Hari Senin Tanggal 24 Oktober 2011
Kembali hari ini sudah hari senin lagi dan kembali aku pun tidak tahu harus melakukan apa hari ini, dalam hatiku aku terus saja mengeluh bosan dan ingin segera pindah, namun samapi saat ini aku pun belum menemukan tempat baru sama sekali, terkadang aku terus mengingatkan diriku untuk bersyukur pada Tuhan karena sudah diberikan pekerjaan seperti saat ini dan aku termasuk orang yang beruntung, karena walau jarang ada pekerjaan, aku masih bisa terus naik gaji selama 6 bulan ini, namun bukannya aku tidak mau besyukur atau pun menghargai yang diberikan oleh Tuhan kepadaku, namun aku hanya merasa semua ini tidaklah benar, sejak dulu aku selalu ingin mencari pekerjaan dimana aku dapat mobilitas tinggi, aku ingin diriku sibuk dan tidak sempat memikirkan hal lain selain pekerjaan, aku ingin menenggelamkan diriku ke dalam pekerjaan, sebab disaat aku tidak tahu apa tujuan hidupku dan tidak memiliki motivasi apa-apa, aku hanya ingin menenggelamkan diriku ke dalam hal yang bisa berguna bagi orang lain, yaitu dengan bekerja dan terus saja bekerja, namun kenyataannya saat ini apa, aku hanya diam saja tidak melakukan apa-apa, melamun, dan terus saja menghela nafasku, kembali dalam hatiku terus saja ingin menangisi keadaanku saat ini, kenapa yah...aku yang harusnya sangat bersyukur sekali, malah merasa seperti ini, apakah rasa syukurku begitu kurang ataukah aku yang tidak memahami makna dari bersyukur, aku sungguh tidak paham dan tidak tahu bagaimana harus memahaminya. Selain masalah pekerjaan, hal lain yang mungkin aku pikirkan adalah mengenai kesendirianku, yah pada hari Sabtu kemarin aku menghadiri pernikahan salah satu teman SDKu, dulu saat SD kami cukup sering bermain bersama dan sebenarnya pada hari Sabtu itu, aku dapat 3 undangan, tapi pada akhirnya aku memilih menghadiri undangan dari teman SDku, pada saat itu aku sendiri pun berpikir mungkin aku datang pada undangan yang salah, selain aku sudah lama sekali tidak pernah bertemu teman SDku, pada acara itu juga banyak sekali orang yang tidak kukenal dan aku pun datang sendirian, sehingga aku pun agak merasa asing, namun aku sendiri sudah janji akan datang, sehingga mau bagaimana lagi, pada acara itu teman-teman SDku yang datang juga hanya 2 orang saja dan itu pun hanya sementara saja, aku sendiri pada saat itu, setelah mengucapkan selamat juga ingin langsung pulang saja, namun pengantinnya memintaku menunggu hingga waktunya foto, walau akhirnya fotonya hanya berempat termasuk pengantinnya, hal yang tidak kusukai saat acara resepsi temanku itu, selain aku yang hanya sendirian, adanya temanku yang bertanya, "hanya sendiri saja, mana pacarnya?", saat kukatakan belum ada dan hanya tersenyum, temanku malah tidak percaya sama sekali, yah aku pun tidak bisa berkomentar apa-apa dan hanya tersenyum saja. Aku juga tidak ingin merasa dikasihani oleh temanku, sebab ini sudah merupakan nasibku dan jalan yang diberikan oleh Tuhan padaku, aku hanya harus berusaha untuk tetap kuat saja, setelah acara pernikahan temanku, aku sendiri pun segera pulang dan langsung tidur, sebab entah kenapa, aku merasa kepalaku begitu berat sekali, yah selama beberapa hari ini aku merasa kepalaku sangat berat dan banyak sekali hal, dimana aku sendiri berharap seandainya aku lupa ingatan saja dan semua hal yang ingin kulupakan dapat kulupakan, termasuk segala perasaan yang ada di hatiku hingga saat ini. Hmmm...entah sudah berapa kali yah dalam 3 tahun ini aku terus saja mengatakan, aku berharap Tuhan mengambil nyawaku saja atau membuatku hilang ingatan dan lupa akan semua hal yang pernah kualami selama ini, tapi tidak ada 1 pun hal itu yang terjadi padaku, yang ada aku terus merasa hidup ini semakin berat, berapa kali aku terus saja memotivasi diriku dengan membaca cerita-cerita yang dapat memotivasiku, lalu aku juga terus mengingatkan aku bahwa aku masih orang yang beruntung dan tidak sendiri, tapi dalam hatiku juga berkata, aku tidak mau membandingkan diriku dengan orang yang kurang beruntung dariku, namun aku juga kadang suka membandingkan diriku dengan orang lain yang lebih beruntung dariku, ibarat dunia ini berada dalam 2 sisi, kenapa aku harus berada di sisi yang sulit, mengapa aku tidak bisa seperti orang lain yang memiliki pekerjaan yang mereka senangi, menemukan seseorang yang mereka cintai dan dicintai, kenapa aku tidak bisa seperti itu? sesungguhnya apakah kesalahanku selama ini?
