya Tidak Enak Saja, Yah Aku Tahu Sih, Terkadang Sangat Penting Juga Klakson Itu, Hanya Aku Itu Sungguh Tidak Terbiasa, Yah Pokoknya Cara MengemudiKu Hari Ini Sangat Buruk Sekalilah, Sudah AC Mobil Juga Sedang Rusak, Sehingga Rasanya Juga Panas, Yah..Sungguh Malam Yang Kurang Baik UntukKu, Yah Setelah Sampai Di Rumah Yang KuLakukan Yah Hanya Makan, Setelah Itu Menonton TV Dan Setelah Itu Berada Di Depan Komputer Dan Seperti Biasa Dah.., Hmm..Kalau Aku Tidak Salah Besok Itu Adalah Ada Acara Perpisahan HIMTI, Yah Aku Tidak Tahu Betul Apa Tidak Dan Aku Pun DiIjinkan Untuk Bawa Mobil Besok, Tapi Setelah Aku Berpikir, Untuk Apa Aku Bawa Mobil, Toh Aku Hanya Pergi Sendiri, Jadi Merepotkan Saja, Apalagi Dengan Cara MengemudiKu Malam Ini, Aku Jadi Tidak Yakin Untuk Bawa Mobil Sendiri, Selain Itu Kalau Bawa Mobil Nanti DiBilang Mau Bergaya Lagi, Padahal Sih Ingin Coba Bawa Mobil Sendirian, Sebab Belum Pernah, Tapi Yah Lebih Baik Naik Motor Saja, LagiPula Selain Itu Aku Pun Masih Berpikir, Aku Mau Datang Apa Tidak Yah Ke Acara Perpisahan Besok, Yah Hal Yang MembuatKu Tidak Ingin Datang Itu Karena Aku Sendiri Tidak Tahu Letak Tempat Acaranya, Selain Itu Saat Datang Pasti Tidak Melakukan Apa-apa, Paling Hanya Makan, Lalu Sudah Selesai Dan Aku Pasti Juga Hanya Akan Diam Saja Sampai Acara Selesai, Yah Padahal Dulu Itu Aku Sangat Mengharapkan Acara Perpisahannya Dan Kalau Bisa Acara Perpisahannya Setelah Aku Lulus Atau SkripsiKu Selesai Dan Saat Ini SkripsiKu Sudah Selesai, Tapi Entah Kenapa Semangat Untuk Ikut Acara Perpisahan Pun Sudah Hilang, Mungkin Tanpa Acara Perpisahan Saja Sesungguhnya Aku Dan Teman-teman 2004 Sudah Berpisah, Acara Perpisahan Itu BagiKu Mungkin Hanyalah Acara Untuk Melihat Wajah Teman-temanKu Yang Angkatan 2004 Untuk Terakhir Kalinya, Yah Mungkin Ada Beberapa Orang Yang Mungkin Masih Bisa KuTemui Lagi Sih, Tapi Sebagian Besar Pasti Tidak Akan Ketemu Lagi, Apalagi Dia, Huh..Tahulah, Aku Pun Bingung Besok Mau Ikut Acara Perpisahan Apa Tidak, LagiPula Aku Datang Mau Pun Tidak Datang Juga Tidak Masalah, Teman-temanKu Yang Lain Juga Pasti Beberapa Ada Yang Tidak Datang Apalagi Dia, Tetapi Kalau Tidak Datang Juga Tidak Enak, Karena Mau Tidak Mau Aku Itu Kan Juga Bagian Dari Organisasi Dan Organisasi HIMTI Sudah Memberikan Aku Banyak Hal Yang Tidak Mungkin KuDapat Kalau Aku Itu Cuma Kuliah Saja, Yah HIMTI Sudah Jadi Salah Satu Bagian Terpenting Dalam DiriKu, Aku Sendiri Sering Merasa Bangga Menjadi Bagian Dari Organisasi Itu, Huh..Bingung Juga Kalau Aku Tidak Datang Nanti Aku Juga DiCap Sebagai Orang Yang Hanya Bisa Bilang Bangga Jadi Aktivis HIMTI, Tapi DiSisi Lain Juga Membuang HIMTI Dan Tidak Peduli, Acara Perpisahan Saja Tidak Mau Datang, Mana Slogan "One Family One Goal", Hmm..Mau Bagaimana Yah?? Yah Mungkin Hanya Bisa Lihat Besoklah, Apalagi Besok Aku Kan Juga Ada Janji Ketemu Dosen, Huh..Sudahlah Pokoknya Lihat Besok Sajalah..Yah Sekarang Lebih Baik Kembali Menonton TV Saja Dan Cari Makanan Lagi, Sebab Masih Lapar Sih.., Hmm.."One Family One Goal", Kata-kata Yang Tidak Mungkin Bisa KuLupakan Begitu Saja, Kalimat Yang Sangat Sederhana Tapi Memiliki Makna Yang Cukup Dalam Yah.., Ah..Jadi Melamun Tidak Jelas Dah, Orang Mau Cari Makan Juga, Sudah Ah..Makan Betulan Kali Ini Nyam..
