Thursday, January 10, 2008

Walk On The Road You Believe In

Yah..yah..HAri Ini Aku Pun Akhirnya DiBangunkan Oleh Telepon Dari TemanKu Dah, Saat Aku Sudah Bangun Aku Mendengar Ada Bunyi Telepon RumahKu Berbunyi, Aku Tahu Itu Pasti TemanKu Yang Tadi Telepon HPKu Tapi Aku Tidak Angkat Karena Aku Belum Bangun Dan Ternyata Benar, Itu Telepon Dari TemanKu Yang Menyuruh Aku Untuk Cepat Menjemputnya, Yah Sudah, Iya Kataku, Lalu Setelah Menerima Telepon dari TemanKu Aku Pun Bukannya Lansung Mandi Malah Nonton Film Prince Of Tennis National ChampionShip Dulu, Yah Mau Bagaimana Lagi, Setelah Beberapa Lama Aku Menunggu, Sebenarnya Tidak Lama Sih, Baru 3 Minggu Yang Lalu Aku Mendownload Filmnya, Tetapi Sekarang Akhirnya Keluar Lagi Sambungannya Dan Ceritanya Sedang Seru-serunya Lagi, Jadi Aku Putuskan Untuk Menonton Dulu, Yah..Tapi Untung Tidak DiCariin Oleh TemanKu Karena Lama, Dan Wah...Ternyata Filmnya Betul-betul Bagus, Tidak Percuma Aku Menunggu Lama, Aku Sungguh Kagum Sekali, Kali Ini Episodenya Bercerita Tentang Seorang Pemain Yang Tidak MEmiliki Kemampuan ApaPun Dan Pemain Itu Pun Sadar Kalau Pemain Itu Tidak Ada Apa-apanya Jika DiBandingkan Dengan Teman-temannya Yang Lain Dan Pemain Itu Juga Sadar Kalau Pemain Itu Tidak Mungkin Menang Melawan Lawannya, Tetapi Pemain Itu Tidak Menyerah Begitu Saja, Saat Pemain Itu Terjatuh, Teman-temannya Menangkap Dari Belakang Dan Berkata Untuk Jangan Khawatir, Jika Terjatuh Lagi Maka Teman-temannya Yang Akan Menangkapnya, Lalu Pemain Itu Pun Berjuang Hingga Batas Terakhirnya, Pemain Itu Hanya Ingin Setidaknya Mendapatkan 1 Angka Saja, Jika Tidak Maka Pemain Itu Akan Merasa Menyesal Seumur Hidupnya, Lalu Pemain Itu Pun Memukul Sekuat Tenaga Dengan Pukulan Terakhirnya Dan Siapa Yang Sangka Kalau Pemain Itu Menang Karena Lawannya Mengundurkan Diri Karena Cidera Menahan Pukulan Terakhir Dari Pemain Itu, Yah..Saat Melihat Film Itu Aku Dapat Melihat, Bagaimana Saat Seseorang Terjatuh, Orang Itu Memiliki Teman-teman Yang Menopangnya Dari Belakang, Sejauh ApaPun Seseorang Terlempar, PAsti Akan Ada Yang Menangkap Kita Dari Belakang, Yah..Selain Itu Keinginan Untuk Tidak Ingin Menyerah WalauPun Tahu Kesempatan Untuk Menang Itu Hanya 0 %, Tetapi Terus Berusaha Sampai Semaksimal Mungkin, Yah..Film Itu Sungguh Membawa Pesan Yang Sangat Berarti Sekali, Yah..yah..Setelah Menonton Aku Teringat Kalau Aku Itu HArus Menjemput TemanKu, Jadi Aku Pun Cepat-cepat Mandi Lalu Makan, Baru Menjemput Temanku, Setelah Menjemput TemanKu, Kami Pun PErgi Ke Rumah Teman Kami Seperti Biasa, Saat Datang Sih Sepertinya Teman Kami Itu Baru Bangun Atau Apalah, Ternyata Malah Sedang Main E-mail, Yah..Sudahlah, Lalu Beberapa Lama Kemudian, Kami Pun Bertanya, Sekarang Apa Yang Mau Kita Kerjakan?? Selain Itu HAri Ini Semestinya Kami Itu Bertemu Dosen Pembimbing Kami, Tetapi MenurutKu Itu Tidak Usah, Sebab HAri Ini Kami Itu Semestinya Bertemu Dan Sudah Membawa Hasil Dari Sub Metode Yang Kami Gunakan, Sedangkan Sub Metode Kami Kan DiTolak Dan Kami Harus Mencari Yang Baru Lagi, JAdi Pertemuan HAri Ini Itu Sama Sekali Tidak Usah, Karena Kami HArus MEmulai Dari Awal Lagi, Lalu Beberapa Lama Kemudian TemanKu Malah Mengajak Bermain KArtu, Yah Sudah Kami Pun Bermain Saja, Setelah Bermain Teman-temanKu Merasa Lapar Dan Memasak Mie, Sedangkan Aku Ke Kamar TemanKu Dan Mencari Bahan Di Internet Dari Buku Yang KuPinjam Dari Perpustakaan Kemarin, Setelah Beberapa Kali Mencari, Ternyata Hasilnya Tidak Memuaskan, Yah Sudahlah..Lalu Teman-temanKu Pun Datang Dan Kami Pun Tidak Melakukan Apa-apa, Yang Ada Kami Mengobrol, Kami Pun Mengobrol Seandainya Harus Lulus Di Semester 8, Bagaimana Kami Mengatakan Pada Keluarga Dan Orang-orang Yang Selama Ini Sudah Mendukung Kami, Yah Kalau Aku Sih Sudah Bilang Pada KEdua Orang TuaKu Dan Mereka Sudah Dapat Menerima, Awalnya Kecewa Dan Marah, Tapi Mau Bagaimana Lagi, Lalu TemanKu Pun Bercerita Kalau TemanKu Itu Juga Belum Bilang Pada Keluarganya, Apalagi Sekarang Ibunya TemanKu Sedang Sakit, Selain Itu TemanKu Pun Tidak Enak Pada Tantenya, Karena Tantenya Itu Yang Membiayai Uang Kuliahnya, Yah Aku Pun Bingung Mau Bagaimana Yah.., Lalu Setelah Itu Kami Pun Diam Dan TemanKu Bermain Komputer, Sedangkan Aku Dan TemanKu Yang Satu Lagi Malah Tidur Lagi, Yah Mau Bagaimana Lagi Lah..

Lalu Saat KuBangun, KuLihat TemanKu Yang Bermain Komputer Tadi, Sedang Di Ruang Tamu Tidak Tahu Sedang Apa, Terlihat Sepertinya TemanKu Itu Stress Sih, Tapi Mau Bagaimana Lagi, Aku Pun Bingung Lalu Aku Pun Memutuskan Untuk Terus Saja Mencari Bahan Yang Mudah Untuk DiPahami, Jika MElihat TemanKu Dan Mendengar Situasi TemanKu, Aku Pun HArus Berusaha SebisaKu, Maka Yang KuLakukan Selain Mencari Bahan, Aku Pun Mengirim E-mail Ke Luar Dan Bertanya-tanya Pada Para Pakar Di Luar, Tidak Tahu Sudah Berapa E-mail Yang KuKirim, Aku Hanya Berharap Dapat Pencerahan Saja, Lalu Beberapa Lama Kemudian, TemanKu Yang Tidur Pun Bangun Lalu Menemani TemanKu Yang Satu Lagi Di Ruang Tamu Sambil Menonton TV, Sedangkan Aku Terus Kirim E-mail Dan Mencari Bahan Saja, Tidak SedikitPun MataKu LEpas Dari Monitor Komputer Dan Terus Melihat Satu Persatu, Berharap Ada 1 Saaj Yang Mudah DiPahami, Lalu Beberapa Lama Kemudian Kedua TemanKu Pun Pergi Ke Luar Rumah, Mereka Pergi Untuk Mengambil Baju Pesanan Dan Sekaligus Membeli Makanan, Yah Sedangkan Aku Sendirian Di Rumah Dan Terus Mencari Dan Mengirim E-mail, Lalu Teman-temanKu Pun Pulang Dan Beberapa Lama Setelah Itu MataKu Dan KepalaKu Pun Sudah Merasa Sakit, Aku Tidak Tahu Apakah Itu Sudah Batas MaksimalKu, Karena MataKu Sudah Sakit Melihat Monitor Terus Dan Melihat Secara Teliti, Maka Aku Pun Turun Menemani Teman-temanKu, Ternyata Dunia Komputer Memnag Tidak Cocok UntukKu Yah, Hanya Beberapa Jam Saja Di Depan Komputer, Mata Sudah Sakit, Yah Mau Bagaimana Aku Tidak Terbiasa, BagiKu Aku Berada Di Depan Komputer Hanya Jika Ada Perlu, LagiPula Sejak Awal Aku Ini Kan Bukan ORang Yang Suka Akan Komputer, Yah..yah..Sudahlah, LAlu Aku Pun Menemani Teman-temanKu Di Ruang Tamu Sambil Bermain Kartu Lagi, Sebab Kami Sedang Menunggu Nasi Matang, LAlu Setelah Nasinya Matang, Kami Pun Makan, Setelah Itu TemanKu Pun Mengajak Pulang, Sebab TemanKu Itu Mau PErgi Nonton Bioskop Katanya, Yah Sudahlah, Toh Lama-lama Juga Tidak Ada Yang DiKerjakan, Selain Itu TemanKu Pun Punya Hak Kok Untuk Bersenang-senang, Kan Kata ORang Hidup Ini Harus DiNikmati, Maka Biarkanlah TemanKu Itu Menikmati Hidupnya, Maka Aku Pun MEngantar TemanKu Pulang, Setelah Itu Aku Pun Pulang Ke Rumah, Saat Dalam Perjalanan Pulang, Aku Pun Teringat Akan Keadaan TemanKu Itu, Aku Pun Bertanya-tanya Pada Diri Sendiri, Kenapa Aku Tidak Bisa Berbuat Apa-apa?? SungguhKah Motivasi Ini Telah Hilang Semuanya?? Tidak Adakah Motivasi Lain?? Aku Tidak Bisa Membiarkan Teman-temanKu Gagal Dan MEngecewakan Orang-orang Sekitar Mereka, Aku Tahu Kalau Aku Itu Belum Melakukan Semuanya Secara Maksimal Dan Aku Pun Tahu, Kalau Di Dalam DiriKu Itu Ada Kemampuan Untuk Menyelesaikan Skripsi Ini Semester Ini, Sebenarnya Jika Aku Mau Serius Dan Mau Sungguh-sungguh, Aku Itu Bisa, Tetapi Mau Bagaimana, Aku Tidak Bisa Membangkitkan DiriKu Yang Seperti Saat Menghadapi Ujian Akhir Nasional(UAN) SMA Dan SMP, Saat SMA Aku Bisa Serius Karena Aku Ingin MEmbantu Orang Yang KuSUka Juga Lulus Dan Aku Pun Memiliki Motivasi Karena Orang Itu, Kalau SMP Aku Bisa Termotivasi Karena Rasa Tidak Ingin KalahKu Pada Teman-teman Yang Lain, Tetapi Sekarang Apa?? Tidak Ada 1 Hal Sama sekali Yang MembuatKu Ingin Serius, Ku Terus Memotivasi DiriKu Dengan Berbagai Hal Dan Cara, Tetapi Tidak Bisa, Karena Aku Tahu Hal Itu Bukanlah Motivasi, Jujur Dalam HatiKu Mengatakan Kalau Itu Adalah Motivasi Yang