Kembali hari ini sudah hari senin lagi dan kembali aku pun tidak tahu harus melakukan apa hari ini, dalam hatiku aku terus saja mengeluh bosan dan ingin segera pindah, namun samapi saat ini aku pun belum menemukan tempat baru sama sekali, terkadang aku terus mengingatkan diriku untuk bersyukur pada Tuhan karena sudah diberikan pekerjaan seperti saat ini dan aku termasuk orang yang beruntung, karena walau jarang ada pekerjaan, aku masih bisa terus naik gaji selama 6 bulan ini, namun bukannya aku tidak mau besyukur atau pun menghargai yang diberikan oleh Tuhan kepadaku, namun aku hanya merasa semua ini tidaklah benar, sejak dulu aku selalu ingin mencari pekerjaan dimana aku dapat mobilitas tinggi, aku ingin diriku sibuk dan tidak sempat memikirkan hal lain selain pekerjaan, aku ingin menenggelamkan diriku ke dalam pekerjaan, sebab disaat aku tidak tahu apa tujuan hidupku dan tidak memiliki motivasi apa-apa, aku hanya ingin menenggelamkan diriku ke dalam hal yang bisa berguna bagi orang lain, yaitu dengan bekerja dan terus saja bekerja, namun kenyataannya saat ini apa, aku hanya diam saja tidak melakukan apa-apa, melamun, dan terus saja menghela nafasku, kembali dalam hatiku terus saja ingin menangisi keadaanku saat ini, kenapa yah...aku yang harusnya sangat bersyukur sekali, malah merasa seperti ini, apakah rasa syukurku begitu kurang ataukah aku yang tidak memahami makna dari bersyukur, aku sungguh tidak paham dan tidak tahu bagaimana harus memahaminya. Selain masalah pekerjaan, hal lain yang mungkin aku pikirkan adalah mengenai kesendirianku, yah pada hari Sabtu kemarin aku menghadiri pernikahan salah satu teman SDKu, dulu saat SD kami cukup sering bermain bersama dan sebenarnya pada hari Sabtu itu, aku dapat 3 undangan, tapi pada akhirnya aku memilih menghadiri undangan dari teman SDku, pada saat itu aku sendiri pun berpikir mungkin aku datang pada undangan yang salah, selain aku sudah lama sekali tidak pernah bertemu teman SDku, pada acara itu juga banyak sekali orang yang tidak kukenal dan aku pun datang sendirian, sehingga aku pun agak merasa asing, namun aku sendiri sudah janji akan datang, sehingga mau bagaimana lagi, pada acara itu teman-teman SDku yang datang juga hanya 2 orang saja dan itu pun hanya sementara saja, aku sendiri pada saat itu, setelah mengucapkan selamat juga ingin langsung pulang saja, namun pengantinnya memintaku menunggu hingga waktunya foto, walau akhirnya fotonya hanya berempat termasuk pengantinnya, hal yang tidak kusukai saat acara resepsi temanku itu, selain aku yang hanya sendirian, adanya temanku yang bertanya, "hanya sendiri saja, mana pacarnya?", saat kukatakan belum ada dan hanya tersenyum, temanku malah tidak percaya sama sekali, yah aku pun tidak bisa berkomentar apa-apa dan hanya tersenyum saja. Aku juga tidak ingin merasa dikasihani oleh temanku, sebab ini sudah merupakan nasibku dan jalan yang diberikan oleh Tuhan padaku, aku hanya harus berusaha untuk tetap kuat saja, setelah acara pernikahan temanku, aku sendiri pun segera pulang dan langsung tidur, sebab entah kenapa, aku merasa kepalaku begitu berat sekali, yah selama beberapa hari ini aku merasa kepalaku sangat berat dan banyak sekali hal, dimana aku sendiri berharap seandainya aku lupa ingatan saja dan semua hal yang ingin kulupakan dapat kulupakan, termasuk segala perasaan yang ada di hatiku hingga saat ini. Hmmm...entah sudah berapa kali yah dalam 3 tahun ini aku terus saja mengatakan, aku berharap Tuhan mengambil nyawaku saja atau membuatku hilang ingatan dan lupa akan semua hal yang pernah kualami selama ini, tapi tidak ada 1 pun hal itu yang terjadi padaku, yang ada aku terus merasa hidup ini semakin berat, berapa kali aku terus saja memotivasi diriku dengan membaca cerita-cerita yang dapat memotivasiku, lalu aku juga terus mengingatkan aku bahwa aku masih orang yang beruntung dan tidak sendiri, tapi dalam hatiku juga berkata, aku tidak mau membandingkan diriku dengan orang yang kurang beruntung dariku, namun aku juga kadang suka membandingkan diriku dengan orang lain yang lebih beruntung dariku, ibarat dunia ini berada dalam 2 sisi, kenapa aku harus berada di sisi yang sulit, mengapa aku tidak bisa seperti orang lain yang memiliki pekerjaan yang mereka senangi, menemukan seseorang yang mereka cintai dan dicintai, kenapa aku tidak bisa seperti itu? sesungguhnya apakah kesalahanku selama ini?
0 comments:
Post a Comment