Hari Selasa Tanggal 13 Juli 2010
Hari ini aku bangun jam 6.30 pagi, yah kembali harus menjalani hari-hari yang kurang kusukai. Hmm..kemarin malam aku sudah sengaja untuk tidur lebih cepat, tapi tetap saja pagi ini aku masih merasa agak mengantuk, aneh..padahal jam tidurku sudah 8 jam dan jika dibandingkan dengan waktu liburan, jam tidurku kemarin malam lebih lama, sungguh aneh sekali, kenapa saat liburan aku tidur 6 jam saja sudah merasa cukup, tetapi saat hari kerja, mau tidur 8 jam pun masih saja merasa belum cukup dan mengantuk, aku sungguh tidak paham dengan kondisi tubuhku ini, yah dengan mata yang masih berat, aku pun langsung saja mandi dan setelah itu makan sedikit lalu berangkat seperti biasanya, hmm..dalam perjalanan, kembali pikiranku tiba-tiba teringat akan masa lalu lagi, yah mengenai dia, yah jika dipikir-pikir akan keputusan yang pernah kubuat di masa lalu, terkadang aku suka bertanya pada diriku sendiri, apakah aku menyesal? mungkin yah mungkin aku menyesal, yah hal yang kusesali adalah semua mengenai dia, dulu saat kuliah adanya pembagian peminatan, pada saat itu aku mendapatkan peminatan yang berbeda dengan dia dan aku pernah mencoba mengajaknya untuk pindah peminatan yang sama denganku dan mengajaknya untuk skripsi bersama, yah pada saat itu aku sangat bersemangat sekali agar dia pindah peminatan, tetapi pada saat itu aku pun agak ragu dan takut, bagaimana jika saat skripsi nanti kami malah gagal dan aku mengecewakan dia, secara pada saat skripsi sudah pasti harus ada program yang dibuat dan aku sendiri secara programming sangat lemah dan dia juga kurang suka programming, aku hanya bisa konsep saja, tetapi pada saat itu dibandingkan memikirkan kegagalan yang mungkin akan terjadi, aku lebih memikirkan apakah permohonan dia untuk pindah disetujui oleh kepala jurusan kami atau tidak dan jika pun pada akhirnya kami hanya berdua skripsi dan aku harus programming, aku pun sudah siap belajar semampuku, yang jelas aku sendiri tidak ingin mengecewakan dia dan pasti akan memastikan dia dapat lulus, yah tapi pada kenyataannya, setelah mendengarkan nasehat dari kepala jurusanku, akhirnya dia tidak jadi pindah peminatan dan gantian dia yang mengajakku untuk pindah dan pada saat itu kebetulan juga kondisinya adalah peminatan dari yang kelasnya banyak tidak dapat pindah ke peminatan yang kelasnya sedikit atau terbatas, sehingga kesempatan untuk dia pindah pun agak kecil, sedangkan kesempatanku untuk pindah lebih besar dan memungkinkan, pada saat itu aku pun terus berpikir, apakah lebih baik aku yang pindah, tetapi walaupun pindah, aku belum tentu sekelas dengan dia, secara kelas peminatan dia sangat banyak, sedangkan peminatanku hanyalah 1 kelas, disisi lain aku juga cukup ingin tahu ilmu apa yang akan kupelajari di perminatanku, yah seharian aku terus saja berpikir hingga akhirnya aku pun tidak jadi pindah peminatan dan akhirnya kami pun kuliah pada peminatan yang berbeda, mungkin pada saat itu sudah merupakan awal dari tidak berjodohnya kami dan aku pun yang tidak berani untuk berkorban demi dia, tapi setelah beberapa tahun berlalu, aku pun sadar, mungkin benar keputusan yang kubuat di masa laluku itu membuatku tidak bisa lebih dekat lagi dengan dia, tetapi maknanya saat ini adalah aku memiliki teman-teman yang begitu baik sekali, yang hingga saat ini kami masih sering berkumpul dan bersenang-senang bersama setiap ada yang berulang tahun, yah jika dipikir pada saat itu, sesungguhnya aku dihadapkan diantara 2 pintu, dimana yang satu adalah teman-teman yang baik dan yang kedua adalah dia, lalu setelah beberapa lama berjalan dengan peminatan kami masing-masing, hubunganku