Palsu, Yah Aku Pun Sungguh Tidak Tahu Lagi, Aku Hanya Bisa Berdoa Pada Tuhan Dan Berharap DiBerikan Pencerahan PadaKu Dan Teman-temanKu, Lalu Saat KuSampai Di Rumah, KakakKu Pun Bilang, Tidak Biasanya Pulang cepat, Selain Itu KakakKu Pun Bilang Kalau Tadi Teman SMAKu MencariKu, Aku Pun Baru Ingat, Kalau HAri Ini TemanKu Kan Mau Datang Ke Rumah Untuk Main, Tetapi Sayang Aku Malah Belum Pulang, Wah..KuSungguh Payah, Lupa Akan Teman Sendiri Huh..., Lalu Aku Pun Hanya Diam Dan LAnsung Mandi, Setelah Itu Aku Pun Menyalakan KomputerKu Dan Mulai Memeriksa E-mailKu dan MEncari Bahan Lagi, Dan Ternyata E-mailKu Ada Beberapa Balasan, Tetapi Sayang Balasannya Tidak Sesuai HarapanKu, Yah KuBerharap Saja, Semoga Yang Lain Balasannya LEbih Baik, Lalu Beberapa Lama Kemudian, Aku Pun Makan, Setelah Itu Aku Pun Kembali Ke Depan Komputer Dan Menulis Blog Sambil Mencari Bahan, Padahal Sesungguhnya Hari Ini Itu Aku Ingin Membuat Tugas Merangkum Character Building 4 Ku, Tetapi Setiap Teringat Situasi TemanKu, Aku HArus Tahu Mana Yang Lebih Penting Saat Ini, Lalu Sambil Menulis Blog Dan Mencari Bahan Aku Pun Tidak Tahu Kenapa Ingin Menyalakan YMKu, Lalu TemanKu Malah YM Aku Dan Menanyakan Apakah Orang Yang KuSuka Di SMA Itu MAu Beli Komputer?? Iya KataKu, Aku Sih Tidak Tahu Temanku Itu Tahu Darimana, Paling-paling TemanKu Itu Membaca BlogKu, Lalu Setelah Berbicara Beberapa Lama, Aku Pun Bilang Pada TemanKu Itu Untuk Jangan Menjelek-jelekkan Orang Yang KuSuka Saat SMA Itu, Lalu TemanKu Pun Bertanya, Kenapa Aku Begitu Membela Orang Yang PErnah KuSuka Itu, Padahal Orang Itu Kan Tidak PErnah MembelaKu Sedikit Pun, Yah Aku Pun Bilang Saja, Mau BagaimanaPun Orang Itu Kan Pernah Menjadi Orang Yang PErnah KuSuka Saat SMA, JAdi KuTidak Ingin Jika Ada Orang Yang Menjelek-jelekan Orang Itu, Yah Tidak PErduli WalauPun Orang Itu Tidak Pernah MembelaKu, BagiKu Orang Itu Pernah Menjadi Bagian Yang Penting Dalam HidupKu, Sehingga Aku Pun Tidak Suka Jika Ada Yang Menjelek-jelekannya, Lalu TemanKu Pun Bertanya, Bagaimana Kalau Antara Orang Yang KuSuka Saat SMA Dengan Dia, Yah Aku Pun Tidak Mau Menjawab PErtanyaan TemanKu Itu Dan Hanya Mendiamkan Saja, Aku Pun Hanya Bisa Berkata "No Comment", yah Tapi Jujur Kalau Mau Membandingkan Yah..., Yah Tentu Saja BagiKu Dia Itu Lebih Penting Dari ApaPun, Orang Yang KuSuka Saat SMA Itu Kan Sudah Masa LaluKu Dan Perasaan Itu Pun Sudah Hilang, Yah Dia Pun Sama Sih Sudah Masa LaluKu, Tapi Sayang Perasaan Ini Tidak Juga Hilang, Karena Aku Lebih Mencintai Dia Daripada Orang Yang KuSuka Saat SMA, Selain Itu Kalau Mau DiBilang, CintaKu Pada Orang Yang KuSuka Saat SMA Itu Penuh Sekali Dengan Kebohongan, Karena Aku Sering Membohonginya, Sedangkan Dia, Aku Mencintainya Dengan Setulus HAtiKu Dan Hanya Ingin Selalu Jujur Padanya, Ku Sungguh Tidak Bisa Berbohong Padanya, Ku Selalu Percaya Padanya 100 %, Yah..yah..Sudahlah, Sekarang Aku HArus Melanjutkan Mencari Bahan Dan Kalau Bisa Membuat TugasKu, Yup..yup..

No comments: