Sunday, October 12, 2008

Money Are Not Number One

Hari Sabtu Tanggal 11 Oktober 2008
Hari Ini Aku Bangun Jam 11.30 Siang, Tapi Setelah Bangun Aku Pun Hanya Pindah Kamar Dan Tidur Lagi, Yah Akhirnya Aku Pun Bangun Jam 2.30 Siang, Hmm..Setelah Bangun Aku Pun Hanya Menyalakan KomputerKu Dan Memeriksa E-mail, Lalu Kemudian Aku Copy Film Drama JepangKu Yang Sudah Selesai, Yah Sudah Tidak Penuh-penuhin Hard Disk, Hmm..Setelah Selesai, Aku Pun Masak Mie Instan, Lalu Aku Pun Mandi Dan Setelah Itu Siap-siap Ke Gereja, Yah Hari Ini Ada Acara Di Gereja Dan Aku Datang Hanya Untuk Lihat-lihat Serta Minta Tanda Tangan ProposalKu, Yup..Saat Sampai Di Gereja Aku Pun Melihat Semua Persiapan Acara Di Luar Pun Sudah Siap, Yah..Lalu Misa Pun DiMulai, Misa DiAwali Dengan Tarian Yang MenurutKu Musik Untuk Tariannya Itu Agak Berlebihan Yah, Lalu Setelah Itu Semua Lagu Selama Misa Itu Menggunakan Bahasa Inggris, Sebab Tema Acaranya Kan Mengenai Globalisasi, Lalu Sebelum Kotbah Ada Drama, Yah Dramanya Itu Aku Sih Menganggap Agak Membosankan Yah, Bukan Cuma Aku Yang Bosan, KuLihat SekitarKu Pun Agak Bosan Sepertinya, Yah..Tapi Setidaknya Tidak Seperti Biasa Biasalah, Lalu Setelah Selesai Akhirnya DiLanjutkan Dengan Kotbah Dan Isi Kotbahnya Adalah Mengajarkan Untuk Tidak Boleh Menomor Satukan Uang, Hmm..Cara Pasturnya Menyampaikan Kotbahnya Itu Agak Sama Dengan Cara BerpikirKu Selama Ini, Uang Memang Penting, Tapi Kita Tidak Boleh Menomor Satukan Uang Di Atas Segalanya, Selain Itu Ada Pertanyaan Yang Paling Mengena Untuk Semuanya Umat Yang Ada, Yaitu "Apakah Jika Seseorang Yang Tidak Punya Uang Tiba-tiba Mendapat 1 Miliyar, Kemudian Tidak Lama Kemudian Uang Itu Hilang, Apakah Akan Sedih?? Bagaimana Jika DiBandingkan Dengan Seseorang Yang Berbuat Dosa Pada Tuhan, Yang Manakah Yang Lebih Sedih, Kehilangan Uang Atau Berbuat Dosa", yah Pada Saat Itu Tidak Ada 1 Orang Pun Yang Bisa Jawab Karena Di Jaman Ini, Mana Ada Manusia Yang Tidak Sedih Jika Kehilangan Uang Banyak, Sungguh Yah Kekuatan Uang Itu Begitu Hebat, Yah Lalu Setelah Misa Selesai, Acara Pun DiLanjutkan Dengan Acara Luar, O Yah Selama Misa Itu Yah, Entah Kenapa Ada 1 Orang Yang Tanpa Aku Sadari Dan Tanpa Sengaja Aku Itu Terus Memperhatikan Orang Itu, Yah Seorang Perempuan Sih Dan Aku Rasa Orang Itu Bukan Dari GerejaKu, Yah Tidak Tahulah Toh Tidak Kenal Juga, Sepertinya Aku Memperhatikan Itu Mungkin Karena Model Rambutnya Yang Membuat Orang Itu Agak Menarik, Yah..Yah..Ok Acara Di Luar Itu Awalnya Hanya Mendengarkan MC Basa-basi Saja, yah Aku Pun Agak Malas Lihatnya, Aku Pun Pergi Ke Sana Kemari Hanya Mencari Orang Untuk DiMintai Tanda Tangan Dan Hingga Akhir, Aku Hanya Kurang 1 Tanda Tangan Dan Itu Aku Tahu Tanda Tangan Yang Paling Susah Karena Orangnya Susah DiTemui, Yaitu Tanda Tangan Dari Pastur Kepala, Saat Aku Bertanya Pada TemanKu, TemanKu Bilang Untuk Tunggu Sampai Acara Selesai Dulu, yah Aku Pun Menunggu, Sambil Menunggu Aku Hanya Memperhatikan Berapa Orang Kira-kira Peserta Yang Hadir Dan Suasananya Kira-kira Lebih Baik Seperti Apa, yah Kalau DiLihat