An old wooden swing set
Sways in the wind, sits beneath the pines.
Splintered wood, weak wood,
Creaks with every movement.
Two bright yellow swings,
A rope ladder hanging in shreds,
A dirty, scratched slide and monkey bars
All decorate its being,
More memories than a photo album could ever hold.
Pappaw built that swing set,
And little did he know
It would provide such consolation, such comfort,
An inanimate best friend.
That swing set was an Indian fort,
The slide a hospital bed,
The monkey bars were Mt. Everest,
The yellow swing was a prison cell of a beautiful princess from afar,
Just a resting place in the shade on a hot August day.
Pappaw built that swing set
Thinking it would be nothing more than
A plaything
A huge toy
That my brothers and I would soon outgrow.
But that swing set heard my deepest thoughts,
It knows my greatest fears.
It's seen every tear of grief spilled over every thing, big or small.
The swing set knows my loved ones all so well
From the dozens of times I sat beneath it,
Hoping and praying.
It knows the days
Marked with my deepest sorrows,
And surely it smiles upon the days that brought just a little more hope.
And that swing set isn't ever going to leave;
It's at home beneath the pines.
I could never go on without its creaking wood and squeaky swings.
For no matter how un-sturdy and unreliable it seems to you
It will always be my stronghold during the storm.
Hari Ini Aku Bangun Jam 12 Siang, Yah Hari Ini Yang Rencananya Mau Bertemu Dosen, Akhirnya Tidak Jadi, Aku DiSMS Oleh TemanKu Katanya DosenKu Hari Ini Ada Rapat Mendadak, Jadi DiGantikan Besok Ketemunya, Yah Sudahlah, Artinya Hari Ini Aku Kembali Hanya Di Rumah Dah.., Yah Setelah Bangun Yang KuLakukan Hanyalah Membaca Koran Lalu Menonton TV Dan Setelah Itu Aku Makan, Setelah Makan Seperti Biasa Aku Bermain Dengan AnjingKu Dan Setelah Bermain Dengan AnjingKu, Tiba-tiba IbuKu Bertanya PadaKu, Apakah Aku Punya Teman Yang Tahu Lowongan Di PRJ(Pekan Raya Jakarta), Yah AdikKu Itu Sudah Mulai Libur Dan Dengan Libur Yang Panjang Ini AdikKu Bileng Ingin Kerja Dan Kalau Bisa Kerja Di PRJ, Yah Aku Pun Bilang Saja Tidak Ada Kenalan, Yah LagiPula Cukup Susah Kalau Mau Cari Pekerjaan Di PRJ, Dari Dulu Aku Yang Berminat Saja Tidak Pernah Dapat, Sudah Dari SMA Carinya, Yah Tapi Siapa Tahu AdikKu Lebih Beruntung DariKu, Yah Setelah Berbicara Dengan IbuKu, Aku Pun Kembali Menonton TV Dan Kelamaan Akhirnya Aku Pun Tidur, Setelah Tidur Beberapa Lama, Aku Pun Terbangun, Yah Aku Terbangun Itu Karena Merasa Panas, Sepertinya ACnya Tidak Dingin, Huh..Sungguh Panasnya, Yah Sudah Bangun Aku Pun Kembali Menonton TV Dan Kembali Bermain Dengan AnjingKu, Setelah Itu Aku Pun Mandi, Setelah Mandi Aku Pun Menyalakan KomputerKu Dan Mencopy Film-filmKu Yang Baru KuDownload Ke DVD, Yah Agar Tidak Memenuhi Hard DiskKu, Setelah Itu Aku Pun Mengantar Ayah Dan IbuKu Pergi Sembahyang, Yah Sekalian Melatih MengemudiKu, Sudah Lama Sekali Tidak Bawa Mobil Juga, Yah Saat Sampai Di Vihara, Mata Sebelah KiriKu Malah Tiba-tiba Terasa Sakit, Entah Kena Asap Dupa Atau Apa, Payah Dah, Setelah Itu Seperti Biasa Kami Pun Pergi Beli Makanan Dan Setelah Itu Pulang, Yah Entah Ada Apa DenganKu Malam Ini, Cara MengemudiKu Sungguh Kacau Sekali, Sepertinya Baru Pertama Kali Saja Aku Membawa Mobil, Sudah Aku Juga DiMarahi Oleh IbuKu Karena KebiasaanKu Kalau Mengemudi Tidak Pernah Menggunakan Klakson, Entah Kenapa Aku Itu Tidak Suka Menggunakan Klakson, Baik Mengemudikan Mobil Atau Pun Motor, Rasanya Tidak Enak Saja, Yah Aku Tahu Sih, Terkadang Sangat Penting Juga Klakson Itu, Hanya Aku Itu Sungguh Tidak Terbiasa, Yah Pokoknya Cara MengemudiKu Hari Ini Sangat Buruk Sekalilah, Sudah AC Mobil Juga Sedang Rusak, Sehingga Rasanya Juga Panas, Yah..Sungguh Malam Yang Kurang Baik UntukKu, Yah Setelah Sampai Di Rumah Yang KuLakukan Yah Hanya Makan, Setelah Itu Menonton TV Dan Setelah Itu Berada Di Depan Komputer Dan Seperti Biasa Dah.., Hmm..Kalau Aku Tidak Salah Besok Itu Adalah Ada Acara Perpisahan HIMTI, Yah Aku Tidak Tahu Betul Apa Tidak Dan Aku Pun DiIjinkan Untuk Bawa Mobil Besok, Tapi Setelah Aku Berpikir, Untuk Apa Aku Bawa Mobil, Toh Aku Hanya Pergi Sendiri, Jadi Merepotkan Saja, Apalagi Dengan Cara MengemudiKu Malam Ini, Aku Jadi Tidak Yakin Untuk Bawa Mobil Sendiri, Selain Itu Kalau Bawa Mobil Nanti DiBilang Mau Bergaya Lagi, Padahal Sih Ingin Coba Bawa Mobil Sendirian, Sebab Belum Pernah, Tapi Yah Lebih Baik Naik Motor Saja, LagiPula Selain Itu Aku Pun Masih Berpikir, Aku Mau Datang Apa Tidak Yah Ke Acara Perpisahan Besok, Yah Hal Yang MembuatKu Tidak Ingin Datang Itu Karena Aku Sendiri Tidak Tahu Letak Tempat Acaranya, Selain Itu Saat Datang Pasti Tidak Melakukan Apa-apa, Paling Hanya Makan, Lalu Sudah Selesai Dan Aku Pasti Juga Hanya Akan Diam Saja Sampai Acara Selesai, Yah Padahal Dulu Itu Aku Sangat Mengharapkan Acara Perpisahannya Dan Kalau Bisa Acara Perpisahannya Setelah Aku Lulus Atau SkripsiKu Selesai Dan Saat Ini SkripsiKu Sudah Selesai, Tapi Entah Kenapa Semangat Untuk Ikut Acara Perpisahan Pun Sudah Hilang, Mungkin Tanpa Acara Perpisahan Saja Sesungguhnya Aku Dan Teman-teman 2004 Sudah Berpisah, Acara Perpisahan Itu BagiKu Mungkin Hanyalah Acara Untuk Melihat Wajah Teman-temanKu Yang Angkatan 2004 Untuk Terakhir Kalinya, Yah Mungkin Ada Beberapa Orang Yang Mungkin Masih Bisa KuTemui Lagi Sih, Tapi Sebagian Besar Pasti Tidak Akan Ketemu Lagi, Apalagi Dia, Huh..Tahulah, Aku Pun Bingung Besok Mau Ikut Acara Perpisahan Apa Tidak, LagiPula Aku Datang Mau Pun Tidak Datang Juga Tidak Masalah, Teman-temanKu Yang Lain Juga Pasti Beberapa Ada Yang Tidak Datang Apalagi Dia, Tetapi Kalau Tidak Datang Juga Tidak Enak, Karena Mau Tidak Mau Aku Itu Kan Juga Bagian Dari Organisasi Dan Organisasi HIMTI Sudah Memberikan Aku Banyak Hal Yang Tidak Mungkin KuDapat Kalau Aku Itu Cuma Kuliah Saja, Yah HIMTI Sudah Jadi Salah Satu Bagian Terpenting Dalam DiriKu, Aku Sendiri Sering Merasa Bangga Menjadi Bagian Dari Organisasi Itu, Huh..Bingung Juga Kalau Aku Tidak Datang Nanti Aku Juga DiCap Sebagai Orang Yang Hanya Bisa Bilang Bangga Jadi Aktivis HIMTI, Tapi DiSisi Lain Juga Membuang HIMTI Dan Tidak Peduli, Acara Perpisahan Saja Tidak Mau Datang, Mana Slogan "One Family One Goal", Hmm..Mau Bagaimana Yah?? Yah Mungkin Hanya Bisa Lihat Besoklah, Apalagi Besok Aku Kan Juga Ada Janji Ketemu Dosen, Huh..Sudahlah Pokoknya Lihat Besok Sajalah..Yah Sekarang Lebih Baik Kembali Menonton TV Saja Dan Cari Makanan Lagi, Sebab Masih Lapar Sih.., Hmm.."One Family One Goal", Kata-kata Yang Tidak Mungkin Bisa KuLupakan Begitu Saja, Kalimat Yang Sangat Sederhana Tapi Memiliki Makna Yang Cukup Dalam Yah.., Ah..Jadi Melamun Tidak Jelas Dah, Orang Mau Cari Makan Juga, Sudah Ah..Makan Betulan Kali Ini Nyam..
An old wooden swing set
Sways in the wind, sits beneath the pines.
Splintered wood, weak wood,
Creaks with every movement.
Two bright yellow swings,
A rope ladder hanging in shreds,
A dirty, scratched slide and monkey bars
All decorate its being,
More memories than a photo album could ever hold.
Pappaw built that swing set,
And little did he know
It would provide such consolation, such comfort,
An inanimate best friend.
That swing set was an Indian fort,
The slide a hospital bed,
The monkey bars were Mt. Everest,
The yellow swing was a prison cell of a beautiful princess from afar,
Just a resting place in the shade on a hot August day.
Pappaw built that swing set
Thinking it would be nothing more than
A plaything
A huge toy
That my brothers and I would soon outgrow.
But that swing set heard my deepest thoughts,
It knows my greatest fears.
It's seen every tear of grief spilled over every thing, big or small.
The swing set knows my loved ones all so well
From the dozens of times I sat beneath it,
Hoping and praying.
It knows the days
Marked with my deepest sorrows,
And surely it smiles upon the days that brought just a little more hope.
And that swing set isn't ever going to leave;
It's at home beneath the pines.
I could never go on without its creaking wood and squeaky swings.
For no matter how un-sturdy and unreliable it seems to you
It will always be my stronghold during the storm.
No comments:
Post a Comment