dan dia masih bisa tetap dekat, hal itu mungkin dikarenakan organisasi yah, yah aku masih beruntung, pada saat itu aku sungguh merasa menjadi orang paling beruntung dan bahagia sekali dan pada saat itu dalam hatiku tidak ada pikiran sama sekali untuk menyatakan perasaanku pada dia, sebab aku merasa sudah cukup dan nyaman dengan kondisi kami saat ini, tetapi disaat aku melihat cukup banyak teman-temanku yang akhirnya memiliki pasangan dan beberapa temanku juga menyuruhku untuk menyatakan perasaan ke dia segera, dikarenakan sudah waktunya, pada saat itu aku ragu sekali, karena aku sendiri merasa belum waktunya dan aku masih nyaman dengan kondisi yang ada, walaupun teman-temanku juga berkata jika aku tidak cepat, nantinya akan direbut oleh orang lain, aku pun terus saja berpikir hingga akhirnya pada saat 1 hari menjelang malam natal aku pun mengajaknya pergi dan untuk pertama kalinya aku menyatakan perasaan di depan seseorang yang aku sukai, yah setelah menyatakan aku sendiri pun takut akan jawaban dari dia hingga akhirnya dia meminta waktu, yah pada saat itu aku agak lega dikarenakan aku tidak perlu tahu langsung jika jawabannya tidak sesuai dengan harapanku, tetapi pada saat itu aku juga penasaran, apakah kedekatan kami saat ini memang belum cukup bagi dia, yah setelah kejadian itu aku pun bertanya-tanya, apakah yang akan terjadi pada kami selanjutnya, dia sudah tahu perasaanku yang sesungguhnya, sedangkan aku masih belum tahu dan mencoba bersikap seperti biasa, tetapi aku baru menyadari, dikarenakan dia tahu bagaimana perasaanku dan aku tidak tahu bagaimana perasaan dia terhadapku, membuatku terus saja serba salah dan berpikiran yang buruk mengenai dia, yah perasaan takut akan kehilangan dia yang membuatku tanpa sadar menjauh dari dia, karena takut perasaannya menjadi terganggu atau benci padaku, beberapa hari pun aku terus saja berpikir dan merasa takut, juga menyalahkan diriku sendiri, mengapa aku menyatakan perasaanku secepat itu, mengapa aku tidak menjalani saja apa adanya, kalau kata orang sudah dikasih hati, malah minta jantung yah, apakah status itu begitu penting, hingga aku sendiri bertindak tanpa mensyukuri apa yang ada? yah pada saat itu aku sungguh sangat menyesal sekali, apalagi setelah mengetahui jawaban dia yang membuatku lebih kecewa lagi, hingga akhirnya pada hari dia memberikan jawaban dia padaku, mungkin pada saat itu juga hubungan kami pun berakhir dan aku pun mulai menenggelamkan diriku ke dalam kesedihanku, yah tapi pada kejadian itu aku pun disadarkan betapa pentingnya keluarga dan teman-temanku yang terus saja menyemangatiku, disaat aku sudah tidak memiliki semangat lagi untuk hidup dan melakukan apa-apa, yah melalui keputusan yang kubuat pada saat itu, aku pun akhirnya belajar yang namanya bersyukur atas apa yang ada dan janganlah mengharapkan terlalu lebih, syukur adalah yang terbaik, yah hal yang kupelajari juga adalah bagaimana aku membuat hatiku menjadi kuat atas apa yang ada dan walau hanya memiliki keluarga dan teman-teman, itu semua sudah cukup, cukup bagiku dan aku hanya ingin hidup tenang saat ini, walaupun kadang teman maupun keluargaku memintaku untuk mencari orang lain lagi dan mulai membuka hati lagi, tetapi aku harus bagaimana, bagaimana aku harus mencari dimana? kapan? siapa? aku bukannya tidak ingin menutup hatiku terus menerus, tetapi kepada siapa aku harus buka hatiku saat ini, aku tidak ingin terlalu memikirkan hal itu lagi, karena jika aku memikirkan hal itu lagi aku akan lupa dengan bersyukur dan hanya akan diliputi oleh perasaan iri hati dan penyesalan, yah aku juga ingat pada perkataan temanku pada saat ulang tahunku tahun ini, temanku menasehatiku untuk mencari dan jangan trauma pada kejadian masa lalu, cinta itu memang menyakitkan, tapi terkadang cinta itu juga sangat indah sekali, temanku itu benar, tetapi aku hanya bisa berkata maaf, saat ini aku bukan trauma akan masa laluku, bukan juga ingin menunggu dia, walau sering kali aku menjadikan dia alasanku dan terkadang keluargaku juga, mengapa aku belum menemukan orang lain hingga saat ini, tetapi bukan karena dia maupun masa laluku atau keluargaku, tetapi semuanya memang karena aku sendiri dan lingkunganku yang tidak memberikanku kesempatan untuk menemukan orang lain, tetapi aku pun tidak ingin mengeluh ataupun sedih dan mengasihani diriku, aku akan tetap menjalani hidupku apa adanya dan bersyukur, selama tuhan terus memberikanku kekuatan dan mengijinkanku untuk melihat langit biru di langit setiap harinya, aku sudah sangat bersyukur sekali, hmm...kadang tempat kerja dengan rumah jarak jauh, ada sisi positifnya ada sisi negatifnya juga, sisi negatif yah waktuku habis di jalan dan saat sampai rumah biasanya badanku sudah sangat lelah sekali, tapi sisi positifnya, aku jadi diberikan kesempatan untuk rekoleksi diriku setiap pagi dan diijinkan untuk berbicara dengan hatiku sendiri selama perjalanan, tapi tentu saja aku tetap lebih memilih jika bisa aku ingin memiliki pekerjaan yang dekat dengan rumah dengan lingkungan yang nyaman, entah kapan bisa dapat pekerjaan seperti itu, yah tentu saja harus mensyukuri dengan apa yang ada saat ini dan tetap mencari, yah..setelah perjalanan yang begitu panjang akhirnya aku sampai di tempat yang benci dengan lingkungan yang tidak begitu kusuka, setiap sebelum masuk pintu aku pasti selalu meminta kekuatan pada tuhan untuk menghadapi hari ini, yah..hari ini apa yang mau kukerjakan yah, setelah projectku yang terakhir akhirnya selesai walau setelah itu masih ada lagi masalah, hari ini pasti kembali aku menganggur dan aku ingin pulang tepat waktu hari ini dan kebetulan ternyata managerku juga tidak masuk hari ini, jadinya aman juga. Yah kembali hari ini di Bintaro hujan lagi dan selama beberapa hari ini Bintaro terus saja hujan dan anginnya pun juga kencang, padahal saat aku tanya ibuku di rumah, katanya Jakarta tidak hujan, cuaca sungguh sudah kacau sekarang. Setelah waktunya aku makan siang, aku pun makan bersama dengan teman-temanku, lalu setelah itu kembali lagi ke mejaku tidak melakukan apa-apa, menunggu hingga waktunya pulang, setelah kulihat jam, aku pun pulang tepat waktu kali ini, tidak lagi dah pulang malam, sebab 2 minggu lalu aku terus saja pulang malam, karena harus menemani vendor, sudah begitu dibayar lembur juga tidak lagi, huh...yah setelah sampai di rumah aku pun hanya menyalakan komputerku dan tidak lama kemudian paman dan bibiku pun datang membawa anjing mereka untuk dikenalkan pada anjingku, yah sebenarnya anjingku sangat kasihan karena tidak ada teman selama ini dan selalu saja diikat, kadang aku ingin sekali menambah anjing agar anjingku memiliki teman, tapi mau bagaimana ibuku bukanlah orang yang suka pada anjing dan jika aku nekat, pasti aku akan bertengkar lagi dengan ibuku, padahal aku sendiri sudah berjanji pada diri sendiri, sebisa mungkin aku tidak ingin lagi menyakiti perasaan ibuku, sebab selama ini aku mungkin sudah sangat bersalah sekali pada ibuku, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Setelah beberapa jam bermain dengan anjingku dan anjing pamanku, pamanku dan keluarganya pun pulang, lalu aku pun mandi dan kemudian makan, setelah itu aku pun ingin segera tidur, karena besok aku pasti akan sangat membutuhkan tenaga baik secara fisik maupun mental.
Hari ini aku bangun jam 6.30 pagi, yah kembali harus menjalani hari-hari yang kurang kusukai. Hmm..kemarin malam aku sudah sengaja untuk tidur lebih cepat, tapi tetap saja pagi ini aku masih merasa agak mengantuk, aneh..padahal jam tidurku sudah 8 jam dan jika dibandingkan dengan waktu liburan, jam tidurku kemarin malam lebih lama, sungguh aneh sekali, kenapa saat liburan aku tidur 6 jam saja sudah merasa cukup, tetapi saat hari kerja, mau tidur 8 jam pun masih saja merasa belum cukup dan mengantuk, aku sungguh tidak paham dengan kondisi tubuhku ini, yah dengan mata yang masih berat, aku pun langsung saja mandi dan setelah itu makan sedikit lalu berangkat seperti biasanya, hmm..dalam perjalanan, kembali pikiranku tiba-tiba teringat akan masa lalu lagi, yah mengenai dia, yah jika dipikir-pikir akan keputusan yang pernah kubuat di masa lalu, terkadang aku suka bertanya pada diriku sendiri, apakah aku menyesal? mungkin yah mungkin aku menyesal, yah hal yang kusesali adalah semua mengenai dia, dulu saat kuliah adanya pembagian peminatan, pada saat itu aku mendapatkan peminatan yang berbeda dengan dia dan aku pernah mencoba mengajaknya untuk pindah peminatan yang sama denganku dan mengajaknya untuk skripsi bersama, yah pada saat itu aku sangat bersemangat sekali agar dia pindah peminatan, tetapi pada saat itu aku pun agak ragu dan takut, bagaimana jika saat skripsi nanti kami malah gagal dan aku mengecewakan dia, secara pada saat skripsi sudah pasti harus ada program yang dibuat dan aku sendiri secara programming sangat lemah dan dia juga kurang suka programming, aku hanya bisa konsep saja, tetapi pada saat itu dibandingkan memikirkan kegagalan yang mungkin akan terjadi, aku lebih memikirkan apakah permohonan dia untuk pindah disetujui oleh kepala jurusan kami atau tidak dan jika pun pada akhirnya kami hanya berdua skripsi dan aku harus programming, aku pun sudah siap belajar semampuku, yang jelas aku sendiri tidak ingin mengecewakan dia dan pasti akan memastikan dia dapat lulus, yah tapi pada kenyataannya, setelah mendengarkan nasehat dari kepala jurusanku, akhirnya dia tidak jadi pindah peminatan dan gantian dia yang mengajakku untuk pindah dan pada saat itu kebetulan juga kondisinya adalah peminatan dari yang kelasnya banyak tidak dapat pindah ke peminatan yang kelasnya sedikit atau terbatas, sehingga kesempatan untuk dia pindah pun agak kecil, sedangkan kesempatanku untuk pindah lebih besar dan memungkinkan, pada saat itu aku pun terus berpikir, apakah lebih baik aku yang pindah, tetapi walaupun pindah, aku belum tentu sekelas dengan dia, secara kelas peminatan dia sangat banyak, sedangkan peminatanku hanyalah 1 kelas, disisi lain aku juga cukup ingin tahu ilmu apa yang akan kupelajari di perminatanku, yah seharian aku terus saja berpikir hingga akhirnya aku pun tidak jadi pindah peminatan dan akhirnya kami pun kuliah pada peminatan yang berbeda, mungkin pada saat itu sudah merupakan awal dari tidak berjodohnya kami dan aku pun yang tidak berani untuk berkorban demi dia, tapi setelah beberapa tahun berlalu, aku pun sadar, mungkin benar keputusan yang kubuat di masa laluku itu membuatku tidak bisa lebih dekat lagi dengan dia, tetapi maknanya saat ini adalah aku memiliki teman-teman yang begitu baik sekali, yang hingga saat ini kami masih sering berkumpul dan bersenang-senang bersama setiap ada yang berulang tahun, yah jika dipikir pada saat itu, sesungguhnya aku dihadapkan diantara 2 pintu, dimana yang satu adalah teman-teman yang baik dan yang kedua adalah dia, lalu setelah beberapa lama berjalan dengan peminatan kami masing-masing, hubunganku dan dia masih bisa tetap dekat, hal itu mungkin dikarenakan organisasi yah, yah aku masih beruntung, pada saat itu aku sungguh merasa menjadi orang paling beruntung dan bahagia sekali dan pada saat itu dalam hatiku tidak ada pikiran sama sekali untuk menyatakan perasaanku pada dia, sebab aku merasa sudah cukup dan nyaman dengan kondisi kami saat ini, tetapi disaat aku melihat cukup banyak teman-temanku yang akhirnya memiliki pasangan dan beberapa temanku juga menyuruhku untuk menyatakan perasaan ke dia segera, dikarenakan sudah waktunya, pada saat itu aku ragu sekali, karena aku sendiri merasa belum waktunya dan aku masih nyaman dengan kondisi yang ada, walaupun teman-temanku juga berkata jika aku tidak cepat, nantinya akan direbut oleh orang lain, aku pun terus saja berpikir hingga akhirnya pada saat 1 hari menjelang malam natal aku pun mengajaknya pergi dan untuk pertama kalinya aku menyatakan perasaan di depan seseorang yang aku sukai, yah setelah menyatakan aku sendiri pun takut akan jawaban dari dia hingga akhirnya dia meminta waktu, yah pada saat itu aku agak lega dikarenakan aku tidak perlu tahu langsung jika jawabannya tidak sesuai dengan harapanku, tetapi pada saat itu aku juga penasaran, apakah kedekatan kami saat ini memang belum cukup bagi dia, yah setelah kejadian itu aku pun bertanya-tanya, apakah yang akan terjadi pada kami selanjutnya, dia sudah tahu perasaanku yang sesungguhnya, sedangkan aku masih belum tahu dan mencoba bersikap seperti biasa, tetapi aku baru menyadari, dikarenakan dia tahu bagaimana perasaanku dan aku tidak tahu bagaimana perasaan dia terhadapku, membuatku terus saja serba salah dan berpikiran yang buruk mengenai dia, yah perasaan takut akan kehilangan dia yang membuatku tanpa sadar menjauh dari dia, karena takut perasaannya menjadi terganggu atau benci padaku, beberapa hari pun aku terus saja berpikir dan merasa takut, juga menyalahkan diriku sendiri, mengapa aku menyatakan perasaanku secepat itu, mengapa aku tidak menjalani saja apa adanya, kalau kata orang sudah dikasih hati, malah minta jantung yah, apakah status itu begitu penting, hingga aku sendiri bertindak tanpa mensyukuri apa yang ada? yah pada saat itu aku sungguh sangat menyesal sekali, apalagi setelah mengetahui jawaban dia yang membuatku lebih kecewa lagi, hingga akhirnya pada hari dia memberikan jawaban dia padaku, mungkin pada saat itu juga hubungan kami pun berakhir dan aku pun mulai menenggelamkan diriku ke dalam kesedihanku, yah tapi pada kejadian itu aku pun disadarkan betapa pentingnya keluarga dan teman-temanku yang terus saja menyemangatiku, disaat aku sudah tidak memiliki semangat lagi untuk hidup dan melakukan apa-apa, yah melalui keputusan yang kubuat pada saat itu, aku pun akhirnya belajar yang namanya bersyukur atas apa yang ada dan janganlah mengharapkan terlalu lebih, syukur adalah yang terbaik, yah hal yang kupelajari juga adalah bagaimana aku membuat hatiku menjadi kuat atas apa yang ada dan walau hanya memiliki keluarga dan teman-teman, itu semua sudah cukup, cukup bagiku dan aku hanya ingin hidup tenang saat ini, walaupun kadang teman maupun keluargaku memintaku untuk mencari orang lain lagi dan mulai membuka hati lagi, tetapi aku harus bagaimana, bagaimana aku harus mencari dimana? kapan? siapa? aku bukannya tidak ingin menutup hatiku terus menerus, tetapi kepada siapa aku harus buka hatiku saat ini, aku tidak ingin terlalu memikirkan hal itu lagi, karena jika aku memikirkan hal itu lagi aku akan lupa dengan bersyukur dan hanya akan diliputi oleh perasaan iri hati dan penyesalan, yah aku juga ingat pada perkataan temanku pada saat ulang tahunku tahun ini, temanku menasehatiku untuk mencari dan jangan trauma pada kejadian masa lalu, cinta itu memang menyakitkan, tapi terkadang cinta itu juga sangat indah sekali, temanku itu benar, tetapi aku hanya bisa berkata maaf, saat ini aku bukan trauma akan masa laluku, bukan juga ingin menunggu dia, walau sering kali aku menjadikan dia alasanku dan terkadang keluargaku juga, mengapa aku belum menemukan orang lain hingga saat ini, tetapi bukan karena dia maupun masa laluku atau keluargaku, tetapi semuanya memang karena aku sendiri dan lingkunganku yang tidak memberikanku kesempatan untuk menemukan orang lain, tetapi aku pun tidak ingin mengeluh ataupun sedih dan mengasihani diriku, aku akan tetap menjalani hidupku apa adanya dan bersyukur, selama tuhan terus memberikanku kekuatan dan mengijinkanku untuk melihat langit biru di langit setiap harinya, aku sudah sangat bersyukur sekali, hmm...kadang tempat kerja dengan rumah jarak jauh, ada sisi positifnya ada sisi negatifnya juga, sisi negatif yah waktuku habis di jalan dan saat sampai rumah biasanya badanku sudah sangat lelah sekali, tapi sisi positifnya, aku jadi diberikan kesempatan untuk rekoleksi diriku setiap pagi dan diijinkan untuk berbicara dengan hatiku sendiri selama perjalanan, tapi tentu saja aku tetap lebih memilih jika bisa aku ingin memiliki pekerjaan yang dekat dengan rumah dengan lingkungan yang nyaman, entah kapan bisa dapat pekerjaan seperti itu, yah tentu saja harus mensyukuri dengan apa yang ada saat ini dan tetap mencari, yah..setelah perjalanan yang begitu panjang akhirnya aku sampai di tempat yang benci dengan lingkungan yang tidak begitu kusuka, setiap sebelum masuk pintu aku pasti selalu meminta kekuatan pada tuhan untuk menghadapi hari ini, yah..hari ini apa yang mau kukerjakan yah, setelah projectku yang terakhir akhirnya selesai walau setelah itu masih ada lagi masalah, hari ini pasti kembali aku menganggur dan aku ingin pulang tepat waktu hari ini dan kebetulan ternyata managerku juga tidak masuk hari ini, jadinya aman juga. Yah kembali hari ini di Bintaro hujan lagi dan selama beberapa hari ini Bintaro terus saja hujan dan anginnya pun juga kencang, padahal saat aku tanya ibuku di rumah, katanya Jakarta tidak hujan, cuaca sungguh sudah kacau sekarang. Setelah waktunya aku makan siang, aku pun makan bersama dengan teman-temanku, lalu setelah itu kembali lagi ke mejaku tidak melakukan apa-apa, menunggu hingga waktunya pulang, setelah kulihat jam, aku pun pulang tepat waktu kali ini, tidak lagi dah pulang malam, sebab 2 minggu lalu aku terus saja pulang malam, karena harus menemani vendor, sudah begitu dibayar lembur juga tidak lagi, huh...yah setelah sampai di rumah aku pun hanya menyalakan komputerku dan tidak lama kemudian paman dan bibiku pun datang membawa anjing mereka untuk dikenalkan pada anjingku, yah sebenarnya anjingku sangat kasihan karena tidak ada teman selama ini dan selalu saja diikat, kadang aku ingin sekali menambah anjing agar anjingku memiliki teman, tapi mau bagaimana ibuku bukanlah orang yang suka pada anjing dan jika aku nekat, pasti aku akan bertengkar lagi dengan ibuku, padahal aku sendiri sudah berjanji pada diri sendiri, sebisa mungkin aku tidak ingin lagi menyakiti perasaan ibuku, sebab selama ini aku mungkin sudah sangat bersalah sekali pada ibuku, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Setelah beberapa jam bermain dengan anjingku dan anjing pamanku, pamanku dan keluarganya pun pulang, lalu aku pun mandi dan kemudian makan, setelah itu aku pun ingin segera tidur, karena besok aku pasti akan sangat membutuhkan tenaga baik secara fisik maupun mental.
No comments:
Post a Comment