Dari Jumlah Peserta, Yang Hadir Itu Tidak Sampai 200 Orang Lalu Ada Pun Kekurangannya Adalah Kurangnya Koordinasi, Yah Ada Sedikit Masalah Saat Pembagian Minuman Dan Es Krim Tadi, Minuman Tidak Sampai 30 Menit Sudah Habis Karena Adanya Anak-anak Panti Asuhan Yang Tiba-tiba Keluar, Lalu Selain Itu Saat Pembagian Es Krim Pun Sama, Yah Harusnya Anak-anak Panti Asuhan Itu Tidak Boleh Keluar Dari Panti Asuhannya, Tapi Mau Bagaimana Lagi Dan Saat Melihat Beberpa Anak-anak Panti Asuhan Itu DiMarahi Oleh Panitia, Aku Pun Merasa Kasihan yah, Hmm..DiKasih Salah Tidak DiKasih Juga Salah, yah Kalau DiKasih Mereka Itu Pasti Selalu Kembali Untuk Minta Tambah, Kalau Tidak DiKasih, Melihat Wajah Mereka Itu Kasihan Juga, Apalagi Mereka Itu Anak-anak, Yah Hal Itu Akan Menjadi PertimbanganKu Saat AcaraKu Nanti, Lalu Saat KuLihat Jam, Ternyata Belum Waktunya Acara Selesai, Tapi Sudah Banyak Penonton Yang Pulang, Yah Acara Karaoke Dan Menyanyi Yang Kalau KuLihat Sangat Ramai Itu Saja, Akhirnya Orang-orang Bosan, Apalagi AcaraKu Nanti, Entah Apa Jadinya, Lalu Karena Sudah Sepi, Acara Pun DiAkhiri Dan Aku Yang Bukan Panitia Pun Jadi Bantu Beres-beres Dah, Padahal NiatKu Itu Hanya Ingin Menunggu Orang Yang Mau KuMintai Tanda Tangan Saja Dan Hingga Akhir Aku Bantu Beres-beres, Akhirnya Sesuai DugaanKu, Aku Tidak Dapat Tanda Tangannya Dan Malah DiSuruh Titip Sekretariat Gereja, Tapi Hari Senin, Hmm..Maka Aku Pun Pulang Dah, Kecewa, Iya Sih, Sebab Aku Kira Hari Ini Bisa Selesai Semua, LagiPula Kenapa Harus Aku Yang Sibuk Cari Tanda Tangan, Tapi Mau Bagaimana Lagi, Lalu Karena Tidak Ada Lagi Yang Harus KuLakukan, Aku Pun Pulang Dan Teman SMAKu Ikut Ke RumahKu, Saat Sampai Di Rumah Aku Pun Langsung Makan, Yah Karena Bukan Panitia Jadi Tidak Dapat Makan Tadi, Setelah Makan Aku Pun Menemani TemanKu Main Game, Lalu Setelah Cukup Lama Bermain, TemanKu Pun Pulang Dan Aku Pun Menyalakan KomputerKu Dan Main Game Di FacebookKu, Tapi Makin Lama Main Makin Bosan Juga, Karena Tidak Ada Perkembangan Gamenya, Setelah Bermain Sebentar, Aku Pun Hanya Mendengarkan Musik Dan Membaca Artikel, Gila..Sekarang Sudah Jam Berapa Coba, Lebih Baik Aku Tidur Saja Sekarang, Besok Seharian Di Rumah Dah..

Eventide
Between the leaves and winter
A time when mist hangs heavily on the land
Snow half-melted by a still warm sun
Burial mounds
While the blades of the meadow-grass
Though crushed beneath winter's heels
Are green and verdant yet
In the midnight hours
Swirling clouds of fog
And a light rain
As if autumn wised to say one last farewell
In the dark time
Moon in sky
It seems a pleasant thing to watch the world
And begin to whisper
Though the words aren't known
Or even the language spoken
The song
A voice rising
My voice
I sing to the rain and the snow
But I do not know if they hear me
Yet my voice rises
My voice
For it is no little thing
To love nature
To love the thunder or the woods
Or the land beneath my feet
At least I am never alone
Though it is dark
And the only sounds are of me and the rain
I am not alone
And that alone is enough

No comments: